Tuesday, December 05, 2006

Perempuan....

Saya menulis ini bukan karena saya perempuan. Bukan pula dengan alasan saya lahir tepat di Hari Perempuan Sedunia. Tapi karena daku dah gerah... pengen nulis.

Perempuan. Sosok itu sangat istimewa! :) Ini menurut pengamatanku loh, bukan karena aku perempuan.
Photobucket - Video and Image Hosting
Poligami. Apa yang terpikir saat mendengar kata itu? Buat aku, big No... no!!! Yoi, daku nulis ini karena dah gregetan ama seorang ustadz muda yang memilih untuk berpoligami. Aloha, yang menganggap daku panas... kebakar... **sambil nglirik2** kagak bener tuh. Aku gak benci, gak marah karena si ustadz itu merit lagih. Sungguh!!! Karena terlalu membenci, seringnya akan berbalik ke kita kan??? Diuh..... insya Allah, dan aku sangat berharap, dan selalu berdoa, aku tidak akan mengalami seperti itu!!! Ya kan Mas??? :x

Saat tau berita kalo si ustadz itu merit lagih, pikiranku langsung melayang ke novel Ayat-ayat Cinta-nya Habiburahman El Shirazy. Novel yang menggugah, yang bisa membuka wawasan bagaimana Islam itu sesungguhnya. Bagaimana SEHARUSNYA poligami ituh.

Dan aku sebel, pengen nangis, saat ada orang yang bilang kalo poligami itu sunnah. Alohaaaaa... jaman sekarang gituw loh. Emangnya sekarang jaman setelah Perang Uhud, di mana banyak janda perang sehingga harus dilindungi apa??? **grllll.....*** Liat statistik! Bodoh banget kalo yg memilih poligami dengan alasan sekarang perempuan lebih banyak dari laki2. Lebih kagak masuk akal, berpoligami dengan alasan mau menyelamatkan perempuan. Dari apa?? Perang, bencana kelaparan? Kita toh hidup di jaman sekarang. Area perempuan bukan hanya ranah domestik. Dan ini bukan jamannya lagi diterapkan patriarkhi!!! Perempuan bisa berkarya sendiri.

Saat baca komentar Habiburahman, aku lega, sungguh lega. Mbak Helvy, numpang copy paste yah!

Poligami itu rukhsah saja. Seperti sholat boleh duduk bagi orang sakit. Seperti sholat jama dan qashar bagi orang yang bepergian jauh. Asal syariatnya ya monogami. Artinya kalau dalam kondisi normal yang utama tetap monogami. Jika poligami mendatangkan mudharat, bukan manfaat, hukumnya bisa makruh, bahkan haram. Jadi tidak sembarangan. Namanya juga rukshah….

Berbuat adillah ia lebih dekat dengan taqwa, kata Allah dalam Al Quran. Dan monogami itu lebih adil, jadi lebih dekat pada taqwa.

Seee???? Asal syariat adalah MONOGAMI. Saya sudah merasakan berada di lingkungan poligami. Dan saya tahu, bagaimana rasanya. Percayalah.... sangat susah! :( Meski ada yg mengelak bakalan fine2 ajah ama para istrinya, tapi apa kagak mikir, PERASAAN istrinya?

Aku masih gak ngerti, kenapa orang memutuskan untuk berpoligami. Seolah-olah semua masa pacaran, seolah-olah rasa cinta, seolah-olah perkawinan, kebahagiaan punya anak, kebahagiaan saat kita dapat bersama-sama, bisa dibagi.

Perempuan... satu sosok yang kadang bisa sangat tangguh. Tadinya... kata poligami, perselingkuhan, begitu jauh dari aku. Tapi nyatanya... hampir tiap hari di milis, di YM!, isinya cuman itu. Oke, poligami merebak lagih (aku berharap PP soal perizinan nikah yang tadinya cuman buat PNS dijadikan buat umum. Kenapa? Untuk melindungi perempuan tentunya).

Perselingkuhan. Ah.... Mas, sungguh. Aku sangat tidak berharap mengalaminya. Karena aku gak bakalan "sanggup'! untuk temanku yang pernah mengalaminya, aku turut prihatin. Sungguh... aku berharap segalanya akan kembali seperti semula. Aku sebenrnya pengen teriak ke laki-laki itu, laki-laki yang menyakiti hatimu: Apa kamu tidak mikir perasaan istrimu? Apa kamu tidak ingat... tiap detik, tiap jam, tiap hari, dan setiap tahun yang telah kamu lalui bersama istrimu!!! Oke, mungkin kamu ada masalah dengan istrimu. Tapi, ingatkah kamu... saat pertama kali istrimu melahirkan. Saat pertama kali kalian melihat anak kalian. Saat sadar, bahwa di tubuh mungil itu, mungkin ada senyum kamu, mungkin ada bibir istrimu, atau mungkin ada gelapnya rambutmu.

Temanku, kamu seorang perempuan. Aku yakin, kamu akan tegar... aku yakin kamu akan mampu berpikir jernih, karena aku tahu kamu lebih kuat daripada aku. Perempuan....

NB: untuk seseorang di sana, yang sedang mengalami ujian berat. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu.

13 comments:

kidi said...

salut...

roro said...

setuju, sama2 perempuan heheh...

*eh etaa piknik di pinggir jalan tol, kreatip pisan :D

Bunda Radit said...

Picture perempuannya OK Jeng se OK tulisannya SALUT dah jadinya

Moga2 dapet AWARD yach phan bisa makan2 nieh

Mamahoney said...

eleuh eleuh tengteuingen Aa teh hehe.. mber novel Ayat2 Cinta kereen bgt! swami2 hrs ikut baca

yanti said...

Retma, setuju banget soal lihat statistik.

sebagian besar orang masih percaya, atau malah menyembunyikan fakta, bahwa jumlah perempuan dan laki2 di Indonesia seimbang. datangi aja BPS terdekat. kalaupun data itu meleset, gw ga yakin melesetnya sangat signifikan sehingga memunculkan kesimpulan bahwa perempuan Indonesia kekurangan laki2 :).

itu dari sisi jumlah. betapa laki2 yang berpoligami itu sangat ga adil terhadap kaumnya sendiri. udah dapet istri susah, kok masih ada yang ngambil dua :P.

mala said...

setuju banget!!!

PennyLane said...

Retmaaa... *berpelukan*

munir's family said...

Hari geneeee poligami... artinya dia tdk bisa memahami hati wanita...ok

nikeyudi said...

tenang..tenang bu... yak tarik napas dulu, rileks...
biar tambah tenang, saya bagi bolu kukus mau yak??:D *ooo...mo pamer bolkus rupanya hihihi*.
Btw, saya juga ndak setuju ma poligami, kesannya wanita tak berharga bangeet krn bisa di duakan, di tigakan, dst dgn alasan sunnah *bah!!!*.. hiks..sedih :(.

vita said...

masih "panas" ga? mudah2an dah "dingin" yah, btw ulasannya bagus tuh

Fernando said...

sabar ya ibu-ibu, kita ambil hikmahnya saja dan berdoa semoga insya allah kita semua tidak diberikan cobaan yang berat. amin.

haloooooh... :)

Anonymous said...

Oh Ya?? saya pikir Poligami itu baik, yaaaah.... se'engaknya lebih baik dari perselingkuhan kan??

usaha laundry said...

usaha laundry , bisnis laundry , deterjen laundry , waralaba laundry , franchise laundry , softener laundry , pewangi laundry