Thursday, June 28, 2007

Kesedihan itu Bernama Cinta

Ada masa, aku sulit sekali mengenang masa-masa saat aku kecil. Tapi saat hari itu tiba, aku serasa terlempar ke masa-masa itu.

Aku yang bersandar di punggung bapak, digendong mengelilingi kolam ikan. Ya, dulu keluarga kami punya kolam ikan yang besar. Penuh ikan, gurame terutama, untuk dijual.

Ada kalanya ingatan itu berkelebat. Aku tidak tahu apakah itu karena punya arti mendalam, tapi masa saat aku kecil, balita mungkin, masih ada di kepalaku. Ketika bapak menggendong aku, berusaha membuatku tertidur, di bawah pohon-pohon turi di pinggiran kolam.

Ada masa... saat aku TK, menangis karena kalah berlomba adu kelereng. Dan bapak ada di sana. Menjemputku. Dan, ada masa... saat kami berdua, selalu jalan-jalan pagi atau sekedar menonton peresmian masjid agung di desa sebelah.

Masa itu. Saat tengah malam bapak membangunkan aku dan berdua nonton pertandingan sepak bola di televisi dan membuat ibuku mengomel karena kami berteriak cukup keras.
Dan saat itu, ketika masa liburan kuliah tiba, saat aku pulang ke rumah. Kami tidak cukup dekat. Tapi cukup bertukar sapa, mengobrol soal pertandingan bola, dan kuliahku.

Dan kala masa itu tiba.... Saat di mana aku tidak bisa lagi bertemu dengan bapak, aku susah sekali mengeluarkan air mata. Ada ibu yang menangis. Ada rasa kehilangan. Tapi saat masa itu tiba, cuma itu.

Tapi beberapa hari kemudian, saat aku mulai mengingat, saat aku mulai sadar, bahwa aku tidak akan lagi menemui sosoknya Lebaran nanti, hatiku berkata: aku SUNGGUH kehilangan. Mungkin dalam hati, tidak aku mungkiri, aku pernah berharap saat itu segera tiba. Di satu sisi mungkin penderitaan itu berakhir, tapi di sisi laen, aku benar-benar kehilangan.

Sabtu pagi kemaren, saat Mas bilang kalau bapak meninggal, aku dengan bengong bertanya," Bapak siapa?" Sekarang aku sudah sangat sadar. Sangat... sangat sadar. Bahwa aku akan merindukan sosok itu, meski terlambat.

Untuk bapak, yang mengisi hari-hariku.........

12 comments:

erfi said...

Ret, turut berduka cita yaa. *hugs*

Ossy said...

Mom turut berduka cita yg mendalam ya.... smoga Bapak tenang disisiNya...

Amin....

TomInta family said...

Sabar dan tabah ya Ma..
*peyuk...lagi..*

nanik said...

my deepest condolences mbak..may he rest in peace.amin

*aku jd keingetan bapakku nih..kami sering selisih paham,..hiks but i love him :)

Anonymous said...

turut berduka cita...

ei said...

yang sabar ya sist...
semua ada waktunya...
semoga bapak dapat tempat terbaik disisi Pemilik Waktu...
*peluk*

primaningrum said...

Retma, turut berduka cita dari kami sekeluarga

Keira Adzra Athayya said...

turut berduka cita... moga amal baik bapak diterima disisiNYa dan diberi kekuatan buat kluarga yg ditinggalkan...amien...

Mama Rafayra said...

Innalillahi...turut berduka cita yah *hugs*

mbu said...

Mbak retma....saya sedang melalui masa-masa seperti mbak Retma. Cuman bisa bilang...yang sabar dan Ikhlas ya.....

yanti said...

ikut berduka cita Ma..

Gege said...

Mbak..maap yah telat..
ikut berduka cita yah mbak..semoga mbak dikasih kekuatan dan semoga kenangan bersama bapak selalu tertanam dalam hati mbak.