Sunday, February 08, 2009

"Rumput Tetangga"

Gara-gara ngobrol ama De, kenapa aku jadi kepikiran mluluk soal "rumput tetangga" ya? Aku bilang soal rumput tetangga versi aku, dan dia ngasih penjelasan versi laen. Sejak kapan ada ungkapan rumput tetangga selalu keliatan lebih hijau ada beberapa versi? Hehehe. Itu yg bikin aku bengong.com.

Jam 2.40 dini hari. Bangun (libur neeeh) karena abis nyusuin Kira. Dan pengen nulis.... ^_^
Sepanjang eksistensi hidup aku, istilah rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau itu ya.. cuman ada satu. Dan di sini (seperti aku bilang ke De), dalam pikiran aku tuh, bukan iri atau laen-laen, tapi lebih ke: "liat diri kamu lebih dalam", "liat kehidupan kamu selama ini", "syukuri apa yang sudah dberikan Allah kepada kamu selama ini", dan... "di atas langit masih ada langit". Kenapa aku bilang seperti itu? Karena pada kenyataannya, dalam perjalanan hidup aku, mengajarkan seperti itu.

Sebagai contoh:
- Bagi temen2 aku di kampung, mungkin waktu aku kuliah terasa "wah" dan high class. Tapi mereka kan gak tahu bagaimana perjuangan aku selama kuliah. Ya kan? :p Mungkin mereka (bukan mungkin sih, tp memang begitu) berpandangan aku enak, bisa kuliah, sementara mereka cuma sampe SMA/SMK. Tapiiii... mereka kan gak tahu bagaimana aku harus "bertahan hidup" selama sebulan hanya dengan uang Rp 100 rebu. Harus kerja banting tulang (terlalu hiperbol kali buuuw..) di 3 tempat untuk membayar uang kursus, fotokopi makalah, rental komputer, dll? Harus jalan kaki biar irit ongkos (di Jogja). Atau waktu kuliah di Jakarta, gak masuk kuliah karena gak punya duit buat transport.

Tapi itu belon apa-apa dibandingkan dengan perjuangan anak2 laen yg kuliah di Jogja. Mas Purwadi, misalnya. Sekarang jadi doktor+dosen. Jangan harap waktu dia kuliah naek mobil. Yang ada selalu jalan kaki atau naek sepeda tua. Tapi aku suka liat semangatnya. Suka banget kalo diajakin ngobrol ama dia soal mimpi2 dia, draf buku (yg dulu dia bilang ingin diterbitkan) dan sekarang sudah terbit, dst.

- Aku melihat salah seorang sodara enak banget deh. Orangtuanya pejabat, kadang ditugasin di luar negeri, jalan-jalan ke luar negeri, cantek, punya pacar cakep, kuliah oke, rumah keren, dst... Tapi, ternyata dia divonis punya penyakit lupus. Kalau kita gak tahu penyakit yg menderanya, apa yg ada di pikiran kita? Sooooo... perfect! Ya kan?

- Seorang teman. Kayaknya hidupnya enak deh. (Hahaha... maapken buat yang merasa baca iniiiiiih! Gw pinjem bentar yak). :p
Rumah, gak cuman satu. Motor? Gak cuman satu. Mobil? Ada jugak. Suami-istri kerja! Ugh.. rasanya enak banget deh. Gak pernah kekurangan sama sekali. Bahkan mereka brasa kek bank karena seringnya temen2 minjem duit ke mereka. Tiap wiken, selalu "jalan". Tapi, kita kan gak tahu apa yg ada di pikiran+perasaan mereka? Kalo kita gak kenal mereka, kita bakalan berpikir, enak sekali tiap wiken keluar kota!!! Tapi.. mereka ke luar kota bukan buat tamasya. Tapi berobat+berusaha untuk dapat momongan! So?

Nikmat Allah mana lagi sih, yang kamu dustakan?

Itulah yang aku maksud dengan rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. ^_^ Di kehidupan seseorang pasti ada 2 sisi. Nah, kadang kita hanya melihat satu sisi yang berkilau sehingga kita silau. Tapi coba deh, kita lihat lagi. Apa yang sudah Allah SWT berikan ke kita hari ini. Syukuri semuanya. Hidup, kesehatan, suami, anak-anak, orangtua, dst....

Kalo ada yg bilang: Ah... itu kan cuman beberapa contoh. Gw pengen punya kehidupan kek konglomerat! Pernikahan mewah ala Adinda Bakrie, misalnya? Ugh! Di balik pesta mewah itu, ada berapa ratus orang menderita akibat lumpur Lapindo sih? Ya.. begitu2, laaah.

4 comments:

ei said...

yup, selalu ada 2 sisi ... no pain no gain :)

retma-haripahargio said...

Ya... memang begitulah Ei. ^_^ Kebanyakan orang cuman liat satu sisi sajah. Memang sih, lebih enakan liat sisi yg selalu berkilau.

Mungkin itu yg bikin para pejabat suka korupsi? Hahaha. :p Doh, makin berat yak. Ngomongin pejabat. Apa perlu posting jugak soal utang negara?! Halaaaah.

nanik said...

speechless baca postingan mbak ini... ya, sudah selayaknya kita selalu mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita... :)

nYam said...

oh exactly like what i feel.

kalo lagi suntuk yah, suka ngiri gitu ama yang masih ngantor. huaa, punya duit sendiri bo. lah ekeh, skarang nadah suami. meski kata suami, terserah ni duit diapain, tapi rasanya gimanaaa gitu.

tapi waktu ngobrol sana sini, I'm so damned lucky. punya keluarga sehat walafiat. punya suami yang ga pernah ngelarang istrinya untuk terus belajar. punya temen2 yang baek. dll dll dll.....

oh soal sikat gigi, aku ga nemu sikat gigi stage 1 he he he. jadi beli apa yang ada :-( udah ngubek-ubek karfur+alfamidi, ga ada juga. di baby shop deket rumah, stoknya kosong. wujud stage 1&2 kaya apa sih?

*yang udah lama juga ga main ke sini....aloo nikki*