Sunday, June 03, 2012

SD Negeri

Karena dah mau tahun ajaran baru, mari kita cerita sekolah. Seperti diketahui, Nikki sekolah di SD negeri biasa tanpa embel-embel ini itu. Alasannya? Banyak, seperti dah saya tulis dan bertaburan di blog ini. Jadiiiiii... setelah 2 tahun, mari cerita soal SD negeri ini.


SD negeri tanpa embel-embel ini-itu mirip banget sama SD jaman2 kita masih kecil (eh, setidaknya buat saya yak). Para guru, para murid, dan pasti tukang jajanan di depan skolah yang seabreg dan macam-macam. Dari 2 tahun sekolah di sini, saya akhirnya (sok) menyimpulkan:


1. Biaya
Seperti digembar-gemborkan pemerintah, SD negeri ini gratis. Yang tentu dapat subsidi dari bantuan operasional sekolah (BOS). Jadi, untuk SPP free. Yang harus diingat, meski menurut pemerintah semua gratis, dana BOS dari pemerintah pusat itu tidak 100%. Masih ada sekian persen yang merupakan alokasi dari pemerintah daerah. Jadi ya, bisa saja tiap daerah berbeda yak.


Selama dua tahun, sekolah tidak memungut ini-itu. Cuma, biasanya ada ibu2 yang mengkoordinir uang iuran. Besarnya Rp 5.000 setiap bulan. Uang ini biasanya untuk: fotokopi soal2 latihan menjelang semesteran, untuk menjenguk yang sakit, untuk THR (satpam, tukang bersih2 sekolah), dst. Kalo masih sisa pas akhir semester, biasanya dikembalikan dalam bentuk goodie bag buat anak2. :) Ini sifatnya sukarela. Kalopun ada yang gak mau iuran, it's oke. Nanti pas ngambil rapor, kita dapat laporan keuangan yang rinci, itu duit buat apa aja.


2. Seragam dan sepatu
Untuk seragam, usahakan sendiri. :) Yang disediakan dari sekolah hanya seragam olahraga (beli, lupa harganya, sekitar Rp 30 ribuan). Jadi, karena ini SD negeri, pas tahun ajaran baru... bisa jadi seragamnya gak semua baru. :p
Sepatu wajib adalah Warrior (katanya, ini sepatu segala kasta). Belilah di pasar2 tradisional, jangan di konter-konter. Hahaha. Harganya? Gak nyampe Rp 50 rebu kok.


3. Buku-buku
Waktu Nikki kelas I, semua buku pelajaran dipinjami dari sekolah. Hanya LKS yang beli (gak wajib). Kalopun gak dapat buku pelajaran dari Diknas, buku2 bisa didownload (seperti yang dilakukan emaknya Nikki) di Buku Sekolah Elektronik.
Masuk kelas II, gantian LKS yang semuanya dikasih dari sekolah. Gratis! Buku-buku masih teteb sama, bisa beli atau download di BSE.


4. Pelajaran
Kalo ini, tergantung SD-nya. Maksudnya, di seputaran daerah saya ada SD yang fokus ke pelajaran, ada yang fokus ke kesenian, ada yang fokus ke olahraga. So far... semuanya oke. Yang penting orangtua harus cek pelajaran apa saja yang telah diberikan dan apa yang diajarkan.


5. Guru
Guru yang ada ya... biasanya satu, yang merangkap jadi wali kelas dan jadi guru hampir semua mata pelajaran. Guru yang laen adalah: guru bahasa Inggris, muatan lokal (di sekolah Nikki dapat bahasa Sunda), agama, dan olahraga. Tipe guru ini laen-laen. Alhamdulillah, dua tahun ini Nikki dapat guru yang enak. Waktu kelas I, wali kelasnya bekas guru TK, jadi sabarnya keterlaluan. Hahaha. :D
Kelas II, gurunya cenderung diem, tapi detail, teliti, dan tegas. Suka komen di buku pelajaran, jadi kita tahu kalo ada sesuatu. ;)
Pernah ada masalah dengan guru? Pernah! Yang berakhir dengan saya: konsultasi ke orang yang saya anggap sebagai pengamat anak, ngeprint banyak artikel soal cara mendidik anak, konsultasi ke wali kelas, dan ngasih print-an yang rapi jali buat si guru. LOL.


Selama ini para guru enak dan mau diminta no telponnya, kalo ada apa-apa. Dan selama dua tahun ini, setiap saya ambil rapor, karena saya bukan orang yang ngejar prestasi anak, mereka nanggepin pertanyaan saya dengan enak. Pertanyaan2 yang sering saya ajukan saat ambil rapor: Bagaimana Nikki di kelas? Apakah masih mau bertanya kalo dia belum ngerti? Apakah hubungan dia dengan teman & guru oke? dst. Intinya: saya masih sadar diri bahwa ini adalah SD di mana porsi maen (sebagai hak asasi anak) masih gede. ;)


6. Laen-laen
- Kalo di sekolah ada pengumuman untuk bawa ini-itu, kalo diri kalian mampu, gak ada salahnya bawa dobel buat jaga-jaga. Seperti pernah saya tulis, kejadian-kejadian kayak itu sering banget terjadi. :D Tapi dari situ kita bisa mengajarkan banyak hal ke anak-anak... eh, setidaknya Nikki.
- Lebih baik bawa bekal dari rumah karena jajanan di depan sekolah ya... gitu deh.
- Alangkah lebih baik buat anak jika kita ngasih buku buat mencatat tugas atau post it untuk menandai mana PR, mana tugas. Karena ya... kurang lebih di sekolah hanya 2,5 jam, termasuk istirahat, biasanya tugas di rumah lumayan (masih dalam taraf wajar, kalo menurut saya).
- Untuk masuk SD negeri, syaratnya cuma: umur. Pas Nikki masuk, ketentuan untuk kelas I adalah minimal 7 tahun (kurang 1-2 bulan masih ditoleransi). 


Apalagi? Sementara itu duluw. :)

3 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

nyoba download juga ah materinya. lagi mengamati pelajaran anakSDkelas 1skr kaya apa gitu

ke2nai said...

Walopun anak sy di swasta tp kayaknya boleh juga nih download materi2nya.. Buat tambah2an aja.. Thx ya :)

retma said...

@Lidya: iya. Di situ bisa liat2 kok. Gratis. Manfaatkan yang gratisan, apalagi dari pemerintah. :D

@Emaknya Ke2Nai: negeri & swasta bukannya materinya sama ya? Setidaknya, harusnya, soal2 semesteran, ujian, dll sama kan? Dari diknas.