Tuesday, August 28, 2012

Fakta Mudik

Mudik tahun ini lumayan seruuuu... karena kami banyak mengandalkan Mbak Jipi (GPS) buat nyari jalan, menghindari kemacetan yang mengular. Karena pasrah dengan petunjuk Mbak Jipi, tentu sajah banyak kejutan di jalan.

1. Daerah "Kakek-kakek"
Saat mudik menuju kampung halaman, bosan dengan kemacetan dan dibuang sana-sini sama polisi, akhirnya kami mengandalkan sepenuhnya ke Mbak Jipi. Begitu ada kesempatan untuk belok dan ada jalan alternatif, langsung ambil.
Nun jauh di sana itu, di tengah-tengah... itulah Waduk Penjalin
Jadi, di suatu daerah (lupa) pedesaan, karena kami memintas jalan utama, yang kami temui sepanjang jalan hanya orang tua laki-laki paruh baya!!! Dari jalan desa yang lurus di mana ada bapak2 paruh baya gendong anak kecil, gandeng anak kecil, ngurusin ayam, bahkan jalan-jalan sore. Di jalan yang lebih sempit di tengah persawahan, yang kami temui: bapak-bapak tua naik sepeda, bapak-bapak tua di sawah, dst. Lahhh, para pemuda kampung ini di mana? Ibu-ibunya jugak (ini mungkin lagi masak ya?).

2. Tersesat?
Saat balik, begitu masuk daerah Brebes jalanan macet parah! Sudahlah panas, kemacetan benar-benar mengular. Dan, tentu sajah. Bosan dengan kemacetan yang tidak bergerak, begitu Mbak Jipi ngasih tahu ada jalan alternatif, kami ambil!
Ha! Udara yang segar vs kemacetan di bawah
Ada jalan alternatif ke kanan, kami ambil kanan. Ada jalan alternatif ke kiri, kami ambil kiri. Dan yuhuuuuu... meski kami melintas di jalanan yang berbatu-batu, naik turun bukit, melewati terowongan rel kereta api beberapa kali dengan belokan tajam, setidaknya kesusahan itu terbayar. Pemandangannya keren abis!!! Lupakan AC... biarkan hawa segar masuk ke mobil yang pengap. Hijau di mana-mana. Angin yang berebutan menerpa kulit.
Pilih macet atau pemandangan kayak gini?
Pohon-pohon yang tinggi. Sawah yang menguning. Sawah baru ditanami padi. Sawah yang baru beberapa bulan. Jalanan berbatu. Jalanan yang sepi sampai ibu-ibu bisa ngobrol di tengah jalan dengan dingklik. Rumpun pohon palem. Riuhnya ibu-ibu yang baru pulang wisata dengan mobil bak terbuka. Dan... nun jauh di bawah, kami bisa ngeliat barisan kendaraan yang terjebak macet, sementara kami bisa ketawa-ketawa. :D
Salah satu jalanan yang kami ambil. Sepiiii... sementara di bawah macet mengular
Tunggu dulu! Saat lagi enak-enak ngikutin apa saja kata Mbak Jipi, tiba-tiba: DOENG...!!! Di depan tiba-tiba ada gerbang ke salah satu tempat wisata. Hah? Apa!!!! Dan petugas keamanan mendatangi kami: "Pak, mau ke mana?"  Mas bilang: "Mau ke Jakarta." Petugas keamanan itu langsung bilang kalau jalan kami salah dan menyuruh kami balik lagi, ikut antrean mobil2 di bawah. Tidaaaaak...!!! Ngelirik Mbak Jipi. Perasaan bener kok. Melototi lagi ke gambar jalanan ala Mbak Jipi. Mas pun bilang: "Tapi kalo kami jalan ke kanan bisa kan?" dan untunglah si petugas keamanan bilang: "Bisa."
Sawah yang menghijau!
Sawah yang menguning!
Sawah baru ditanami!
Dan kemudian: taraaaaaa... kami melewati jalanan di bukit. Dan di bawah sana ada Waduk Penjalin terbentang luas. Ternyata kami tadi masuk kawasan wisata Waduk Penjalin. Hahaha.

3. Bawa ayam
Saat ngasih tahu kalau dari kampung kami bawa ayam hidup, temen di kantor langsung pengen pingsan. Bahkan dia megap-megap kayak ikan koi gara-gara ngakak gak kelar-kelar. Hoi! Tapi, tapi... saat tahu jenis ayam yang kami bawa, komentar dia cuma: Oh, masih bisa diterima lah. :p
Dan, bukit apa itu? Entahlah.
Dan tahu tidak rasanya bawa anak ayam dari kampung? Rameeee, penuh ciap-ciap sepanjang jalan. Tapi asyik juga waktu lewat jalanan kampung. Rasanya adem, diselingi ciap-ciap ayam. Paling gak asyik adalah: kebayang gak, kapan ngasih minumnya? ;)

Anak TK

Tahun ini Akira sudah jadi anak TK. Setelah bingung mau masukin ke mana, akhirnya Akira sekolah di TK Nikki dulu, TK Islam Madani.
Maunya foto sama kelinci :)
Dan, tentu seperti hari-hari pertama sekolah yang lain, emak dan bapaknya selalu cuti demi sejarah. Beberapa hari sebelum sekolah Akira bahkan sangat semangat. Apalagi ketika dia sudah dapat seragam. Yeah... tiba-tiba Akira punya seragam yang sangat banyak dari TK dan TPA.
Di hari pertama sekolah, Kira alhamdulillah langsung mau berbaur dengan teman-temannya. Wiiih, yang anak TK A, teman-teman Kira, ternyata mungil-mungil. Kira langsung mau maen bersama mereka. Dan saat harus baris untuk masuk ke kelas, Kira dengan semangat ikut nyanyi bersama, bahkan maunya baris paling depan. :D
Di kelas, Kira pun mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari bu guru. Juga dengan pedenya memperkenalkan diri. Horeeee...!!! Good job, girl! Selama di kelas itu, meski tenang & anteng, kadang-kadang dia masih liat-liat di mana mama/papa. Dan kalau liat ada Mama di dekat pintu, Kira langsung senyum, terus main lagi.
Hari itu jam sekolah belum sepenuhnya berjalan. Jadi masih banyak perkenalan. Di sana-sini masih banyak yang gak mau pisah sama orangtuanya. Ada yang nangis. Alhamdulillah tahapan-tahapan itu sudah lewat. ;) Saat bermain-main di dalam kelas, maenan favorit Kira adalah: tembak-tembakan. Hoalahhhh.

Saat mau pulang dan memakai sepatu, Kira sempat kesulitan. Dan tiba-tiba, seorang ibu berusaha bantu Kira. Tentu sajah emaknya yang ngeliatin Kira langsung negur ibu-ibu itu: "Biar saja, bu. Tidak usah dibantu. Biar dia mencoba." Lagiannnnnn... selama di PG juga Kira sudah bisa pake sepatu & kaos kaki sendiri kok. Kalau susah-susah dikit ya, wajar lah.
Setelah berjalan sebulan di TK Madani, terjadi perubahan sama Kira. Sekarang, kalau jalan-jalan, di mobil Kira suka nyanyi!!! Hiyyaaaaah... pertama yang paling disenengin lagu Balonku. Terus minggu berikutnya dia suka nyanyi Kereta Api. Terus kapan itu suka nyanyi Pelangi-pelangi. Hoah! Pokoknya sekarang tiap kali jalan, di mobil selalu rame dengan nyanyian Kira.

Wednesday, August 15, 2012

Emak-emak Males

Yak, saya kena virus males ngeblog. Tapi, meski saya males, saya masih ke sana-sini baca blog teman-teman walau gak ninggalin pesan. Yah, namanya males nulis. Bahkan hari pertama sekolah anak-anak pun belon ditulis. Huhuhuhu... **nangis di pojokan**

Tahu-tahu sudah Ramadhan. Tahu-tahu harus mudik. Dan teteb... bekerja keras bikin cookies buat ibu di kampung. :) Anak berbakti kan ya, saya? #plak 
Dan setiap malam saya masih harus cek-cek email yang masuk buat tanya ini-itu sambil bikin cookies, nyiapin sahur, dll.

Dan Alhamdulillah, salah satu yang bikin saya kelimpungan sudah berjalan. Masih rapat sana-sini. Belum lagi ditambah salah satu yang lain, yang direncanakan Oktober nanti. Huah!!! Jadi yah, begitulah. Maapkan Kira, maapkan Nikki, Mama belon sempat tulis2 soal kalian. :(