Thursday, September 27, 2012

Dan Kata Ajaib Itu adalah "Kenapa"...

Sabtu kemarin saya ikut seminar sesi 2 dari Tetralogy Parenting Seminar yang diadakan Supermoms. Kali ini temanya: Hindari Anak dari Kekerasan Seksual. Tapi yah, saya belum bisa menulis materi yang saya dapat segambreng itu karena ada hal-hal lain yang justru menyedot perhatian saya. :)
Bullying. Kata itu rasanya sekarang dah gak asing lagi bagi kita. Buanyaaaaak... banget terjadi di sekitar kita, pun sudah masuk dalam lingkup keluarga kami. Bukan cuman sekali Nikki (8 yo) mengalami bullying. Dulu sih, emaknya ini tergagap-gagap, gak tahu harus bagaimana menghadapinya. Tapi di seminar kemarin, emaknya Nikki ini jadi tahu gimana harus menghadapi. Dan pas banget, di kelas III SD sekarang ini, Nikki menghadapi bullying lagi. Jadi emaknya dengan sabar, dengan kepala dingin, dengan terbuka, mencoba menghadapi itu bersama Nikki.

Dalam buku Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak disebutkan, bullying adalah situasi di mana terjadi penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan yang dilakukan seseorang/sekelompok. Ini bisa berarti fisik dan mental. Bentuk bullying bisa kekerasan fisik (menampar, menendang), verbal (menghina, memaki), ataupun mental (mengancam, mempermalukan). Kompas, 27 Sept 2012

Yang tidak diajarkan adalah, orangtua harus bagaimana? Ada sih, yang ngasih tahu step-stepnya, tapi maksud saya, riilnya... bagaimana mengajari anak menghadapi bullying. Itu yang selama ini saya cari-cari. Dan di seminar kemarin Bu Elly mengatakan, ajari anak bertanya kenapa? Kenapa kamu memukul aku, kenapa kamu mengancam aku, dst. Dan ya, itu yang saya lakukan.

Teman sebangku Nikki, taruhlah namanya X, akhir-akhir ini melakukan hal-hal yang "tidak sehat", yang bisa dikategorikan sebagai bullying. Dari menukar nama di kertas ulangan, menyalahkan hasil pekerjaan Nikki (misal harusnya salah 3 jadi salah 6), sampai kalau tidak dipinjami sesuatu mengancam: "Kalau gak boleh, kamu keluar dari regu merah (regu pramuka, kebetulan X jadi ketua)."

Oh, Nak. Setiap kali mengantar kamu ke sekolah, begitu sampai gerbang sekolah, tahukah kamu bahwa emakmu ini selalu khawatir. Bahwa emakmu ini selalu bertanya-tanya: bisakah kamu survive? Bisakah kamu menghadapi segala sesuatu di sekolah saat mama dan papa gak ada di sekitarmu? :(

Dan hari itu, saya ngobrol sama Nikki. Saya tanya ke Nikki apa yang terjadi antara dia dengan X. Tentu dengan bahasa anak-anak. Dan akhirnya terjadi percakapan seperti ini:
Mama: "Jadi kak, besok di sekolah, ajak X ngobrol ya. Tanya kenapa X ngancam Nikki? Tanya kenapa sih X, kamu nyalah-nyalahin kerjaanku?"
Nikki: "Iya..."
Mama: "Nikki bisa? Atau perlu bantuan Mama? Perlukah Mama ngobrol sama X, cuma tanya kenapa aja sih?"
Nikki: "Gak usah deh, Ma. Aku aja."
Mama: "Oke. Tapi ingat ya, tanya kenapa. Selalu tanya kenapa kalau kakak diapa-apain sama orang. Kalau dipukul, tanya kenapa memukul aku? Kalau diancam, tanya kenapa mengancam aku, apa salahku?

Sebenernya ya, saya gak tega. Sungguh. Tapi sebagai orangtua, kita harus percaya ke anak kan ya? Harus percaya dia bisa menghadapi itu, harus percaya dia mampu, harus yakin dia bisa melakukan itu.
Dan hari berikutnya...
Mama: "Gimana kak, sudah ngobrol dengan X? Sudah tanya kenapa X melakukan itu ke kakak?"
Nikki: "Sudah..."
Mama: "Terus, apa jawaban X?"
Nikki: "Aku tanya dia diem terus, Ma. Lamaaaaa... banget gak ngomong. Aku tanya terus, aku tungguin. Eh, begitu jawab, dia bohong. Dia bilang aku nakal. Aku kan gak nakal."
Mama: "Oh, ya? Terus habis itu X marah tidak? Atau minta maaf?"
Nikki: "Ya, kayaknya marah gitu sih, Ma. Ngomong-ngomong gak jelas."
Mama: "Oke, kalau begitu, tanya lagi ke X, pakai kata apa kak?"
Nikki: "Kenapa...?"
Mama: "Yup. Tanya ke X, kenapa kamu marah ke aku? Bukannya seharusnya aku yang marah, bukan kamu, karena kamu ngancam aku?"
Nikki: "Tapi Mama... aku gak bisa marah."
Mama: "Mama bukan nyuruh Nikki marah, tapi tanya kenapa, sekali lagi apa kak?"
Nikki: "Kenapa...?" **dengan senyum lebar"
Mama: "Sudah ngertikah?"
Nikki: "ya...." 

Dan ya, kata ajaib itu adalah kenapa. Sampai di situkah? Tidak, tentu saja. X adalah tipe anak yang hampir tidak pernah diantar orangtua, hanya ikut mobil antar-jemput. Jadi, dari cerita Nikki emaknya tahu bahwa X perlengkapan sekolahnya tidak lengkap. Jadi, emaknya Nikki ini telpon lah ke orangtua si X.

Dapat sambutan baik? Ah, semua niat baik belum tentu ditanggapi dengan baik kan? Tapi dari percakapan itu setidaknya emaknya Nikki ini jadi tahu bahwa apa yang Bu Elly bilang, bahwa apa yang teori-teori itu bilang, benar. Anak yang melakukan bullying, bisa jadi dia hanya "korban". Dan benar... X sering mengalami itu di mobil antar-jemput. Sebenernya emaknya Nikki ini pengen membantu X bagaimana menghadapi bullying, sama seperti bagaimana saya mengajari Nikki. Tapi yah, saya tidak dapat izin dari orangtua X. Dan mirisnya, orangtua X mengatakan: "Saya cuma bilang, sudah diemin. Yang penting kamu sekolah" saat X menghadapi bullying. :(

Dan kejutan! Hari ini X minta maaf ke Nikki. Dan menurut Nikki, sekarang X sudah bawa perlengkapannya, yang selama ini tidak punya! :D Dan tips yang Bu Elly katakan saat anak menghadapi bullying adalah:
- Tanyakan "kenapa" ke pelaku bullying
- Kalau bullying dilakukan berkelompok, dekati si pemimpin saat dia sendiri. Dan sekali lagi, tanyakan kenapa? (Karena sesungguhnya, mereka tidak seberani keliatannya).
- Dan ingat, bahwa bisa jadi si pelaku adalah juga korban.

Nikki, bukan maksud mama membeberkan masalah Nikki di sini. Tapi buat kenangan, bahwa pada suatu hari, kita menghadapi bersama-sama soal bullying, dan menang! Dan kakak, tahukah bahwa memaafkan itu jauh lebih mulia daripada membalas?
Meski setiap hari mama selalu waswas saat melepas di pintu gerbang sekolah, selalu khawatir apa yang akan kamu hadapi hari ini, doa mama dan papa selalu menyertai.


gambar dr: thinkprogress.org

Sunday, September 23, 2012

Nikki, Nikki...

Karena emaknya libur, jadilah ngobrol ngalor-ngidul sama Nikki. Apalagi kalo bukan soal sepak bola!

Nikki: Mama tahu gak, gimana caranya biar Indonesia bisa menang terus?
Mama: Enggak. Memangnya kakak tahu gimana caranya?
Nikki: Gampang. Beli aja Messi. Pasti menang terus.
Mama: Hah?! **pingsan**

Nikki: Kenapa sih ma, itu pemain sepak bola jual diri?
Mama: **ngakak dlm hati sambil mikir... kenapa istilahnya jadi jual diri yak?**
Mama: Bukan jual diri Kak, transfer pemain, dijual.
Nikki: Iya, kenapa dijual?
Mama: Ya, macem-macem alesannya. Kan ada klub yang butuh uang buat beli pemain lain, pemain sudah gak bagus, dst.
Nikki: Ooooh....

Nikki: Tahu gak Ma, Mesut Ozil itu posisinya apa di tim?
Mama: Enggak... :(
Nikki: Begitu aja gak tahu...
Mama: **errrrr... tabloid sepak bola mana tabloid sepak bola?**

Sesi mendongeng.
Biasanya kalo emaknya libur, malam hari jadi hal yang dinanti. Jadi baru jam 7 anak-anak dah "menyeret" emaknya buat ke kamar. :)
Biasanya saya kasih beberapa pilihan dongeng, dan anak-anak pilih, meski ujungnya diceritain semua. Haha. :D Kemarin pilihannya adalah: (a) Ali Baba (b) Aladdin (c) Putri Tidur (d) Asal Mula Nyamuk. Karena Kira pilih A, Nikki pilih B, jadi emaknya mulai cerita. Dan Nikki tiba-tiba tanya yang gak terpikir oleh emaknya.
Nikki: Mama, kenapa sih kalo di dongeng itu orangnya miskin-miskin?
Mama: Heh? **baru sadar**

Friday, September 21, 2012

Anak dan Pornografi

Tulisan terakhir dari seminar sesi I, Tantangan Mendidik Anak di Era Digital. Gile, satu sesi aja saya bikin jadi 3 tulisan saking banyaknya. :) Kali ini, mari ngomongin soal pornografi.

Pornografi dapat diakses anak melalui:
1. Situs Internet (21%)
Ada yang pasang wi-fi di rumah? Sebagai orangtua, apa yang sudah dilakukan? Pernah membolehkan anak buka Youtube? Didampingikah? Tahukah bahwa sekitar 78% anak melihat pornografi tanpa sengaja?
Di seminar kemarin Bu Elly sempat cerita bagaimana anak-anak usia SD suka main di warnet. Dan dalam satu video, mereka mengaku membuka video porno! Tentu tanpa sepengetahuan pengelola warnet.
Yayasan Kita dan Buah Hati pernah mengadakan survei dengan responden siswa kelas 4, 5, dan 6 SD. Data Januari-Juni 2012 menunjukkan, 1 dari 3 anak melihat pornografi di rumah! **sumpah saya pengen kejang2 melihat data itu**

Fakta lain yang mengejutkan, sekitar 4% responden (nilai N-nya lupa bok, saking shocked-nya sama fakta2 yang terbeber) mengakses pornografi dari handphone yang dibelikan oleh orangtua mereka! Hp model bagaimana yang kita kasih ke anak-anak kita? Bisa akses internet-kah?
Apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua?
- kuasai cara berinternet
- cek riwayat koneksinya
- "berteman" dengan anak
- ikut perkembangannya
- ajak anak bijak berinternet
- diskusi dengan mereka
- arahkan dan kontrol

2. Games (14%)
Gadget apa yang telah diberikan ke anak? Hp, tablet PC, i-Pad? Atau lainnya? Diisi dengan games-kah? Gak usah maluuuuu... saya pun tersandung2 dan tertampol2 dengan pertanyaan Bu Ely. Iyah, kami ngasih tablet PC buat anak2. Tapi saya pribadi, buat Nikki (kelas III SD), tablet baru dikasih saat dia libur sekolah aka hari Minggu. Hari2 laennya dia lebih sering maen bola sama teman-temannya.

Eh, kembali lagi ke seminar. Kemarin di seminar, Bu Elly sempat memaparkan 5 besar games yang big no no buat anak-anak. Games tersebut adalah: GTA, Point Blank, Mengintip dan Mencuri (di FB), Sims, serta God of War. Bahkan ditengarai, tawuran anak sekolah yang sering terjadi itu, senjata yang mereka gunakan, banyak yang "mengadaptasi" dari God of War. **garuk-garuk aspal saking nyerinya hati**
Ada pula satu game yang dikategorikan UN sebagai cyber crime (perlu disebutkah game-nya?) **saking gak tega mau cerita dan ngomong**

Yang harus kita lakukan sebagai orangtua:
Belajar kenal dengan games; Tanyakan pada anak games apa yang dimainkannya; Periksa RATING/PERINGKATNYA; Dari mana dia mendapatkan; Tahu tidak dampaknya; Diskusikan

Terus, kalo mau beli games, lihat di sampul depan dan belakang yak (meski ini tidak begitu menjamin karena ada yang diganti oleh para pembajak). Ini rating video games yang dikeluarkan oleh The Entertainment Software Rating Board (ESRB): 
- EC (Early Childhood) untuk anak 3-10 tahun
- E (Everyone) untuk semua umur 
- E10+ (10 tahun ke atas) 
- T (teen= 13 tahun ke atas) 
- M (mature=17 tahun ke atas) 
- AO (adults only=dewasa) 
- RP (rating pending) 
Faktanya, banyak video game ber-rating AO atau M yang dibajak dan diubah ratingnya menjadi T.

3. VCD, DVD, Film Bioskop (14%)
Waktu pemaparan soal ini rasanya ya, tersandung-sandung. Soalnya saya sering ngajak Nikki nonton film superhero di bioskop. **pengakuan dosa** :(
Nah, kalo anak sudah ABG dan mau nonton bareng sama teman-temannya ini nih yang wajib kita ketahui:
- perlukah ke bioskop?
- dengan siapa?
- mau nonton apa?
- sadar tidak iklan film sebelum, di tangah, dan di akhir film yang ditonton
- bicarakan dengan anak dampaknya melihat adegan syur dalam keadaan gelap dengan teman?
Film yang tidak layak tonton di antaranya: Buruan Cium Gue, Virgin, Akibat Pergaulan Bebas

4. Komik (13%)
Kemarin Bu Elly sempat bilang: jangan sampai kita salah membelikan komik anak-anak. Yup, karena katanya, bisa jadi komik yang dipajang di dekat kasir atau rak toko buku itu bagian anak-anak itu adalah komik porno. Jadi, sebagai orangtua, meski itu bentuknya komik, kita tetep harus hati-hati.
Apa yang harus dilakukan?
- jangan beli komik sembarangan -liat isinya
- periksa tas, rak buku, bawah tempat tidur, dan di antara pakaian dalam lemari
- Ajarkan anak berbagai jenis bacaan: science, aksi, petualangan, dongeng, kisah/riwayat rasul dan sahabat
- membaca! - karena anak akan meniru

5. Iklan (8%)
Pernah memperhatikan iklan-iklan di TV? Atau di media luar ruang yang "mengundang?" Apakah anak kita ikut menontonnya? Atau iklan di bioskop sebelum film dimulai?

6. Sinetron & TV (5%)
Saking gak pernahnya nonton TV lokal krn males liat programnya, kemarin waktu ditayangin potongan sinetron remaja, saya sampe terlongo2. Gila! Di situ jelas banget, sinetron itu benar-benar ngajari penontonnya setiap step buat ML atau ciri-ciri kecanduan pornografi! Dan itu adalah sinetron remaja! (pake seragam SMA bok). :(
Apa yang harus dilakukan?
- atur jam TV hidup
- pilih program
- Bahas sebelum dan sesudahnya: apa yang anak suka dan tidak suka, mengapa?
- ada tidak program lain yang dinilai lebih baik
- pantau
- beri program pengganti yang lebih baik

Menurut Mark B Kastleman, pendiri CANDEO dan penulis buku The Drug of the New Millenium, yang diinginkan oleh para predator sex dari anak-anak kita adalah agar:
1. Anak dan remaja kita memiliki perpustakaan porno (= mental model porno, yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja)
Maksud perpustakaan di sini bukan saja secara riil. Yang mereka inginkan adalah perpustakaan di otak. Ingat bagaimana kita atau anak kita belajar perkalian dan pembagian? Yak, dengan menghafal. Dan sampai tua pun kita masih ingat soal perkalian itu karena sudah hafal dan lama-lama terbiasa.
Seperti itulah yang mereka inginkan. Bahwa otak anak akan terus merekamnya, mengingatnya. Kapan pun, di mana pun. 

2. Kerusakan otak permanen
Pre Frontal Cortex
Kecanduan pornografi membuat rusak bagian otak yang bernama Pre Frontal Cortex. Bagian inilah yang mempunyai peran sebagai direktur di otak. Dari foto kelihatan bahwa fungsi PFC adalah tempat moral dan etika. Yang bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi tunda kepuasan, pengontrolan diri, dan menuntun kita untuk mengambil keputusan.

Rangsangan pornografi di otak seperti ini: 
Anak awalnya akan shock --> mengeluarkan hormon dopamin di otaknya (membuat merasakan kenikmatan) --> senang --> BLAST --> keinginan buat melihat lagi --> merasa lebih baik 

3. Menjadi Pelanggan Seumur Hidup

Ya, mereka menjadikan anak-anak kita their future market. Serem kan? :(
Target utama mereka adalah:
1. Anak laki-laki
2. Belum baligh
3. BLAST (boring, lonely, angry/afraid, stress, tired)
Kenapa anak laki-laki? Karena hormon testosteron anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan anak perempuan sehingga mereka gampang terangsang. 

Ciri anak yang kecanduan Pornografi:
- mudah haus dan tenggorokan kering
- sering minum
- sering buang air kecil
- sering berkhayal
- sulit konsentrasi
- jika bicara, menghindari kontak mata
- sering bermain PS & internet dalam waktu yang lama
- prestasi akademis menurun
- main dengan teman/kelompok yang "itu-itu" saja
- berperilaku aneh, seperti: kancing baju sampai ke atas, rambut gondrong, dll

Jangan salah, jangan kaget. Ada sinetron remaja yang mengangkat itu semua, lengkap dengan keterangan ciri-cirinya! **Ya Alloh... saya merinding ngliatnya**

Terus, bagaimana kalau anak sudah memiliki ciri-ciri itu? Kita harus bagaimana?
1. Tenang
2. Hindari marah dan panik
3. Terima: maafkan, minta ampunkan, dan bermusyawarah
4. perbaiki pola pengasuhan
- rumuskan ulang tujuan pengasuhan
- orangtua mengenali kelebihan dan kekurangan diri masing2
- sepakat dual parenting (waktu, cara, konsekuensi)

Perlukah ke terapis? Jawabannya adalah: You are the best terapist! Kita, orangtua, adalah terapis terbaik di dunia bagi anak-anak kita. Jangan lupa, gunakanlah kekuatan sentuhan.
Langkah berikutnya adalah:
- cari tahu penyebab anak mulai kecanduan (games atau pornografi)
- selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan harga diri (karena kecanduan, biasanya harga diri mereka menurun)
- jelaskan target penyedia pornografi
- tanyakan bagaimana pendapatnya
- susun langkah yang akan dilakukan

8 Hal yang Membantu Anak:
1. Jangan fokus pada aspek akademis semata
2. Aktif menggunakan teknologi media
3. Komunikasi dan Disiplin
4. Perkuat Allah dalam diri anak. Bicarakan tentang memelihara kesucian sampai menikah.
5. Kemampuan berpikir kritis
6. Konsep dan harga diri yang baik
7. Mandiri dan bertanggung jawab
8. Dan tak ketinggalan: doa!

Fiuh... kelar sudah saya menulis semua materi seminar sesi I. Besok pagi saya ikut seminar sesi 2, Hindari Anak dari Kekerasan Seksual. Semoga nanti bisa sharing2 lagi. :)

Engkaukah itu anakku, engkaukah buah hatiku?
Mari kita jaga anak-anak kita. 

Monday, September 17, 2012

Anak, Bahasa Alay, dan Teknologi

Perlukah belajar bahasa alay? Dulu sih, saya langsung bilang: buat apa? Gak perlu! Tapi setelah ikut seminar sesi I yang diadakan Supermoms, Tantangan Mendidik Anak di Era Digital, saya akan jawab: Perlu. Tapi teteb, ini tergantung konteks. Kalo buat kerjaan saya sih, saya bakalan jawab gak perlu. Tapi begitu ditanya terkait keluarga saya, saya akan jawab: perlu!

Di seminar kemarin, Bu Elly Risman memberikan contoh satu SMS dari ABG yang membuat saya kaget, sampe kelu, sampe merinding, sampe pengen nangis rasanya. :(

Bingung bacanya? Saya bacakan yak:
My luppi,
Thanks ya udah mo nyoba, bener
kan sakitnya cuman sebentar,
besok ku ke rumahmu
kita coba lagi ya
Kubeliin pengamannya
Mau rasa apa? :*

God! Hati saya bener-bener hancur waktu diterjemahin begitu. Iyah, saya juga gak bisa bacanya. Dan karena itu pula, saya sekarang dikit2 belajar bahasa alay. Gimana rasanya nemuin teks begitu di hp anak coba?? Bayangkan kalo kita gak bisa baca. Argggghhhh...!!! Yang ada rasanya dunia sudah kiamat. Catatan: di hp, biasanya tulisan itu harus dibaca dibalik. Itu sudah dibalik yak.

Fiuh, susah ya, jadi orangtua jaman sekarang. :D Kita harus mengikuti semua yang terkait dengan anak. Pantengin anak lewat semua jejaring sosial yang dia ikuti. Penting banget itu. Atau sudah ngasih handphone ke anak? Euuuuh... kalo itu sih, kehati-hatian harus ditingkatkan 150%. ;) Sungguh. Hp &BB adalah sarana yang dipake oleh para "predator" yang mengintai anak-anak kita. Modus para predator itu, dalam mendekati anak-anak, di antaranya:

1. Miss-call, SMS, BBM
Para predator ini ya, mereka punya banyak strategi. Yang mereka lakukan, biasanya:
- meluangkan waktu, uang, dan energi (booook, ini orang emang niat, jadi semua itu bukan apa-apa buat dia).
- pendengar yang baik dan berempati dengan masalah anak (Yeaaaah, makanya, selalu luangkan waktu buat anak. Siapa tahu mereka sedang punya masalah dan gak punya tempat buat curhat)
- Anak digoda, dibujuk, dan diberikan hadiah
- Konten se*sual (Nah, kalo kirim2 yang berbau se*s, mereka itu biasanya adalah pelaku kekerasan aka predator itu).

2. Dipaksa oleh pacar
Nah, kalau anak kita sudah punya pacar (haduuuuuh, jangan buru2 punya pacar ya Nak), kita pun harus lebih hati-hati. Kasus ini pun rasanya sudah banyak banget yang diungkap media.

3. Dijual oleh teman/tetangga
Yak. Banyak orang gelap mata begitu lihat uang. Teman, tetangga, kadang-kadang bisa jadi bukan lagi orang yang kita kenal. Sudah banyak kasus yang diungkap oleh media massa.

Jah! Kalo di BBM ada begini, apa yang kita lakukan coba? Dan kalo tiba-tiba dari BB anak, sodara, keponakan, atau anak temen tiba-tiba muncul begini, kek apa rasanya coba? **elap-elap peluh**

Jadi yaaaaa... para orangtua! Jangan pernah merasa aman dan nyaman. Periksa tuh tas anak-anak, jangan didiemin. Periksa pula hp, BB, atau apalah. 
Sebenernya, para predator yang mengincar anak itu tidak tahu bahwa bahaya juga mengancam mereka. Jadi, begini... kalo para predator itu berhubungan s*ks dengan anak-anak, diri mereka, terutama otak mereka itu, rusak serusak-rusaknya dalam artian riil. Kalau dilihat perbandingannya begini:
Menurut Dr Donald Hilton Jr, begitu itu perbandingannya. Yang paling bawah itu predator anak-anak. Yang paling atas itu kokain, bawahnya metamfetamin, dan obes. Itu berdasarkan MRI yak. Keliatan kan, bahwa para predator itu 5 bagian otaknya rusak parah. Sekali lagi, itu bukan kira-kira tapi berdasarkan pencitraan resonansi magnetik aka MRI.

Terus, apa yang harus kita lakukan?
- "Berteman" dengan anak
- Ikut perkembangannya
- Diskusi dengan mereka
- Arahkan
- Kontrol

Makin waswas? Sama. Saya juga. Dan masih ada beberapa hal lagi yang saya dapat di Seminar sesi I kemarin. Seperti saya bilang, saya gak bisa langsung tulis semua karena saking banyaknya. Jadi saya bagi beberapa tulisan. Arggggh... semoga udah kelar sebelum sesi II mulai. :D

Friday, September 14, 2012

Satu Hari di Keong Mas

Sudah lama sekali gak ke Taman Mini Indonesia Indah. Dulu, waktu masih tinggal di Cililitan, karena TMII kayaknya "cuma di situ doang", sering sekali kami ke TMII. Dari ke museum sampe cuma gelaran tikar di pinggir danau.
Teater Imax Keong Mas, TMII
Karena inget sudah beli tiket diskonan buat ke Teater Imax Keong Mas, akhirnya Minggu kemarin kami ke TMII. Waktu bilang ke para krucils kalo kita mau ke Keong Mas nonton film dengan layar raksasa, mereka antusias sekali. Apalagi Kira. Dia berpikir bahwa kita mau nonton film dengan judul Keong Mas. Jadilah dia berkali-kali bilang: "Mama, Kira mau nonton Keong Mas aja. Nanti ada putri yang disihir kan ya?" Eh, Nak. Kita nonton sesuai jadwal film ya. :)
Berbagai macam rumah keong
Ah, Putri Candra Kirana, si Keong Mas
Sebenarnya pengen banget nonton Flying Monsters. Cuma masalahnya, film diputar pukul 09.00. Aiiih, kayaknya gak bisa sampe TMII jam segitu deh. Akhirnya setelah kena macet dst, kami sampe TMII sekitar jam 11.00. Liat2 jadwal film, akhirnya anak-anak maunya nonton T-rex. Masalahnya, film itu diputar jam 14.00. Ah, mau ke mana kita? Tengak-tengok, akhirnya lihat area outbound di seberang tempat parkir. Jadilah ke situ.

Tempatnya enak. Teduh dan banyak pohon. Dan permainannya lumayan banyak. Anak-anak awalnya main becak mini. Kira yang jadi penumpang, Nikki yang jadi tukang becak. Baru sebentar, udahan. Mereka akhirnya maen sepeda mini yang ada di situ juga, muter-muter. Terus nyobain permainan lain. Karena tempatnya yang teduh, banyak pohon, dan luas, banyak orang memanfaatkan buat acara keluarga, gelaran tikar, halalbihalal, dst.


Kira begitu liat rumah pohon pengen naik ke atas. Sudah beli tiket, sudah diajak naik ke atas, tapi begitu sampai di jaring-jaring di atas, dia gak mau bergerak. Errrr... padahal seharusnya ke rumah pohon ini, karena dicap di tangan, kita bisa naik turun kapan pun sampai bosen. **emak-emak penuh perhitungan**
Setelah keliling-keliling, akhirnya Kira minta main water ball. Ini permainan pakai bola plastik gede gitu, terus anaknya masuk ke dalam bola. Tadinya agak-agak kuatir juga Kira gak berani. Nyatanya, dia malah kesenangan, gak mau udahan. Sampai anak lain pada ngantri nunggu giliran. :))

Sementara Kira main water ball, Nikki main di trampolin. Hadoh, ini anak heboh karena dia mau udahan. Karena lumayan tinggi, Nikki gak mau. Ya sud, akhirnya udahan. Lihat jam, kok kayaknya nunggu jam 14.00 lama amat yak. Akhirnya kami duduk-duduk di skate park sambil lihat orang-orang yang bermain dan berlatih skateboard. Nikki tadinya pengen, tapi yakin deh... gak bakalan lama. Begitu tahu ada inline skate akhirnya dia lebih milih untuk maen itu. Ya sud, akhinya nunggu Nikki maen skate aka sepatu roda, sementara kami duduk-duduk. Kira sebenernya pengen banget ikutan. Tapi yah, mau gimana lagi. Di tempat persewaan tidak disediakan sepatu ukuran Kira. :( Nikki seneng banget di area itu. Karena disediakan instruktur, jadi dia "serius". :D
Skate Park, TMII
Yang di dalam itu Kira loh... :)
Haluw, Kira...!
Pukul 13.30 kami keluar dari area inline skate dan menuju teater Imax. Yeah, kan tujuan utama memang nonton. Sampai di area teater kami gak perlu lagi antri di loket karena kami sudah membeli tiket diskonan secara online. Jadi tinggal ngasih print-an tiket ke petugas. Pukul 13.45, kami dah siap-siap depan pintu teater, nunggu dibuka. Kan di jadwal film pukul 14.00. Tunggu punya tunggu, ternyata yaaa... maksudnya pukul 14.00 itu bukan film-nya yang main, tapi pintu dibuka!!! Sudah gitu, sampai di dalam teater (tentu berebut tempat duduk), filmnya lama. Anak-anak sudah tanya-tanya terus, kapan film-nya main. Akhirnya Mas bilang: "Sabar ya, namanya juga keong." :)) Itu pas hari Minggu kami ke TMII. Gak tahu deh kalau hari-hari biasa.

Kemarin kami nonton film T-rex. Intinya sih perdebatan apakah T-rex itu bertelur? Ceritanya soal penggalian tulang dinosaurus dan fosil mereka di museum. Kira sempet tutup muka dan nempel waktu ada T-rex. Yah, kan namanya layarnya gede banget gitu. Anak-anak sebelumnya yang takjub lihat layar segede itu. Sayangnya, kursi-kursi di teater agak keras.
Yak, Nikki, dengarkan baik-baik! :)
Hurray... sudah mulai bisa
Hm, hari itu anak-anak lumayan puas. Bahkan dah rikwes buat balik lagi. Sampai di mobil mereka langsung tepar. Kecapekan main.

Tiket Taman Mini Indonesia Indah:
1. Tiket masuk
- Per orang Rp 9.000
- Mobil Rp 10.000

2. Teater Imax Keong Mas
- Umum Rp 30.000
- VIP Rp 50.000

3. Area Outbond Keong Mas
- Rumah Pohon: Rp 20.000
- Trampolin: Rp 20.000
- Sepeda mini: Rp 15.000 (boleh pakai sepeda, becak, dst)
- Water ball: Rp 20.000
- Inline Skate: Rp 60.000 (termasuk instruktur selama 30 menit, main sepuasnya)
- Flying fox: Rp 20.000
- Skate Park: Rp 15.000

Thursday, September 13, 2012

3 Tahun Blogger Bekasi

Sudah lama banget saya gak pernah ikutan kumpul-kumpul para blogger. Para blogger secara umum maksudnya. Soalnya terakhir-terakhir, perasaan kok ya... kebanyakan anak-anak muda. Kan saya jadi berasa tua, begitu. :)) Kalau blogger emak-emak sih ya, kadang-kadang masih lah.
Ini loh, Kantor Wali Kota Bekasi, tempat acara ultah Be-Blog
Dulu, awal-awal Blogger Bekasi terbentuk, saya pun datang. Eh, gak terasa sudah 3 tahun yak, baru saya datang lagi ke acara mereka, Ulang Tahun ke-3 Blogger Bekasi. Senengnya datang ke acara yang diadakan Be-Blog, saya jadi tahu soal Bekasi. Tempat-tempat yang belon pernah saya kunjungi. Kayak Sabtu kemarin. Kalau bukan karena ulang tahun Be-Blog, saya gak pernah datang ke Kantor Wali Kota Bekasi kayaknya. :) Dan karena saya naik angkot, saya pun jadi tahu banyak hal di sepanjang jalan menuju tempat acara. Wiiiih, beneran. Daerah Bekasi kota situ bukan daerah "jelajahan" saya.
Halaman kantor Wali Kota Bekasi penuh pohon
Saya ngiri sekali dengan trotoar ini. Bisa tidak di Pekayon dikasih begini?
Naik angkot sebenernya enak. Saya cuma sekali naik angkot. Tapi masalahnya, itu angkot salah menurunkan saya, di sebelah kanan gerbang utama. Jadilah saya harus jalan muter menuju gerbang utama. Tapi terima kasih kepada sopir angkot. Saya jadi tahu bahwa ada trotoar bagus di Bekasi, yaitu di depan kantor wali kota. Sejak saya pindah ke Bekasi, saya selalu geregetan dengan masalah trotoar karena sepanjang Pekayon itu sama sekali tidak ada trotoar!!! Bagi saya yang ke mana2 naek angkot, sesuatu banget lah. 

Sampe acara, saya ketem Mbak @IndahJuli. Hola...! Sudah lama kita gak bersuo ya mbak. Ketemu beberapa orang yang saya tahu cuman sekedar nama. Dan tengok-tengok, aiiiih, kok banyak anak kecil yak. ABG maksudnya. Regenerasi blogger kayaknya. 
Sharing dari Pak Jamil Azzaini
Secara umum, acaranya oke. Sharing dari Mbak Silly soal Blood for Life membuat saya terharu. Apalagi waktu diputarkan video tentang Blood for Life. Kesediaan berbagi buat sesama membuat saya tertohok. Saya sudah ngapain sih, buat sesama? :( Terus Mbak Silly pun bilang bahwa kalau kita berbagi hal-hal baik lewat blog, hal-hal baik pun akan datang ke kita. Aiiiiih, pengennya sih begitu, mbak. Cuman kadang2 saya perlu "tempat sampah". :D

Pas acara utama, Pak Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia, pun "menyindir" saya. Saya salut banget sama Pak Jamil yang selalu bisa ngeblog dengan teratur di tengah aktivitasnya yang bejibun. Maka dari itu, Pak, beberapa hari ini saya ngebut bikin postingan karena banyak hal terlewat. Dulu memang seminggu sekali, setiap hari Senin saya ngeblog. Tapi ternyata saya kalah dengan kemalasan. Pesan dari Pak Jamil yang paling terngiang adalah (intinya sih, persisnya lupa): jangan hanya mencari informasi di internet, tapi kalau bisa menyediakan informasi. Errrrr... tertohok banget gak sih? :D
Om Jay, Mbak Silly, Nawala, Amril Tg
Sebelum makan siang saya pulang karena anak-anak menunggu di rumah. Emaknya ke acara ulang tahun Be-blog, bapaknya sepedaan. Jadi buru-burulah emak-emak ini pulang ke rumah buat nemenin anak-anak. Tapi sungguh, acara Be-Blog kemarin membuat saya babak belur berkali-kali tertonjok sindiran merasa diingatkan akan blog saya ini.

Borobudur - Mudik 2012 (Part 2)

Hari ketiga lebaran. Tadinya kami berencana mau ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Mimpinya sih: naik kereta uap kuno. Sayang beribu sayang, ternyata wisata kereta baru terbuka buat umum pada hari kelima lebaran. Errrr... Ngitung2 cuti, kayaknya gak sampe deh. Gak mungkin banget. Akhirnya diputuskan, hari itu kami ke Borobudur, Magelang, Jawa Tengah!
Nikki dan Kira di Borobudur
Berangkat pagi dari rumah. Tapi apa mau dikata. Namanya lebaran, semua jalan menuju tempat wisata macet. Tapi ya, sepanjang jalan menuju Borobudur, saat melihat perbukitan Menoreh, rasanya asyik banget!! Tiba-tiba membayangkan sosok Agung Sedayu. :))

Sampe Borobudur pas jam makan siang. Lagi panas-panasnya. Dan kami sudah tidak bisa masuk ke area parkir yang penuh dengan bus2. Akhirnya dapat area parkir agak jauh, tapi lumayan enak. Sepintas sih cuman lahan dari perumahan penduduk. Tapi begitu ke dalam ada jejeran toilet dan tempat buat sholat. Lumayan lah.
Kira berasa jadi turis yak? :)
Turis kecil! :p
Baru turun dari mobil, kami dah diserbu penjual topi. Untungnya bawa 2 payung. Tapi Kira pengen banget punya topik cantik. Akhirnya beli juga, Rp 15.000 kalau gak salah. Intinya sih: asal berani nawar! ;) Masuk ke kompleks Borobudur, sempat jiper juga liat lautan manusia. Tapi mau bagaimana lagi kan? Dah terlanjur. Sudah jauh-jauh datang ke sini. Setelah antri bayar tiket, kami masuk. Tadinya mau nyewa guide, tapi melihat lautan manusia itu, kayaknya gak efektif deh nyewa guide. Padahal dah pengen banget. Manalah saat bilang ke anak-anak bahwa fungsi guide salah satunya menceritakan kisah yang ada di candi mereka antusias banget. Apa pun, terkait dengan kata "cerita" pasti dua krucil ini dah heboh. 

Tadinya pengen nyewa andong. Tapi gak ada. Sepeda? Panas-panas begini gak mungkin, apalagi bawa Kira. Pilihannya tinggal jalan kaki menuju candi atau naik kereta wisata. Aiiih, saya sih mending naek kereta wisata. Ternyata naik kereta wisata di Candi Borobudur asyik juga. Kami bisa jalan mengelilingi candi. Sayangnya, posisi gak enak, jadi susah foto2 candi. :(
Sampe di candi, anak-anak lumayan hebat. Mereka bisa naik ke atas candi dengan jalan kaki, termasuk Kira! Meski turunnya Kira minta gendong, itu dah lumayan banget buat anak 4 tahun, kan? :D Di atas kami cuma bisa menerangkan seadanya ke anak-anak. Kalo relief candi sih, gak mungkin kami bisa cerita detail. Tapi denger sepintas-pintas begitu sudah membuat mereka seneng. Dan akhirnya Nikki bilang: "Mama, kapan-kapan kita ke sini lagi ya. Aku mau diceritain yang ada di candi itu." 

Turun dari candi, anak-anak tetap semangat. Apalagi ngeliat banyak pedagang mainan. Tentu mainan semacam gasing, kuda-kudaan, juga penjual aksesori, kaos, sandal, gantungan kunci, dan seterusnya. Belanja? Tentu. Kan kami butuh oleh-oleh buat para tetangga yang ditinggal mudik. Yang dititipi kucing, kelinci, dst. Intinya sih, kalau belanja di sini: tawar2 yak. Selesai belanja kami nyari makan siang. Akhirnya nemu warung yang cukup rame. Dan harganya normal, menurut saya. Rp 5.000 dapat semangkok soto. Horeeee...!!!
Ada bagian yang sedang dipugar
Setelah sholat dzuhur kami berencana mau mampir ke Jogja. Tapi macetnya panjang kali lebar kali tinggi deh. Tapi akhirnya kami ke Bantul juga, karena ada yang mau dikunjungi. Sampe di Bantul sudah sore banget, hampir magrib. Tapi anak-anak seneng, mereka pada duduk-duduk di pinggir sawah. Dan akhirnya, kami pulang... sampe di rumah jam 11 malem!!!! Ugh. Capek? pasti. Seneng? Sudah pasti. :p

Tentang Borobudur:
1. Tiket: 
- Dewasa: Rp 30.000
- Anak-anak di bawah 6 tahun: Rp 12.500

2. Kereta wisata: Rp 5.000
Ini sekali jalan. Mengelilingi candi. Harga segitu sudah termasuk air mineral dalam kemasan botol kecil. 

3. Andong: Rp 30.000 
Ini untuk keliling candi, sama seperti kereta. Itu untuk 4 orang.

Wednesday, September 12, 2012

Mudik (part I)

Yak, sebelum saya benar-benar lupa, mari cerita soal mudik kemarin.
Jadiiii... setelah menempuh kira-kira 20 jam, sampai juga saya di rumah, di kampung halaman. Gak usah kaget, ini sudah lebih cepet daripada tahun kemarin yang sampai 26 jam!!! :D
Satu-satunya rest area yang kami kunjungi! Fiuh.
@Rest Area Brebes
Saya pulang tanggal 17 Agustus sore. Begitu masuk tol sih lancar, tapi begitu masuk Cikampek, kita sudah gak bisa masuk. Ditutup total. Errrr, gak enaknya lewat jalur alternatif adalah: gak ada rest area! **nangis** Jadi sepanjang jalan, pas waktunya buka, kami cuma mampir di masjid, sholat magrib. Setelah itu lanjut perjalanan. Pengennnnn... banget ketemu rest area! Tapi nyatanya, di jalur alternatif itu gak ada satu pun. Akhirnya kami berhenti di depan Alfamart!!! karena itu satu-satunya tempat yang lega dan bersih. Jadi bisa gelaran dan makan. :(

Angin, Laut, Matahari... :)
Pulang ke kampung halaman, ketemu ibu dan saudara-saudara, itu menyenangkan. Karena ibu saya termasuk yang paling tua di kampung, dan paling tua di antara saudara-saudara, jadi tanpa keluar rumah pun, saya sudah bisa ketemu sodara-sodara dan orang sekampung. Hehehe.

Hari pertama lebaran, rumah penuh sesak! Sampe satu tetangga bilang: kayaknya balai desa pindah ke sini yak? Kqkqkq. Jadi, daripada saya jalan-jalan, saya nunggu para tamu ajah di rumah. Ketemu semua orang dong. Sore, baru ke makam bapak bareng Mas & anak-anak.
Pasir, pasir... aku suka pasir!

Sand, Sun, Sea
Hari kedua lebaran. Mulai jalan. Pagi sih masih di rumah. Siang ke rumah mbah. Meski mbah dah gak ada, rasanya, masih ada kewajiban untuk mengunjungi rumah mbah. Gak bisa lama-lama karena rencananya sih kami mau ke laut. Di kampung saya, karena kampung saya itu termasuk berdekatan dengan berbagai macam laut, jadi kita tinggal pilih mau yang ke mana. Tapi akhirnya kami memutuskan ke: laut Ambal. Kenapa? Karena dari daerah Ambal inilah asal sate Ambal. Jadi kita bisa sekalian beli sate.


Setelah maen pasir, nyebur ke kolam
Istimewanya sate Ambal? Bumbunya. Kalau kebanyakan sate memakai bumbu kecap atau kacang, sate Ambal memakai tempe. Duluuuu... awal2 saya keluar dari kampung, saya suka yang "takjub dan kaget" gitu lihat sate pake kecap atau kacang. :)) Karena dari kecil sampe gede saya tahunya cuman sate Ambal.



Sate Ambal
Masuk ke pantai Ambal kemarin sih, karena hari kedua, masih belum bayar. Biasanya kalau masuk itu bayar Rp 2.000/orang. Ini pantai dengan pasir hitam. Dengan ombak yang gede karena laut selatan (Samudra Indonesia). Jadi kalau bawa anak-anak harus dipegangi. Di sini ada kuda tunggang juga, tapi Nikki & Kira gak mau naik. Mereka lebih seneng maen pasir & ombak sepuasnya. Puas maen pasir, anak-anak nyebur ke kolam. Yup! Di sekitar laut ada kolam-kolam buat anak-anak. Juga tempat buat bilas. Cukup bayar Rp 2.000 sepuasnya. ;) Tapi, tapiiiiii... cobalah untuk galak. Karena kalau tidak, orang2 suka asal serobot, gak mau antri.

Setelah berenang sampe bibir biru, mandi, kita pulang. Eh, tunggu dulu. Kalo abis berenang kan lapar yak. Jadilah kita nyari sate Ambal di seputaran situ. Hm, mungkin karena Lebaran, brasa satenya kecil2 yak. Dan lagi.... mobil yang masuk ke pelataran tempat sate berplat B semua. Euuuuh.

Peran Ayah

Bismillah... sebenarnya banyak banget yang mau diposting. Tapi nyicil-nyicil dulu. Semoga akhir bulan ini kelar. Harus pasang target, sebelum tambah numpuk. :p

Awal bulan lalu saya ikut tetralogi seminar yang diadakan oleh Supermoms. Banyak banget ilmu yang saya dapat. Tapi berhubung saya ini susah fokus kalau nulis panjang-panjang, mending saya bagi dalam beberapa tulisan.
Papa, Nikki, Kira sedang "berkemah"
Mengambil tema besar Teknologi dan Pendidikan Seks untuk Anak, seminar dengan pembicara Ibu Elly Risman kemarin benar-benar membuka mata saya. Hati saya. Apalagi saat Bu Elly bilang: Berayah ada, berayah tiada. Beribu ada, beribu tiada. Rasanya ya, kalau saat itu ada panah Orc, saya rasa satu pasukan Orc sudah memanah hati saya. Ya, generasi Z (lahir tahun 1994-2009), mungkin banyak yang merasakan begitu. Berayah, tapi seberapa sering sosok Ayah hadir? Beribu, tapi seberapa sering sosok ibu hadir?

Saya sadar bahwa saya (dan suami) telah mengambil satu pekerjaan besar yang tidak ada sekolahnya, yaitu menjadi orangtua. Di Sesi I kemarin, ada hal yang menjadi perhatian saya, yaitu tujuan pengasuhan. Seberapa banyak orangtua yang punya tujuan untuk apa membesarkan anak-anak mereka? Agar menjadi seperti apa anak-anak mereka? Seberapa penting prestasi akademik anak?

Menurut Bu Elly, tujuan pengasuhan adalah membentuk:
  1. Anak yang bertuhan
  2. Calon suami/istri yang baik; calon ayah dan ibu yang baik
  3. Profesional yang baik
  4. Pendidik bagi anak dan istri (khusus anak laki-laki) 
Kenapa anak laki-laki lebih banyak? Sebab dialah yang kelak menjadi imam dalam keluarga, dan tentu bertanggung jawab atas anak dan istri. :) 
Kemarin juga dibahas soal pentingnya Peran Ayah.
Dikatakan bahwa kebanyakan anak Indonesia itu fatherless. Untuk itu, peran dan fungsi Ayah saat ini perlu mendapat perhatian. Dengan catatan, bedakan pengasuhan anak laki-laki dan perempuan. Begitu anak laki-laki berumur 7 tahun ke atas, dia harus lebih banyak "bergaul" dengan ayahnya. Buat apa? Karena mereka anak laki-laki. Biarkan dia belajar menjadi "laki-laki" dengan ayahnya.

Memangnya beda? banget. Saya pernah merasakan, kok waktu ngajari Nikki naik sepeda. Dan akhirnya dikritik Mas habis-habisan karena tentu saja, cara naik sepeda antara laki-laki dan perempuan itu lain! :p

Seberapa penting peran ayah? Hasil tesis Ibu Diah Karim (Psikologi UI) menyebutkan, kurangnya peran ayah membawa dampak buruk kepada anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Kurangnya peran ayah pada anak laki-laki bisa menimbulkan:
  1. Kenakalan
  2. Anak yang Agresif
  3. Narkoba
  4. Seks Bebas
Sementara ke anak perempuan menimbulkan:
  1. Depresi
  2. Seks Bebas
Kalau mendengar penjelasan dari Bu Elly, rasanya memang serem. Apalagi di seminar itu diungkapkan banyak sekali kasus yang melibatkan anak-anak. Mari kita jaga anak-anak kita. Jaga anak kita jangan sampe menderita Blast (boring, lonely, angry/afraid, stress, tired). Selalu ingat bahwa anak perlu validasi 3P: penerimaan, penghargaan, dan pujian. Dan jangan lupa, dual parenting. Bukan hanya peran ibu, tapi peran ayah pun sangat besar untuk perkembangan anak-anak.
Jadi.... anak-anak kita, akan ke manakah masa depan mereka?