Monday, November 19, 2012

Air Terjun Bidadari

Meski orang laen bilangnya minggu kemaren itu ada looooong wiken, buat saya sih gak berlaku. Tapi efeknya lumayan juga, setidaknya saya bisa libur dua hari, Sabtu-Minggu. Hurray! Jarang-jarang begini. Akhirnya kami memutuskan harus jalan. Tapi kemudian berpikir: ke mana? Kalau ke luar kota, liat info-info kayaknya macet di mana-mana. Akhirnya diputuskan kita ke Air Terjun Bidadari, yang hitungannya "cuman di situ doang". :)
Saya suka pemandangan di sekitar air terjun!
Kalau dikelola dengan baik, kayaknya bakal bagus! :)
Air Terjun Bidadari aka Curug Bojongkoneng ini terletak di Bojongkoneng, daerah Sentul. Bagi kami sih termasuk "di situ doang" karena terakhir kali ke curug itu di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak yang brasa lumayan jauh. Berangkat dari rumah, rencananya jam 6 pagi. Tapi kayaknya itu agak-agak "gak masuk akal" buat saya yang baru sampe rumah jam 1.30. Belon nyiapin ini-itu. Akhirnya jalan juga hampir jam 7 pagi. Rencananya memang pagi-pagi bener karena bapak-bapak mau sepedaan menuju air terjun.
Luv it!
Nikki: merasakan angin pegunungan! ;)
Sampe Sentul City tanpa hambatan. Jalanan cukup bersahabat. Akhirnya kami parkir di depan Alam Fantasia, seberang Taman Budaya, Sentul. Para sodara (bapak-bapak, ibu2nya saya doang) sudah siap2 setel sepeda dll. Yah, mohon dimaklumi, saya itu bawa dua krucils, jadi maapkan kalo telat-telat dikit. :p Oke, semua siap. Barang-barang dijadiin satu di mobil Mas Pujo (kakak Mas). Saya dan anak-anak pun di mobil itu. Tenangggg... bukan saya yang nyetir. Ada Mas Nano yang nyetir, karena kami hm... jadi "staf logistik dan tim SAR" buat para pesepeda. Wahahaha.

Dan, perjalanan pun dimulai. Saya suka kalau jalan di daerah pegunungan begini. Buka jendela lebar-lebar. Angin dan udara segar berebutan masuk ke dalam mobil. Nikki mulai merentangkan tangan di luar jendela, menyongsong angin. Jalanan? Wih... naik-turun. Ada beberapa tikungan dan tanjakan yang kebangetan. Kami berhenti dua kali buat nungguin yang pada naik sepeda. Jalanan sih sebenernya dah lumayan bagus, dah diaspal. Tapi hanya cukup untuk dua mobil berpapasan. Di beberapa tempat harus berusaha agar bisa berpapasan dengan mulus. :)Untuk yang suka bersepeda, nah... keluarkan segala daya upaya untuk nanjak. Tapi tenang, nanti pas pulangnya cuman turun doang kok. ;) Siapkan rem saja kalo pas turun.

Pemberhentian kedua
Akhirnya Sampai juga!
Setelah pemberhentian pertama, di suatu warung, kami melanjutkan perjalanan, mengikuti spanduk dan petunjuk jalan. Di pemberhentian kedua, setelah melalui tanjakan yang cukup ajaib (sungguh! kalo saya yang naek sepeda saya nyerah), kami bingung ke mana arahnya. Tanya ke bapak-bapak penduduk setempat yang sedang mencari rumput. Saya bertanya: "Pak, maaf, kalo Curug Bojongkoneng itu di mana ya?" Dan jawab si bapak: "Anu, Bojongkoneng nu di handap... brtzzzzzzzzzz" **roaming**

Setelah berlagak sok ngerti omongan bapak tadi dan mengucapkan terima kasih, kami menyusuri jalan. Dan ternyata, ya. Gak usah bingung. Wong air terjun ini cuman ngikutin jalan aja. Lurus teruuuuus... ngikutin jalan. Nanti tahu-tahu ada spanduk yang nyuruh kita ke kiri. Nah, gampang kan? Pokoknya setelah kita melewati tempat foto-foto para pesepeda (titik nol), nah, itu berarti sudah dekat. Dari jalan pun, itu curug sudah kelihatan.

Dari parkiran, harus jalan kaki...
Jadi, air terjun ini masuk dalam kawasan Sentul Paradise Park. Sepertinya, nanti-nanti kalo sudah jadi sih bakal bagus. Kalau kemarin waktu kami ke sana belum kelar deh pembangunannya. Di gerbang masuk kami sudah diperingatkan petugas bahwa: parkir mobil agak jauh, harus jalan menuju air terjun, karena jalanan rusak. :( Wah, saya pikir, okelah, gak papa, sekalian olahraga.

Setelah parkir, ternyata kami masih harus jalan sekitar, hm... stengah kilo dengan kondisi jalan berbatu, becek, dan longsor di sisi-sisinya. Mungkin karena sedang musim hujan kali ya. Kalau gak kuat jalan atau bawa barang? tenang. Di situ banyak ojek dan jasa bawa barang kok. Anak-anak kecil pulak. :D Dan ternyata ya, kalau jalanan gak rusak, sebenarnya parkiran itu gak jauh dari air terjun.
Warung-warung di sekitar curug
Pinggiran kolam, masih dibenahi
Sampai di area air terjun, anak-anak ganti baju renang, dan nyemplung. Ini air terjun alami yang sudah dikelola sehingga jadi tempat wisata menarik. Jadi di sekeliling air terjun dibangun semacam kolam buat anak-anak. Airnya kemarin berwarna coklat karena bercampur lumpur. Tapi kalau di air terjun sih bersih. Di pinggiran kolam ada tempat duduk-duduk dengan payung. Tapi karena penuh, kami gelaran tikar di pasir pantai (yup! di pinggir kolam itu dikasih pasir pantai). Di atas sih ada semacam rumah-rumahan, tapi kemarin belon siap, atapnya masih dibenerin.
Ish... berasa kayak di kali yak.
Anak-anak, begini ajah dah bahagia!
Anak-anak (Nikki, Michael, Kira), langsung maen di kolam. Beberapa kali ke area air terjun. Hm, untuk menuju air terjun ini pun masih ala kadarnya. Hanya jembatan dengan karung pasir yang memanjang dari tepi kolam sampai area air terjun. Waktu datang kemarin kami lumayan pagi, jadi masih agak sepi. Makin siang sih makin rame. Sambil nungguin anak-anak maen, kami nungguin bapak-bapak yang sepedaan sampe air terjun. :p Gelaran makanan ala kadarnya.

Akhirnya bapak-bapak itu sampai di air terjun dengan selamat. Hahaha. Ngobrol sana-sini, makan-makan, minum-minum, sempat ngeliatin ada yang maen flying fox (yup, ada flying fox yang melintasi atas kolam dan lumayan tinggi). Kira sudah gak sabar pengen maen ke Alam Fantasia. Ya sud, setelah pada bilas-bilas kami pulang. Tunggu dulu! Kalau pas menuju air terjun jalanan lumayan "bersahabat" karena menurun, pulangnya... siapkan tenaga karena jalanan menanjak. Gak kuat? Manfaatkan aja para tukang ojek yang ada di situ. :p
Dan, yang berhasil naek sepeda! :p
Nikki, klow foto jangan makan dulu dong...
Beberapa hal tentang Air Terjun Bidadari aka Curug Bojongkoneng:
1. Tiket masuk
- Rp 15.000 per orang
- Rp 10.000 untuk mobil
- Rp 5.000 untuk motor/sepeda

2. Lebih baik siapkan makanan dan minuman yang cukup dari rumah. Sebagai gambaran, satu cup mi instan dipatok Rp 7.000. Air minum dingin (Coca cola, green tea) Rp 6.000 per botol.

3. Gak ada salahnya bawa tikar karena tempat untuk duduk-duduk terbatas.

4. Kamar mandi kemarin minim air bersih.

5. Kalau mau foto-foto di sekitar air terjun, siapkan peralatannya. Minimal plastik lah, biar handphone atau kamera tidak kena air. Lumayan kenceng airnya. Tapi kalau gak mau ambil resiko, minta foto aja ke tukang foto langsung jadi yang ada di situ. :p


6. Pakai sunblock. Kemarin meski gak begitu panas karena sempat mendung, tapi rasanya tetap menyengat di kulit. Apalagi minim pohon (sudah ditanami, tapi belum tumbuh dengan baik).

7. Gunakan pakaian dan alas kaki yang tepat. Sungguh! Kemarin sempat melihat beberapa orang yang salah memilih alas kaki. Sebagai gambaran: jalan menuju air terjun itu berbatu dan berlumpur. :) Jadi jangan pakai sepatu hak tinggi, apalagi berbahan kain. Oh, ya jangan lupa bawa baju ganti. Kalau ke area air terjun, gak mungkin banget gak bawa baju ganti karena airnya ke mana2.


8. Kalau saya pribadi, saya lebih suka air terjun di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Tapi kalau bawa anak-anak, Air Terjun Bidadari lebih cocok deh.

9. Perlu diingat, saat ini kawasan tersebut masih dalam pembenahan. Gak tahu deh nanti-nanti. Mungkin bisa lebih baik. ;) Kemarin ke sana sedang musim hujan, jadi air di kolam keruh. Kayaknya kalau bukan musim hujan sih enggak. Kalau di area air terjun tetap bersih kok.


10. Di sekitar kolam dan air terjun tidak ada sinyal telepon. Jadi kalo mau menelepon, silakan naik ke atas dikit. :p    

6 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

airnya coklat gitu ya mbak

retma-haripahargio said...

Yup. Kayaknya karena musim hujan, kena lumpur. Itu di kolamnya doang. Kalo di area air terjunnya enggak. :)

masrafa.com said...

boleh dicoba nih ... mayan 'cuma' ke sentul

ke2nai said...

boleh juga nih infonya.. sy malah baru tau kl di sentul ada curug.. lumayan deket kan tuh :)

Indah Kurniawaty said...

Aku dari dulu pengen ke Taman nasional halimun itu, Mbak.
Baiklah, akan mulai ngubek-ubek di blog ini apakah kamu pernah posting di sini. Hihihi

Marthien Tioe said...

tlg dong ksh rute jln agar lbh mudah ke sana.terima kasih.