Saturday, November 10, 2012

Cita-cita... tinggallah cita-cita

Dulu, awal-awal saya menapakkan kaki di Jakarta, saya punya sebuah cita-cita yang mungkin, buat sebagian orang, tidak realistis. Karena saya masih "sok idealis" pula, jadilah cita-cita itu tak jauh-jauh dari tokoh yang benar-benar mencuri hati saya. :)

Cita-cita saya waktu itu gak muluk. Bukan pengen punya gedung bertingkat sekian puluh lantai. Bukan pengen punya ini-itu yang mereknya susah dilafalkan. Bukan.
Saat itu saya bercita-cita suatu hari saya akan berjalan kaki menapak tilas perjalanan Minke, sama persis seperti yang dijabarkan di salah satu buku tetralogi Pulau Buru. Keterlaluan? Ah, menilik kayak apa saya dulu, sih enggak. Kalo saya merasa gak sanggup, saya gak akan bercita-cita seperti itu to?
Sebagian "harta karun" saya. :)
Tapi kemudian tahun berganti. Dan sampai sekarang pun saya belon sampai ke cita-cita saya itu. :( Berharapnya sih, suatu hari... saya akan teteb melakukannya. Ntah seperti apa Jakarta saat itu. Bermimpinya sih, "meracuni" anak-anak dengan karya Pak Pram, sehingga satu hari nanti bisa sekeluarga menapak tilas bareng. Haha.

"Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai". ~ Pramoedya Ananta Toer


Selamat Hari Pahlawan!
(siapa pun bisa menjadi pahlawan)

1 comment:

Della said...

Eh, Pram! My idol also! Tossss sama Retma ;)
Salah satu penulis yang buku-bukunya akan gw perkenalkan ke Nadya kelak ;)
Etapi mirisnya anak-anak beliau nggak ada yang jadi penulis ya, Ma.. :(