Tuesday, December 18, 2012

Bali (1): GWK & Dreamland

Saya ngaku bahwa saya bukan emak-emak sempurna. Pun bisa dibilang emak-emak durhaka. Gimana enggak, anaknya lagi semesteran malah dipaksa liburan. Meski anaknya sih seneng-seneng ajah. :p
Patung Dewa Wisnu
Ibarat pepatah ngaco, bersenang-senang dulu, bersusah-susah kemudian. Kita liburan dulu, UAS belakangan. **getok emaknya Nikki** Begitulah. Akhirnya kami meninggalkan sumpeknya Jakarta dan Bekasi, terbang ke Pulau Dewata, Bali.

Karena Nikki masih UAS, liburan pun bawa-bawa LKS. Ish... kasian sekali dirimu, nak. Sebelumnya saya sudah liat kalender pendidikan dari Diknas, tapi ternyata sekolah-sekolah negeri di Bekasi ajaib. UAS sendiri saat sekolah-sekolah laen sudah kelar. Tanya ke wali kelas, jawabnya selalu: tunggu saja, nanti ada pengumuman. :( Dengan begitu, kedurhakaan saya sedikit berkurang, lah. **nyari alesan pengurangan dosa**
Patung Garuda
Karang-karang...
Jalan-jalan di antara karang. Keren!
Kami dijadwalkan terbang pukul 08.20. Tapi karena kuatir jalanan macet, sehabis subuh taksi sudah nongkrong di depan rumah, siap mengantar kami ke bandara. Dan alhamdulillah, semua lancar, cuaca cerah, dan kami tiba di Bali 20 menit lebih awal dari jadwal.

Karena sebelumnya kami sudah telepon rental mobil, jadi kami tinggal ketemuan sama sopir mobil sewaan. Maka, dimulailah petualangan 6 hari di Bali. Yak, 6 hari liburan di saat sekolah sedang UAS. **devilish** 

Cuaca panas terik. Anak-anak dah rewel mau makan. Akhirnya kami mampir ke KFC dulu. Halah... dah jauh-jauh teteb ke KFC. Sebenernya ini salah satu alasan kenapa kami jarang wisata kuliner: anak-anak belum bisa nyicip2 makanan baru. :( Kelar makan, kami beli suplai makanan dan minuman untuk bekal bertualang dan di hotel. Tujuan pertama kami adalah: "Garuda Wisnu Kencana" (GWK). Alasannya simpel: tidak jauh dari bandara dan waktunya cukup untuk menunggu saat check in.

Nikki...!
Akira...!

Masuk kawasan GWK. Bayar tiket masuk, dan langsung menuju plaza utama di mana ada patung Dewa Wisnu dan tidak jauh di belakangnya, patung Garuda. Ehm, sebenernya, menurut saya... ini pintu masuk yang salah. Karena jika kita jalan memutari kawasan itu, untuk balik lagi ke tempat parkir lumayan jauh dan panas. Karena itu, sebaiknya masuk lewat pintu lain, di mana ada toko suvenir dan amphitheater.

Wow! Batu-batu karang yang gede-gede dibelah untuk menjadi jalan. Kita bisa jalan-jalan di antara batu-batu karang yang tinggi itu. Kalau berani, bisa kok panjat tebing di batu-batu karang ini. Flying fox pun ada. Kami sempat berteduh di antara batu-batu karang ini sambil menunggui anak-anak bermain. Bersyukurlah saya karena sebelum ke sini saya sempat cerita ke anak-anak soal Dewa Wisnu, Dewa Syiwa, dst. Jadi mereka cuman tanya-tanya untuk memastikan cerita saya. Tapi sejarah soal Garuda pun ada di dinding-dinding sekitar GWK.

Dah capek foto-foto, kami menuju ke amphitheater. Di sini ada beberapa pertunjukan, seperti tari Bali, di jam-jam tertentu. Alhamdulillah, meski kami gak tahu jadwalnya, kami tiba pas pertunjukan dimulai, jadi bisa nonton. :) Setelah pertunjukan selesai, biasanya ada sesi foto dengan para penari. Buru-burulah nampang dengan para penari/tokoh yang diinginkan karena mereka tidak menunggu sampai semua pengunjung selesai berfoto. Siapa cepat, dia yang bisa foto. Jangan malu dan jangan jaim.... :))

Ini penarinya serius ngeliatin Kira
Bintang pertunjukan, Barong...
Para penari, siap foto bersama


Selesai nonton pertunjukan, kami keluar. Pintu keluar GWK ini melewati toko suvenir. Sepintas liat, argghhhh... pengen belanja.

Tapi Mas bilang: "Hoi... kita baru sampe, jangan belanja-belanja dulu." Hah! Baeklah. Akhirnya kami menuju ke hotel pertama kami di kawasan Pecatu (selama 6 hari di Bali kami menginap di 2 hotel).

Karena hotel kami di daerah Pecatu, kami memutuskan untuk mengeksplor (tsah, bahasanya) kawasan Pecatu. Yang artinya: pantai, pantai, dan pantai. Kalau ke Bali dengan tujuan hang out di daerah Kuta, jalan-jalan di kotanya, saran saya: jangan menginap di sini. Tapi kalau suka mengeksplor pantai, alam, "New Kuta Condotel" oke banget (review hotel menyusul).


Setelah check in, mandi, minum, makan, kami keluar. Di hotel ini disediakan shuttle untuk menuju "Pantai Dreamland". Meski sudah sore, habis hujan pulak, kami tetap memutuskan untuk ke Dreamland. Shuttle hanya bisa mengantar kami, tapi tidak bisa menjemput karena harus ke bandara. Tadinya agak-agak kuatir karena sudah sore. Tapiiiiii... ternyata Dreamland cuman di situ doang. Jalan kaki 10 menit dari hotel pun sudah sampai. :p

Dreamland sehabis hujan
Nikki dan emaknya :)
Dikarenakan habis hujan, air di Pantai Dreamland tidak begitu bagus karena di kawasan ini ada muara. Jadi, air dari sungai yang bercampur dengan lumpur sehabis hujan masuk ke laut, membuat air menjadi keruh. Tapi teteb, banyak turis yang sore itu jalan-jalan di pinggir pantai meski payung-payung dan tempat berjemur sudah ditata rapi. :D

Kami tidak lama di sini karena hari makin sore, air pasang, ombak makin gede. Ajaibnya, wisatawan dari Jepang tetep nekat ke tengah-tengah sampai penjaga pantai harus meniup peluit berulang kali. :p Padahal tuh orang dah kakek-nenek. Kayaknya honeymoon yang kesekian. So sweet yak.

Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hotel dengan berjalan kaki! ;) Seperti saya bilang, ternyata dekat. Di area parkir kami masih bertemu banyak rombongan yang baru datang ke Dreamland. Setelah sholat magrib kami keluar untuk nyari makan dan beli stok makanan untuk besok pagi. Sampai hotel kami tidur, menyiapkan tenaga untuk petualangan esok hari. Tunggu dulu, masih ada yang berjuang untuk nyicil belajar: Nikki! :p


Garuda Wisnu Kencana:
  • Tiket masuk domestik:
    • Dewasa: Rp 30.000
    • Pelajar: Rp 25.000
Tiket ini sudah termasuk parkir dan menonton pertunjukan di amphitheater. Di dalam area GWK juga disediakan segway untuk berkeliling area GWK dengan tarif Rp 50.000.
  •  Jadwal pertunjukan:
    • Barong Kris Dance: Pukul 13.00-14.00 (setiap hari)
    • Balinese Dance dan Music Instrument: Setiap jam dari pukul 10.00-16.00
    • Kolaborasi Kecak: Pukul 18.00 (setiap hari)
  •  Tips: bawalah payung/topi karena di GWK minim pohon. Jangan lupa sunblock.
Dreamland:
Karena kami ke Pantai Dreamland menggunakan shuttle dari hotel tempat kami menginap, jadi Gratis. Dua hotel yang kami tempati selama di Bali selalu menyediakan shuttle ke pantai terdekat. Karena itu selalu tanyakan ke hotel apakah ada fasilitas tersebut. :)

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

aku bawa sunblock cuma berenang aja mbak hehehe salah ternyata ya. trus gimana uASnya nyusul kan?

retma-haripahargio said...

Sunblock, seharusnya sih, malah tiap hari. Terutama buat muka (ini menurut tips kecantikan. Hahaha).
Yup. Begitu pulang Nikki langsung kerja keras, ikut susulan UAS. :p

ei said...

hwaaahh...pengen juga bawa 3K liburan *ngitungbudget*

menunggu serial berikutnya *dudukmanis*

anindawahyu said...

aku belum pernah ke Suluban mba.. di daerah mana sih itu?

Della said...

Ah ya bener banget itu Ma, nggak durhaka kok, hihihihi..
Ntar abis UAS, jalan-jalan lagi, wkwkwk..

retma-haripahargio said...

@Anindya: Suluban itu ada di daerah Pecatu, Bali. Letaknya gak jauh dari Padang-padang. Kalo sudah pernah ke Padang-padang, tinggal lurus aja melintasi jembatan, terus menyusuri jalan. Sepanjang jalan nanti ketemu dengan para surfer, jd gampang kok. Klo bingung, tanya sajah. :p

arya said...

Menarik Postingan Liburannya di Bali. Yang namanya Liburan, nyari pas Libur gan Bukan Pas Mau Ujian hehehe... Salam Kenal Gan Ya,. Mau Numpang Share Juga neh. Mau Promoin Rental Mobil Murah Di Bali. Seandainya Agan Dan Pembaca Web keluarga haripahargio ada yang Berniat Ke Bali dan Butuh Jasa Sewa Mobil Murah Untuk Berwisata Di Bali Termasuk Sopir bisa Kontak Saya di AGP SEWA MOBIL MURAH DI KUTA LEGIAN SEMINYAK BALI Semoga Info Ini Membantu