Wednesday, December 19, 2012

Bali (2): Padang-padang dan Suluban Beach

Pagi yang cerah, hari kedua kami di Bali. Setelah kemarin mengunjungi GWK dan Dreamland, hari ini rencananya kami akan mengunjungi tiga tempat. Karena itu, pagi-pagi kami dah bersiap. Sarapan banyak untuk stok tenaga agar bisa jalan-jalan dan bermain di pantai.

Mengandalkan GPS, kami mulai keluyuran di tempat-tempat wisata yang terhitung dekat dengan hotel. Tujuan pertama adalah: Padang-padang Beach atau juga disebut Labuan Sait. Well, ternyata Mbak Jipi gak bisa diandalkan sepenuhnya. Kami nyasar, tepatnya salah masuk ke suatu jalan yang entah ke mana. :) Biarpun nyasar, namanya di Bali, kami masih bisa menikmati pemandangan.

Padang-padang Beach
Akhirnya kami mengandalkan GPS versi jadul, yaitu bertanya ke penduduk, ehm... lebih tepatnya abang2 tukang yang sedang membangun rumah. Awalnya, berdasarkan info yang kami dapat setelah ngubek-ngubek internet, kami mencari Padang-padang Beach. Tapi ternyata di papan nama tertera Labuan Sait. Yah, pantesin bolak-balik lewat tetep gak "ngeh".

Setelah parkir, kami menyeberang jalan untuk menuju pantai. Yang menyenangkan di daerah Pecatu adalah: pantai-pantainya indah dan kita gak perlu bayar untuk masuk, cukup bayar parkir doang. Wow!

Yak, kita harus lewat celah ini utk menemukan pantai yang indah
Saat memasuki pintu gerbang menuju pantai, kami disambut monyet-monyet yang bergelantungan di pohon. Mereka berkeliaran ke sana-sini di bawah pohon atau mengambil sesuatu dari sesaji yang ada di sekitar tempat itu.

Setelah menuruni tangga, sempat ternganga ngeliat jalan masuk menuju pantai. Kami harus menuruni tangga yang sempit, agak gelap, dan celah di antara batuan yang besar. Tangga ini di beberapa bagian hanya bisa dilewati satu orang. Jadi kalo berpapasan dengan orang lain dari arah yang berlawanan, kita harus bergantian. Dan bayangkan, kami juga harus berpapasan dengan para surfer yang menenteng-nenteng papan untuk berselancar.

Pasir, matahari, laut!
Yang sedang belajar surfing
Emak dan anak-anaknya... :p
Biarpun lumayan ngos-ngosan, begitu kaki menginjak pasir laut, yang ada cuma kagum, takjub. Subhanallah... Padang-padang Beach pantas dikunjungi kalo ke Bali. Karena masih terhitung pagi, pantai ini masih sepi. Sekelompok bule sedang belajar surfing, di satu pojokan sedang ada pemotretan pre wedding dengan segala tetek bengeknya, dan beberapa keluarga mulai menggelar handuk di atas pasir.
Karang-karang ini yang membuat anak-anak aman bermain....
Begitu masuk gapura, kita disambut monyet-monyet
Nikki dan Kira gak pake lama, langsung ganti baju renang dan nyebur ke pantai. Mereka senang sekali bermain ombak dan pasir. Makin siang, ombak di bagian tengah makin besar. Bule-bule yang belajar surfing mulai ke tengah, menunggu ombak yang pas. Anak-anak tetap anteng bermain pasir. Tenang... karena ada karang gede, ombak yang menuju ke pantai agak tertahan, jadi anak-anak masih bisa bermain dengan santai.
Suluban Beach dilihat dari jalan
Kami cukup lama bermain di Padang-padang Beach, sebelum akhirnya pindah ke pantai berikutnya yang masih berada di sekitaran tempat itu: Suluban Beach. Kalau sebelumnya di Padang-padang saya sudah terkagum-kagum, di Suluban, saya langsung jatuh hati pada pandangan pertama. **tsah**

Suluban, menurut saya, adalah surga tersembunyi! Pantai ini di kalangan wisatawan asing biasanya disebut Blue Point. Surganya para surfer. Kalau di Padang-padang kebanyakan masih belajar surfing, di Suluban, para surfer yang sudah "ahli" wira-wiri di sekitar pantai. Ombaknya tinggi, cocok banget buat berselancar.


Setelah parkir, kami harus berjalan melewati jalan-jalan sempit naik-turun. Di kanan-kiri banyak sekali kios yang menjual cendera mata ataupun perlengkapan berselancar. Dan gak usah heran, ada pula yang menyewakan jasa mandi (berbilas) di jalan. Jadi beberapa kali kami sempat ngeliat bule sedang mengguyur tubuhnya dengan air dari ember di tengah jalan!

Suluban Beach, Pecatu
Saya jatuh cinta pada laut ini!
Karena Suluban termasuk salah satu pantai yang indah (menurut saya malah paling indah) di kawasan Pecatu, jadi teteb... kami bertemu dengan pasangan-pasangan yang sedang melakukan sesi foto pre wedding.

Jalan menuju Suluban Beach lebih curam dibandingkan Padang-padang. Kita harus hati-hati banget karena jalanan sempit, dan kalau sampai jatuh dari tangga, lumayan lah... bisa jatuh dari tebing. Tapi gilak! Ini pantai kerennnnnn.... banget. Perjalanan yang cukup melelahkan, naik turun tangga, terbayar begitu lihat pemandangan di depan mata.


"Suluban" berasal dari bahasa Bali yang berarti 'berjalan atau lewat di bawah sesuatu'. Saat kaki sudah mulai menginjak pasir laut, kita akan melewati semacam goa. Saya bilang semacam karena ini hanya batu-batu karang yang memang berdekatan sehingga seolah-olah kita masuk ke goa. Dan tebak... dari karang-karang itu menetes air. Wiiiiih. Belum selesai terkagum-kagum dengan karang, kaki tiba-tiba disentuh ombak.

Tidak jauh dari parkiran, kita sudah disuguhi pemandangan ini
Meski jalan menuju pantai begini, akan terbayar kok dengan keindahannya
The sea, sand, and blue sky....
Dan berbelok sedikit... tadaaaaaa!!!! Saya bingung mau melukiskan bagaimana mengatakannya. Hijau, biru, coklat, putih, warna-warni, semua menyerbu masuk ke mata saya. Kalau saya ditanya bagian mana di Bali yang akan selalu kamu ingin datangi? Saya akan menjawab: Suluban!

Semakin siang, ombak semakin besar, dan jangkauannya makin luas. Jadi, alas kaki harus segera diamankan. Sandal, sepatu, taruh saja di atas karang-karang, aman deh. Sementara kita bisa main ombak. Saya dan anak-anak seru-seruan di sini. Di hamparan pasir putih, kami berburu beraneka macam kerang. Warnanya bagus-bagus. Biru, ungu, tosca, coklat, keemasan. Anak-anak seneng banget berburu kerang di sini.


Sebenarnya belum begitu puas di sini, tapi kami harus berkejaran dengan waktu. Karena sore biasanya hujan, maka kami buru-buru pindah tempat ke obyek wisata yang lain: Pura Uluwatu. Sunset di Suluban bisa dilihat di sini.

Padang-padang Beach 

  • Terletak di kawasan Pecatu
  • Tiket masuk: free
  • Parkir: Rp 3.000
  • Mandi (bilas): Rp 5.000
  • Sebelum masuk ke kawasan pantainya, usahakan kita sudah ke toilet lebih dulu (berada di tempat parkir). Kecuali kalau mau naik turun tangga yang "ya ampun", silakan. :)
  • Jangan lupa sunblock. Untuk ganti baju, di sekitar pantai tidak ada. Kalo turis2 bule sih biasanya ganti gitu aja di tempat.
Suluban Beach (Blue Point)
  • Terletak di kawasan Pecatu, tidak jauh dari Padang-padang. Tinggal lurus, melewati jembatan dan mengikuti jalan.
  • Tiket masuk: free
  • Parkir: Rp 5.000

6 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

anak-anak suka air pastinya cocok main disini

Anggie...mamAthar said...

Aaaahhhhh pantaaaaaiiiiiii...... *mulaisibukcaritiket

ei said...

aaahhh...setujuuuu...keren banget pemandangannya ...

Della said...

Iya cakep.. subhanallah..

Bilqiez Tour said...

bisa di akses bus besar ga neh?? mohon info dung??

retma-haripahargio said...

Bisa. Ada tempat parkir khusus kok.