Wednesday, December 26, 2012

Bali (3): Tanah Lot dan Pasar Sukawati

Hari ketiga kami bertualang di Bali. Pagi-pagi kami sudah bersiap. Karena tujuan kali ini lumayan jauh, dan males bolak-balik ke hotel, maka kami sekalian check out. Agenda hari ini adalah: Tanah Lot, Pasar Sukawati, dan pindah hotel. ^_^
Pemandangan di Tanah Lot
Keluar dari kawasan Pecatu kami tidak langsung menuju Tanah Lot. Awalnya kami masih muter-muter nyari laundry kiloan. Maklum, sudah 3 hari, cucian dah mulai menumpuk. Tapi akhirnya nyerah, kami langsung tancap gas ke Tanah Lot, di daerah Tabanan.

Cuaca lumayan bersahabat meski cenderung panas terik. Dan juga, Mbak Jipi kali ini bisa diandalkan. Jadi kami sampai di Tanah Lot tanpa hambatan. Sampai di tempat parkir, obyek wisata ini terlihat berbeda dari beberapa obyek wisata yang kami kunjungi sebelumnya. Mungkin karena cukup tenar dibandingkan yang lain, maka tempat parkir penuh bus dan mobil pribadi.
Di kanan-kiri jalan penuh penjual... **drooling**
Gapura di Tanah Lot
Setelah membeli tiket, kami masuk gapura dan menyusuri jalanan yang di kanan-kiri penuh warung. Liat harga-harga yang terpampang di sepanjang jalan, beneran deh... gatel pengen banget belanja. Tapi karena inget tujuan berikutnya adalah Pasar Sukawati, maka kami tahan-tahan untuk tidak belanja.

Akhirnya, di depan kami terhampar laut. Berbeda dengan laut-laut sebelumnya yang kami kunjungi, laut kali ini penuh dengan karang. Karena saya bawa anak-anak yang di kepalanya masih lebih dominan kata "main", maka obyek wisata ini tidak begitu menyita perhatian mereka karena mereka menganggap tidak bisa main dan cuma ngliat-ngliat doang. :p
Laut lagi

Jalan menuju pura
Saat itu beberapa keluarga berencana berdoa di pura yang terletak di atas karang. Ya, Tanah Lot mirip banget dengan Pura Uluwatu. Tanah Lot adalah pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh brahmana yang berasal dari Jawa. Sebelum meninggalkan Tanah Lot, brahmana tersebut memindahkan bongkahan karang ke tengah pantai dan membangun pura di atasnya. Brahmana tersebut juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura.
Emak dan anak-anak
Kerumunan orang yang hendak melihat ular penjaga pura
Ular penjaga pura yang dianggap suci ini sampai sekarang masih ada. Tapi saya enggak mau majang fotonya di sini karena geli. :D Ular ini termasuk jenis ular laut yang berwarna belang hitam kuning dan katanya bisa ular itu 3 kali lebih kuat daripada ular kobra.

Makin siang di tempat ini makin rame, disesaki oleh para pelajar yang study tour. Akhirnya setelah foto sana-sini, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Sukawati. Pasar ini adalah pasar seni yang cukup terkenal di Bali, terletak di daerah Gianyar. Kalau berencana membeli oleh-oleh kerajinan buat saudara, tetangga, teman, dan sebagainya, datang saja ke pasar ini.

Setelah perjalanan yang bagi saya terasa lama, kami tiba di Pasar Sukawati. Sudah menjelang sore dan hujan. Kami sempat bingung mana pasar yang kami tuju. Asal tahu, Pasar Sukawati ini ada dua: pasar khusus kerajinan dan pasar umum. Tujuan kami adalah pasar kerajinan. Kedua pasar tersebut berhadap-hadapan, jadi jangan salah masuk yak. :p

Begitu masuk area pasar, haduuuuuh... malah bingung mau beli apa. Akhirnya liat ada tas-tas kain yang bertuliskan "I love Bali", kami berhenti di kios itu. Sebelumnya kami sempat mempelajari bagaimana cara bertransaksi di pasar ini. Dan tadaaaaa.... ternyata, kalau berani, tawarlah separuh dari harga yang ditawarkan. ;) Tas-tas kain itu, harga awal dari penjual adalah: Rp 25.000 per tas. Dan kemudian saya bisa mendapatkan Rp 10.000 per tas.  Menyenangkan! Setelah puas berbelanja, kami menyusuri jalan yang menuju hotel di Nusa Dua. Setelah menaruh cucian di laundry kiloan, membeli makan, akhirnya sampai juga di hotel, tepar. :D 

Tanah Lot
  • Terletak di Kabupaten Tabanan
  • Tiket masuk WNI:
    • Dewasa: Rp 10.000/orang
    • Anak-anak: Rp 7.500/anak
Tips dan Trik:
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai karena sebagian besar adalah karang
  • Jangan lupa sunblock atau payung atau topi
  • Siapkan air minum yang cukup jika cuaca panas karena benar-benar menyengat
  • Kalau berniat membeli barang-barang yang ada di sekitar tempat itu, jangan lupa menawar. Kecuali kalau ada tulisan-tulisan dengan harga pas. Kalung dan gelang yang bagus2 biasanya dijual seharga Rp 10.000/buah. Tapi jangan salah, ini di tempat wisata, jadi ada tempat lain yang menjual dengan harga lebih murah. ;)

Pasar Sukawati
  • Terletak di daerah Gianyar
  • Menjual berbagai macam kerajinan khas Bali: sandal bali, baju barong, kain bali, hiasan dinding, tas, berbagai hiasan dari kayu dan bambu, dan lain-lain.
 Tips dan Trik:
  • Tawarlah harga barang, paling tidak dua pertiga dari harga yang ditawarkan penjual. Kalau berani, bisa setengah dari harga barang.
  • Kalau susah ditawar, tinggal saja. Selain masih banyak pedagang yang menjual barang setipe, kadang-kadang barang yang kita mau malah dikasih dengan harga murah.
  • Contoh barang-barang yang saya beli:
    • Tas kain bertuliskan "I love Bali" dan bercorak Bali. Harga awal dari pedagang Rp 25.000/tas. Harga akhir: Rp 10.000/tas
    • Tempat tisu dengan berbagai bentuk dari kayu. Harga awal: Rp 20.000/buah. Harga akhir: Rp 7.500/buah.
    • Mainan dari kayu (mobil-mobilan, pesawat). Harga awal: Rp 35.000/buah. Harga akhir: Rp 15.000/buah
    • Hiasan dinding berbentuk kupu2 (terdiri dari 3 kupu: besar, sedang, kecil). Harga awal: Rp 35.000/buah. Harga akhir: Rp 15.000/buah
    • Yang lain-lain, semacam baju dan kaos, sama saja. ;)
     
Sumber sejarah: Wikipedia

5 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Ciri khas enak2 bgt ya mbak kalo nawar

Anggie...mamAthar said...

Noted... utk harga dasar tar kl ksana mo nawar... Thx

fitri3boys said...

wah asiknya, jadi kangen sama PAsar Sukawati nih.

myra anastasia said...

salah satu kelemahan saya itu gak bs nawar mbak.. Pdhl kayaknya seru ya. :)

retma-haripahargio said...

@Lidya: Harus... kalo bisa lebih murah, kenapa enggak? :D **irit**

@Anggie: Haha. Aku juga kemaren liat2 pembeli yang laen dulu.

@Fitri: ayoooo... ke sana. Belanja lagih.

@Myra: Yup. Ada kepuasan sendiri saat berhasil nawar. ;)