Sunday, December 09, 2012

Kiat Menghadapi & Menjawab Pertanyaan Anak

Pernah tidak, merasa bingung saat anak tanya sesuatu? Mikir berulang kali, ruwet, harus mulai dari mana jawabnya, dst? Saya sering. :p Dan kadang kala sekian detik terlewat menjadi "krik-krik moment" (tiba-tiba muncul gambar jangkrik ala Spongebob). Melongo, kok bisa sih, nih anak tanya beginian? :(

Saya sudah pernah menghadapi semacam pertanyaan kenapa perempuan datang bulan? ASI itu dari mana? Apa itu narkoba? Kenapa orang ngerokok, dan masih banyak lagi. Fiuh... dan akhirnya, di seminar sesi 4 kemaren, "Pede Bicara Seks pada Anak", selain saya dapat pengetahuan soal pendidikan seks untuk anak-anak, saya juga dapat ilmu bagaimana cara menghadapi pertanyaan anak-anak. Dan, karena saya baiknya gak ketulungan mungkin banyak orangtua yang juga bingung seperti saya, makanya saya sharing apa yang saya dapat kemarin.

Kiat Menghadapi Pertanyaan:
1. Tenang dan Kontrol Diri (rileks)
Menjadi orangtua, berarti kita harus siap untuk ditanyai. Kalau saya sih, ehm... ya, mau bagaimana juga, saya sangat bersyukur ada teknologi dan berteman baik dengan Pakde Google. Kalau anak tanya, bersikap sok cool gitu loh.

2. Tarik napas panjang, "take it easy"
Jangan karena kaget, terus kita marah-marah ke anak. Ntar anaknya malah takut, dan bisa jadi malah gak akan pernah tanya-tanya lagi. Rugi banget, kan? :D

3. Cek pemahaman anak
Bila anak menanyakan sesuatu, kita tanya balik untuk mengecek pemahaman dia sampai mana dengan kalimat: "Yang kamu tahu apa, nak?"
Contoh yang salah: **jangan diikuti ini**

Anak  : Mama, aku asalnya dari mana sih?
Mama : Hah? Haduh... ehm, gimana ya, gimana. *panik* Jadi ya, dulu, papa dan mama kenalan. Terus kan, akhirnya karena kita saling mencintai, kita menikah, dan bla-bla-bla... terus punya kamu deh.
Anak  : *bengong* Aku gak ngerti deh Ma, mama ngomong apa. Yang aku mau tahu, si A katanya mamanya asalnya dari Bali, si B bilang orangtuanya asalnya dari Semarang. Terus, aku asalnya dari mana?

JEGER banget gak sih, kalo sampe kayak gitu. Anak kita tanya apa, kita jawabnya apa. 

4. Apa yang Anda Rasakan? Katakan
Menurut Bu Elly sih, katarsis. Jadi, keluarkan saja yang kita rasakan saat itu. Misal: "Aduh, kaget mama kamu tanya begitu...."

5. Kunci dengan norma agama
Penting banget ini yak.Jadi terakhir, kunci dengan norma agama kita.

Ini loh, contekan kalo kita mau jawab pertanyaan anak :)
Terus, cara menjawabnya gimana dong...? Ehm, mau tahu, atau mau tahu banget? Enaknya, kasih tau gak ya? **digetok rame-rame orang se-RT**

1. Tangkap inti pertanyaan
Itu loh, contohnya cerita yang di atas itu, jangan ditiru yak. :p

2. Yang terbaik saat itu dan kaitkan dengan norma agama 

Misal, ada yang tanya: kalo darah haid itu keluarnya dari mana?  Jawab: darah haid itu keluar dari dekat tempat pipis. Alloh membuat semua perempuan sehat haid, sehingga bisa punya anak.

3. Kaitkan dengan seseorang yang dekat dan dikenal anak
Mama, karena perempuan, haid. Si mbak juga begitu.

4. Ingat: KISS/PS (keep information short and simple/pendek dan sederhana)
Maksudnya: pendek dan sederhana saja. Yah, namanya juga ngomong sama anak-anak. Jadi intinya saja (dari pertanyaan anak).
Kalau tidak menjawab/belum tahu: tunda dengan JUJUR. Tanya ke Google atau Facebook/website Yayasan Kita dan Buah Hati.


5. Gunakan: The Golden Opportunity/kesempatan emas

Saat anak bertanya, misalnya soal seks, itu adalah golden moment. Contohnya ya, seperti saya posting di sini.

Oke, ini tulisan kedua dari seminar "Pede Bicara Seks pada Anak". Masih ada satu tulisan lagi, soal seks dan seksualitas. :) Maapkanlah, saya gak pinter ngrangkum jadi satu tulisan, jadi saya bagi-bagi seenaknya saya sajah. ;)

4 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

itu jadi andelanku mbak, kalau ditanya pascal. nanti ya kita cari di google

myra anastasia said...

kadang sy suka gelagapan duluan ketika anak bertanya ttg sex.. tp emang kl lg gelagapan gitu jgn jawab deh drpd nantinya salah ya :D

Della said...

Yo-i, kmaren Nadya nanya, kenapa dia dibilang pacaran sama Rio sama temen-temennya. "Emangnya pacaran itu apa, Ma?" JGER!
Yang jawab malah Bapake, "Pacaran itu kalo ke mana-mana berdua sama diaaaaaa.. aja. Makanya Nadya jangan maen sama Rio aja, coba maen sama yang anak perempuan juga."
Pinteran Bapaknya. Emaknya malah speechless :D

retma-haripahargio said...

Untuk konsultasi/pertanyaan mengenai anak terkait kecanduan games, kekerasan seksual, bullying, pornografi, dan seks, silakan menghubungi:

Yayasan Kita dan Buah Hati
JL Gudang Peluru Barat Blok V No 526
Kebon Baru, Jakarta Selatan
Telp: 021-83705335/83790765
Fax: 021-83790765
Email: kitadanbuahhati@yahoo.com
Facebook: Kita dan Buah Hati
Web: http://kitadanbuahhati.or.id