Sunday, December 02, 2012

Pendidikan Seks untuk Anak-anak

Sabtu kemarin saya ikut seminar sesi keempat dari 4 sesi tetralogi parenting seminar yang diadakan Supermoms. Seperti yang sudah-sudah, hasil seminar akan saya sharing, tapi saya bagi menjadi beberapa tulisan biar enak bacanya (buat saya sebenarnya). Jadi kalo ngubek-ngubek gampang.

Waktu tahu ada tetralogi parenting seminar, sesi ini yang paling saya incar. Kalo pun sesi yang lain sudah fully booked, ya sudahlah. Yang penting saya gak ketinggalan sesi ini, "Pede Bicara Seks pada Anak". Dan ternyata saya benar sekali.... Kenapa? Karena sekarang Nikki sudah kelas 3 SD. Itu artinya, tahun depan, saat dia kelas 4 SD, saya sudah harus memberikan pendidikan soal seks ke dia. Alasan-alasannya menyusul, saya tulis di postingan berikutnya.

Sebenarnya, saat masuk usia 8 tahun, menurut Bu Elly Risman, kita sudah harus mengenalkan fikih thaharah (cara bersuci) ke anak-anak. Ingat, anak kita adalah generasi Z. Mereka tumbuh di era digital, di mana akses informasi bisa didapatkan dengan gampang. Dan dengan gizi yang baik, mereka baligh lebih cepat dibandingkan anak-anak zaman dulu. Nah, saya sharing apa yang saya dapat kemarin. Sebab, sebagai orangtua, sebelum ikut seminar ini, saya pun bingung bagaimana mau ngomong soal seks ke anak-anak.

Pertama, sediakan waktu untuk duduk bareng anak. Awalnya, mulailah ngobrol yang asyik-asyik saja dengan mereka. Setelah itu, baru kita masuk ke intinya. Bilanglah kepada mereka: "Nak, papa punya kewajiban kepada Tuhan untuk menerangkan apa yang terjadi pada tubuh kamu." Hal ini bisa dilakukan dengan papa/mama, atau keduanya. Tergantung jenis kelamin anak-anak juga. Jangan lupa, sediakan alat peraga.

Versi cerita menurut Bu Elly:
Jadi nak, di otak kamu, ada raja otak. Namanya Hipotalamus. Dialah yang mengatur apa yang terjadi di tubuhmu. Misalnya, suhu tubuh dan emosi. Suatu hari, Raja Hipotalamus memanggil Perdana Menterinya, namanya Perdana Menteri Pituitary. 

Raja Hipotalamus bilang ke PM Pituitary: "Hei... Pituitary, lihatlah. Si Nikki (sebut nama anak ya) tubuhnya sudah bagus. Dia sudah gede. Saatnya kita mengirimkan pasukan ke tubuhnya." 


Maka, PM Pituitary membuka pintu gerbang kerajaan. Dan kemudian mengalirlah dari dalam istana pasukan yang masuk dalam aliran darahmu. Tip-tap, tip-tap, pasukan itu terus mengalir, masuk ke dalam darahmu. Dan hormon di tubuhmu mulai bekerja, dan kamu siap menjadi dewasa/baligh.


Kemudian, siapkan alat peraga:

Ini alat peraga untuk anak laki-laki, terdiri dari:
1. Pisang dan buah anggur

2. Lem bening (UHU?)
3. Lem kental (Fox? atau campuran tepung yang kental)

4. Stereofoam

Nah, taruh pisang dan anggur di atas sterefoam. Anggur itu sebagai testis. Dan, mulailah terangkan, perbedaan mani dan madzi. Kapan, misalnya madzi dan mani keluar (improvisasi saja, meski kemaren dikasih tau juga triknya). Hahaha. Terangkan pula, apa yang harus dilakukan kalau mani dan madzi keluar. Bagaimana cara bersuci. Itulah gunanya kenapa kita harus mulai mengajarkan fikih thaharah kepada anak-anak saat mereka berusia 8 tahun. Konsekuensinya juga diterangkan. Misalnya, kalau keluar mani, maka sebelum bersuci, kita tidak diperbolehkan untuk sholat dan memegang Al Quran.

Jangan lupa bilang: "Semua laki-laki di dunia mimpi basah. Jadi, kalau hal itu terjadi, bilang ke mama dan papa, biar seprai bisa dicuci." Intinya, jangan sampe mereka menyembunyikan itu. Seprai dikasih bedak lah, dikasih cologne lah, atau dikira ngompol lah. Nooooo.... jangan anggap tabu! Sudah bukan zamannya lagi menganggap hal-hal itu tabu. Dan bilang: "Jadi Nak, saat mani keluar, itulah tanda bahwa kamu sudah baligh. Kamu sudah harus mempertanggungjawabkan sendiri segala perbuatan kamu kepada Alloh. Bukan lagi ditanggung mama dan papa."


Untuk anak perempuan:

Awalnya sama dong. Ceritakan dulu itu soal Raja dan Perdana Menteri di otak. Kemudian, siapkan alat peraga yang berfungsi sebagai tuba falopi. **Sempat berpikir: Andai orangtua saya memberikan pendidikan begini ke saya. Andai guru biologi waktu sekolah ngasih pelajaran juga begini, enaknya.**
Alat peraga terdiri dari:
1. Sedotan susu (yang kecil saja)
2. Anggur, sebagai indung telur
3. Pir  sebagai rahim (dipasang terbalik: bisa juga avokad)
4. wortel (karena penampang melintang wortel, seperti otot vagina)
5. jeruk, potong tengah-tengah (bisa pula apel)

Dan... mari bercerita lagi: Si anggur, dia menyiapkan indung telur. Dan dia sedang menunggu tamu. Nah, kalau kita mau kedatangan tamu, apa yang kita lakukan? Pasti siap-siap kan? Kita bersihin ruang tamu. Kita pasang korden baru. Kita cat tembok. Nah, ruang tamunya adalah di pir. Semua sudah kita siapkan. Kita tunggu itu kedatangan tamu. Tamu itu adalah sperma. 


Sudah ditunggu, lama... sudah hampir sebulan, gak dateng-dateng. Kecewalah itu si telur. Dia nangis... Korden-korden di ruang tamu dia turunkan lagi. Dan cat-cat yang baru mengelupas. Saat itulah, apa yang disebut dengan dinding rahim meluruh. Cat-cat yang terkelupas itu keluar... dinding rahim meluruh, dan saat itulah kamu menstruasi.

Siapkan alat peraga berikutnya:


1. Pembalut beraneka macam: yang tipis, yang tebal, yang pake sayap, yang buat malam, dan sebagainya. Nanti, pas akhir-akhir, terangkan ke anak apa fungsinya.

2. Obat merah

Terangkan, kalau kita menstruasi bagaimana. Dan bilang juga: "Ini nanti bisa banyak/sedikit. Nah, kamu nyamannya segimana. Kalau sudah tidak nyaman, ganti, karena disediakan stok. Kamu bisa ganti-ganti."

Setelah itu terangkan bagaimana cara membersihkan pembalut sebelum dibuang, juga bersuci setelah selesai menstruasi. Terangkan juga, bagaimana kalau sperma masuk. Dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita sudah menikah karena hanya itu yang diperbolehkan oleh Alloh.

Bu Elly kemarin bilang, meski anak kita pendiam, hal-hal seperti itu tetap harus diberikan ke mereka. Jadi, kita yang harus aktif. Duduk, ajak ngobrol, meski dia hanya diam. Pun dengan anak-anak istimewa, disabilitas. Karena fungsi tubuh mereka tetap, dan mereka pun akan menjadi manusia dewasa. Jangan lupa bilang: "Kalau ada yang mau ditanyakan terkait apa pun, atau terkait tubuhmu, kamu bisa tanya mama/papa. Sediakan waktu, hari apa maunya?"

Terakhir, jangan lupa: gunakan golden opportunity (kesempatan emas). Manfaatkan apa yang ada di alam. Gunakan alam sebagai guru. Sebagai contoh: kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada kucing kawin lah, bebek kawin lah. Apa yang harus kita lakukan? ehm... kasih tahu gak ya? **kedip-kedip minta ditonjok**

Yah, karena saya baik hati dan tidak sombong sudah dapat ilmunya, jadi saya sharing saja lah. Pertama, putar posisi anak sehingga tidak menghadap atau melihat hal itu. Kemudian sambil berjalan menjauh, kita tanya. "Kamu tadi lihat itu ya?". Kemudian terangkan bahwa semua makhluk Tuhan itu kawin, pun termasuk ganggang yang ada di laut. Mahabesar Alloh, ganggang pun bisa kawin dengan bantuan arus laut. Cuma... kalau binatang kawin kapan saja dan di mana saja. Sementara manusia itu ada aturannya, ada rukunnya.
Manfaatkan juga saat kita menghadiri pernikahan atau menjenguk orang yang melahirkan.

Sekiaaaaaan.... eh, masih bersambung.
Yang lain-lain, nanti dulu. Saya menghela napas dulu yak. Kalo ada yang mau mijit2 biar gak capek ngetik, boleh loh. ;)

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

thanks sharingnya mbak, aku belum mengenalkan apa-apa sama pascal nih kecuali alat kelaminnya, malah dia gak tau nama alat kelamin wanita

retma-haripahargio said...

@LidYa: sebaiknya kenalkan. Kalau susah untuk menyebut nama, pake istilah "kemaluan". Itu kan bisa berlaku buat cewek/cowok. Hindari memberi nama. Kmrn Bu Elly sempat cerita, ada ibu yang mengenalkan istilah "wiwit" ke anak ceweknya. Begitu anaknya masuk TK, tnyata nama gurunya Wiwit. :(

Della said...

Penting banget nih, mengingat anak gue sepasang *tosss sama Retma

Waktu itu Nadya tanya sih, 'itu' namanya apa dan gue kasih tau. Abis itu dia kayaknya seneng banget, disebut-sebut terus. Lah guenya yang maluuuuu.. *tepok jidat

Eh ayo kapan ketemuan? Cuma kalo hari kerja pan gue di Medan Merdeka, Ma :D
Dikau nggak punya twitter ya?

masrafa.com said...

maaa,
kek nya gw pinjem elo ke rumah gw utk jelasin lem uhu dan lem fox itu ke Rafa deh. Gw tetap pening gak tau musti gmn ngomongnya.

Apa gw copy paste tulisan elo dan kirim ke masguh biar dia yg ngomong ke Rafa yah? Secara dia kan bapaknya, biar tanggung jawab jelasin ke anaknya. Hahahaha

etapi beberapa waktu lalu ada sex edu seminar di skolah Rafa. Kalo gak salah yg ngisi bu elly juga deh. Gw daptarin Rafa sih, biar dpt penjelasan lsg dari ahlinya.

Emaknya cuma ahli nyolder doang :p

retma-haripahargio said...

@Della: twitter? Ada dunk. :D

@De: Mungkin Rafa dah tahu juga, De. Wong Nikki yang baru kelas III SD ajah dah tanya: narkoba itu apa? :p

retma-haripahargio said...

Untuk konsultasi/pertanyaan mengenai anak terkait kecanduan games, kekerasan seksual, bullying, pornografi, dan seks, silakan menghubungi:

Yayasan Kita dan Buah Hati
JL Gudang Peluru Barat Blok V No 526
Kebon Baru, Jakarta Selatan
Telp: 021-83705335/83790765
Fax: 021-83790765
Email: kitadanbuahhati@yahoo.com
Facebook: Kita dan Buah Hati
Web: http://kitadanbuahhati.or.id

mysha said...

hai, salam kenal mom

waktu saya dapat haid pertama dulu, saya tidak mendapat penjelaskan sama sekali dari ibu saya sebelumnya. untungnya, saat itu saya sudah masuk pesantren & mendapat pengetahuan seputar haid dari senior2 saya.

saya berniat memperkenalkan gender sedini mungkin, anak saya perempuan 2,5 tahun. akhir2 ini kondisi kekerasan seksual pada anak meningkat. baik dilakukan oleh orang dewasa kepada anak atau dilakukan oleh anak yang 'kecepetan' baligh tanpa mendapat sex education yang memadai dari ortunya. jadi mau tidak mau, ortu harus cepat tanggap menghadapi situasi ini.

menjelaskan dalam bahasa sederhana memang tidak mudah. biasanya saya bakal mikir agak lama terutama kalau pertanyaannya agak susyah dijawab hehehe. untungnya saya punya pengalaman menjadi instruktur anak2 pre-school & Kindergarten, jadi ga terlalu kagok.

thanks for sharing, mom^^