Sunday, December 22, 2013

KRL, Oh... KRL

Seperti diketahui, sekarang... hampir setiap hari saya naik kereta untuk menuju kantor. Hal itu karena saya kapok akibat terakhir kali saya naik bus, setelah sterilisasi busway, saya terjebak macet dan baru sampai di kantor setelah 5 jam perjalanan! Sia-sia sekali hidup ini hanya dihabiskan di jalan. *keluh*
Stasiun Bekasi
Apakah setelah kecelakaan kereta saya kapok naik kereta? Tentu tidak. Karena dengan kereta, saya cuma butuh waktu sekitar 1 jam antara Stasiun Bekasi sampai Stasiun Palmerah di dekat kantor.

Di kereta pun makin banyak cerita orang-orang yang mengaku baru pertama kali naik kereta. Dan saat ini saya sudah pede kalo ditanya orang terkait kereta. :D Maksudnya, untuk menuju ke satu tempat, mereka harus berpindah di mana, dan lebih efektif di mana. Misalnya, untuk menuju Bogor, jauh lebih efektif naik kereta ke Bogor lewat Manggarai daripada di Jatinegara.
Kereta Commuter Line Bekasi-Kota
Sebagai pengguna kereta hampir setiap hari, jadwal kereta yang kadang telat atau posisi kereta ada di mana jadi penting. Apalagi kalo ada pembatalan kereta. Saat ini saya lumayan terbantu dengan aplikasi yang saya download di playstore. Untuk jadwal kereta ini saya mendownload dua aplikasi: Info KRL dan KRL Mania.

Di dua aplikasi itu kita bisa tahu posisi kereta yang akan kita naiki ada di mana, berapa tiket yang harus kita bayar untuk menuju satu stasiun, atau berapa stasiun yang akan kita lintasi. Untuk orang luar kota yang gak hafal stasiun, dan kebetulan tidak ada pengumuman di kereta sampai mana, aplikasi ini sangat-sangat membantu.
App: Info KRL
App: KRL Mania
Apakah efektif? Yup. Saya sudah membuktikan bahwa posisi kereta yang ditunjukkan oleh aplikasi ini sama dengan yang diumumkan di suatu stasiun. Jadi kita gak perlu buru-buru ke stasiun kalau ternyata kereta yang kita tunggu masih jauh. :p


Naik kereta Commuter Line enak? Iya. Satu hal yang sangat disayangkan adalah petugasnya. Menurut saya, masih jauh lebih ramah dan lebih membantu para petugas di bus transjakarta dibandingkan di KRL.

Nyalon

Sudah lama Kira pengen punya poni. Saya gak tahu apakah poni sedang ngehits di kalangan anak TK atau bagaimana. Yang pasti, setiap hari anak TK di rumah pengen punya poni. :))

Saya mengakui saya bukan emak-emak multitalenta yang bisa masak, menyulam, memotong rambut sendiri, dan lain-lain. Oke, dua di awal itu saya bisa. Tapi kalo mencukur rambut saya nyerah. Saya gak bisa membayangkan kalau saya salah memotong rambut dan berakibat jadi kayak Upin Ipin.
Yang baru pertama kali ke salon ;)
Karena emaknya yang sok sibuk, jadilah kegiatan salon-menyalon menjadi urutan kesekian ribu. Dan saat emaknya libur di hari Senin, kami akhirnya pergi nyari salon. Niatnya sih begitu. Tapi ternyata, karena sangat jarang nyalon... kami tidak tahu bahwa sebagian besar salon di kawasan tempat tinggal kami libur di hari Senin! Manalah Kira sudah telanjur bolos sekolah. :(
Creambath...
Tapi ya, buat seorang anak TK, bolos sekolah untuk nyalon itu sesuatu yang membanggakan. Paling enggak buat Kira. Mungkin bagi dia, hm... setara kayak nonton konsernya Maroon 5. Buktinya, waktu ditanya gurunya kenapa kemarin gak masuk, dengan polosnya dia bilang: "Kira nyari salon. Tapi salonnya tutup semua."  *emaknya ngikik*
Yang di salon gak bisa diem
Dan akhirnya, dua hari berikutnya kami bisa sukses nyalon. Ini pertama kalinya Kira masuk ke salon. Jadi dia baru pertama kali merasakan cuci rambut, potong rambut, dan creambath di salon. Setelah bolak-balik ganti mau creambath "rasa" apa, dia akhirnya memutuskan stroberi. Tapi saya kasihan sama mbak yang ngurus Kira karena ikut jalan wira-wiri sambil megangin kepala Kira yang gak bisa diem.

Before...
After....
Akhirnya hari itu, urusan salon-menyalon pun kelar. Poni pun sudah terpasang, eh... terbentuk di rambut Kira. Sampe di rumah dia pamer ke Nikki kalo sudah punya poni!! Perasaan kok ya, punya poni aja bangganya kayak punya mobil Ferrari. Komentar Mas waktu tahu anaknya berponi: "Kayak anak alim ajah..." 
Wadezing. Emangnya selama ini anaknya kayak apa? Kalo di rumah sih, sama Nikki sudah semacam Tom and Jerry atau Oggy dan para kecoa.  

Satu Hari Libur

Kadang-kadang, saya pengen punya libur yang ideal. Jalan bareng anak-anak, atau setidaknya tidur siang dengan cantik dan lama di rumah. Tapi apa mau dikata, hal itu sesuatu yang sangat jarang bisa terjadi.

Emak-emak ini, yang dalam sehari tidur 6 jam pun sudah bersyukur minta ampun, hampir selalu punya cita-cita kalau libur pengen tidur. Keinginan dan cita-cita yang sederhana ya. :D

Minggu lalu, saya dan keluarga punya agenda sendiri-sendiri. Kalau mau menjalani bareng-bareng, enggak mungkin banget. Saya harus ke Tangerang Selatan yang bisa dibilang dari ujung ke ujung jika dihitung dari Bekasi. Sementara Mas sudah janji ke anak-anak mau berenang. Akhirnya saya jalan sendiri ke Tangsel dengan naik kereta. Mas dan anak-anak mencoba kolam renang baru di Bekasi, Sirkus Waterplay.

Karena saya enggak ikut mereka, saya cuma tahu kalau kolam renang itu menyenangkan berdasarkan cerita anak-anak dan Mas. Ini kolam renang indoor. Yang tinggal di Bekasi, kolam renang ini bisa buat alternatif loooh, kalau sudah bosen sama yang di deket-deket rumah. :D

Kata Mas, anak-anak gak mau naik dari kolam renang. Mempertemukan anak-anak dengan air itu mirip sama memasukkan mereka ke pabrik cokelat-nya Willy Wonka. Yang ada, sepertinya harus menyeret mereka untuk udahan sebelum kedinginan. Baru tengah hari mereka mau naik dari kolam.

Saat saya pulang, yang penuh perjuangan karena kereta telat dan tol pun macet, saya menemukan mereka sudah tepar... tidur di kamar dengan tenang. :D Padahal rencananya sore itu kami mau nonton Frozen. Karena masih pada capek, akhirnya kami menggeser jam nonton sehabis magrib.


Menjelang magrib kami pun pergi ke 21, beli tiket, sholat dulu... baru nonton Frozen (yang sudah agak telat karena sudah tayang dari entah kapan). Pulangnya kami makan malam, dan berakhir di pool Damri, menjemput ibu yang dari bandara karena kami nyerah kalau harus menembus kemacetan dan menjemput ke bandara. :D

Satu hari libur yang sibuk dan menyenangkan. Selamat berlibur.

Tentang Sirkus Waterplay:
  • Alamat: Jl Wibawa Mukti II No 36, Jatiasih, Bekasi
  • Jam operasional:
    - Weekday: 09.00-17.00
    - Weekend: 09.00-17.30
  • Tiket masuk:
    - Weekday: Rp 30.000
    - Weekend: Rp 35.000 

Big Family

Akhir tahun sudah menjelang. Dan saya pun punya banyak PR nulis di blog karena saking banyaknya cerita yang belon ditulis. Penting? Kalo buat keluarga saya sih penting ya... nama pun blog keluarga. :p
Demi keluarga, berangkat sejak subuh :)
Tapi, nulis di blog itu kalau masih banyak gangguan emang susah. Untuk yang satu ini saya benar-benar menyalahkan Kim Woo Bin! Siapa suruh dia jadi cowok keren dan bad boy gitu, hah?! Yang ada saya suka salah fokus. Apalagi kalau dia akhirnya single, kan jadi lebih kepikiran gitu. >,< Oke, cukup ngelanturnya.
Big Family, Happy Family... :p
Well, keluarga besar kami terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Ya, semacam Bhinneka Tunggal Ika gitu, deh. Karena enggak semuanya tinggal di Indonesia, jadi kalau ada yang pulang ke Indo, sudah dipastikan bakal ada acara kumpul-kumpul.

Akhir-akhir ini saya baru menyadari bahwa sebagian dari mereka suka aktivitas outdoor. Dan saya pun baru sadar, kalau dipikir-pikir, kalau jalan bareng anak-anak saya jarang banget ke tempat wisata yang berbau mal dan semacamnya (mal itu masuk kriteria tempat wisata bukan?). Yang ada, kalau enggak ke gunung ya ke pantai. :D
Yang memilih naik Gunung Gede
Yang memilih sepedaan...
Dan kemarin, saat di US sono liburan Thanksgiving, beberapa saudara pulang ke Indonesia. Itu artinya, acara kumpul-kumpul lagi. Karena sebagian dari kami masih bekerja, jadi mereka biasanya jalan bareng saudara yang bisa menemani. Dan kegiatan mereka selama di Indo berakhir dengan menginap bareng di Pacet. Karena kebetulan kantor saya itu punya wisma di sono, jadi sebagai karyawan, bisa dapet diskon 50%. Kalo dipake hampir seminggu itu artinya bisa irit banget lah hai... :p *ambil kalkulator*

Seperti saya bilang, banyak anggota keluarga yang suka aktivitas outdoor. Jadilah hari itu kami terbagi-bagi. Sebagian naik ke Gunung Gede. Sebagian naik sepeda. Saya? Karena masih punya anak-anak kecil, gak ikut semuanya... Meski saya sebenarnya pengen naik gunung juga sih.
Iain, anggota keluarga paling kecil... :p
Saya dan... errrrr, my grandson!! :))
Malamnya, saat semua sudah berkumpul kembali, kami makan malam bareng dengan membakar sosis, ayam, dan seterusnya. Seru? Banget. Karena rame dan banyak anak kecil berceloteh. Tidur pun  kami bareng-bareng dengan satu kamar bisa terisi sampe enam orang!

Mempunyai keluarga besar itu enak, apalagi pas acara ngumpul bareng. Banyak cerita, banyak tertawa. Kadang sharing juga... ^_^ Bagaimana dengan keluarga kalian?
The krucils
*Ditulis di tengah penantian dan harap-harap cemas, apakah bos akhirnya mau ngasih libur karena saya mau camping*

Foto: thx buat mbak wati & Neil 

Friday, December 13, 2013

Tragedi yang Menyisakan....

Tabrakan kereta dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisakan "trauma" di sebagian penumpang.

Saya, yang setiap hari ke kantor naik kereta, otomatis "sok" ikut mengamati perilaku para penumpang. Contohnya, sehari setelah kecelakaan, begitu saya tiba di Stasiun Tanah Abang, saya agak bengong dengan jajaran penumpang yang menunggu kereta datang.

Kereta menuju Serpong yang biasanya ada di jalur 6, hari itu dipindah ke jalur 5. Bukan sesuatu yang istimewa karena saya pun beberapa kali mengalami hal itu. Yang membuat pemandangan agak aneh adalah sepinya penumpang yang mengantri di kereta wanita bagian depan, tepat di belakang kabin masinis.

Karena saya ini orangnya suka efektif, yang artinya selama di jalan bisa tidur, saya tidur...ya, saya milih yang kosong. Dan saat saya sudah duduk di kereta wanita itulah saya baru sadar bahwa banyak orang masih shocked dengan kejadian sehari sebelumnya.

Beberapa ibu yang melintas di kereta wanita yang kosong berujar, "Jangan di sini, ini gerbong paling depan, ke belakang saja deh." Kalimat ini sesuatu yang ajaib karena biasanya kereta wanita banyak peminatnya. Tidak lama, masuk seorang ibu dan bertanya ke saya, "Mbak, ini gerbong nomer satu ya?" Yang saya jawab dengan, "Iya, bu." Dan ibu itu pun berlalu....

Dan tadi sore
Kereta Tanah Abang menuju Parung Panjang sudah mulai masuk ke stasiun Tanah Abang. Seorang bapak yang sudah tua, yang awalnya tanya-tanya soal kereta ke saya dan beberapa perempuan yang menunggu kereta, mulai "ngoceh".
Bapak tua: Ini kereta yang kemarin tabrakan?
Ibu-ibu: Ah, kalau itu kan musibah, Pak. Musibah bisa di mana saja....
Bapak tua: Saya seharusnya kemarin naik itu juga. Kalo naik, mungkin saya ikut jadi korban
Saya dan ibu-ibu: Alhamdulillah... gak ikut naik kereta itu ya, Pak (normalnya orang begini kan ya?)
Bapak tua: Saya sebenernya sudah siap mati, kok. Saya capek, sudah 80 tahun lebih. Kalo saya ikut kereta itu juga gak apa-apa.
Semua orang: *krik-krik-krik* Bingung mau ngomong apa

Saturday, December 07, 2013

Kangen...

Akhir-akhir ini saya kangen dengan media sosial yang bisa untuk berdiskusi semacam mailing list.

Karena akhir-akhir ini yang booming adalah Facebook, Twitter, BBM, blog, dan seterusnya, rasanya...masa-masa indah berdiskusi dengan haha-hihi dan mengukur sejauh mana kemampuan kita akan satu hal menjadi sesuatu yang saya rindukan.

Belakangan ini saya "lari" ke forum. Yup! Kalo mungkin saya jarang apdet blog, jarang apdet status, bukan berarti saya terlalu sibuk dengan urusan di rumah. Meski... kadang kenyataannya memang begitu! Saya ibu pekerja, gak ada ART, dan sekarang anak mau UAS. Oke, cukup curcolnya. :D

Saya mengikuti beberapa trit di beberapa forum. Sumpah, saya merasakan suasana yang menyenangkan daripada facebook dan twitter. Saya tahu, mungkin orang di facebook atau twitter mengunggah foto atau status tanpa pretensi apa pun. Tapi, kadang saya males liatnya kalo isinya begitu-begitu terus. Oke, kalo sekali-dua. Atau juga dalam jeda yang lumayan. Tapi isinya kadang malesin. Bagi saya loh ya... ;) Apalagi kalo sampe ada yang bertengkar di wall.

Di forum saya belajar banyak hal. Yang pasti soal kehidupan, parenting, psikologi, dan lainnya. Saya tertantang bagaimana menanggapi komen seseorang dengan berusaha mencari data, mengukur kemampuan saya, membaca, atau menonton. Saat saya bisa mengungkapkan fakta, yang kadang-kadang berasa sebagai hasil dari suatu investigasi, rasanya puas, menyenangkan!

Bagi saya itu lebih menyenangkan dan lebih bikin saya waras. Karena di situ saya selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Well, ini hanya pandangan seseorang yang sedang senang nongkrong dan berdiskusi di forum, di tengah sepinya kantor saat wiken.

Have a nice weekend, everyone! :)

Monday, December 02, 2013

Maaf...

Maaf ya nak, terhitung mulai hari ini harus dititipkan ke orang lain.
Maaf ya nak, mama dan papa terpaksa harus melakukan ini...
Baik-baik di tempat penitipan ya...
Jadi anak yang selalu menjadi bintang dalam keluarga

Mau gak mau, akhirnya saat itu datang juga. Kami terpaksa harus menitipkan anak-anak saat kami bekerja. Sedih? Banget.... Dari pukul 2 siang hingga paling telat 7 malam anak-anak harus berada di tempat yang baru pertama kali mereka datangi.

Berbagai macam usaha sudah kami jalani. Tapi akhirnya, kami memilih ini. Semoga ini gak berlangsung lama, ya nak. Sekali lagi, maafkan mama dan papa ya.... Love you.

Monday, September 09, 2013

Car Free Day-Bekasi

Hari Minggu lalu kami pertama kalinya merasakan Car Free Day di Bekasi. Meski di rumah kami punya beberapa sepeda, dan kami suka naik sepeda, selama ini kami lebih suka keluyuran ke jalur-jalur sepeda. Jadi, memanfaatkan Car Free Day itu pengalaman baru bagi kami. *kasihan ya? :D *
Mari bersepeda...
Suka sama jembatan ini
Car Free Day (CFD), Hari Bebas Kendaraan, di Bekasi dilaksanakan di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama di Kota Bekasi. Tepatnya dimulai dari Bekasi Cyber Park sampai perbatasan Jembatan Summarecon Bekasi. CFD biasa diselenggarakan pada minggu kedua dan keempat setiap bulannya, dimulai sejak pukul 06.00.

Dari Sabtu malam kami sudah bilang ke anak-anak bahwa pagi-pagi kita sudah harus berangkat. Dan mereka menyambut dengan antusias. Nikki berencana mau naik sepeda, sementara Kira berencana belajar sepatu roda.


Nikki... yang katanya hobinya: bersepeda :)
Jadi, Minggu pagi-pagi kami sudah berangkat dari rumah. Perjalanan yang enggak butuh waktu lama karena sepanjang Pekayon masih sepi, jadi tanpa hambatan apa pun. Setelah mencari-cari tempat, akhirnya kami parkir di depan Pengadilan Agama Bekasi. Kemudian, dimulailah acara nurunin sepeda, nyetel sepeda, dan perlengkapan laen. :p

Mas dan Nikki langsung bergabung dengan anggota Robek (Rombongan Bekasi), komunitas bersepeda di Bekasi. Saya dan Kira pun menyusul ke tempat kumpul mereka. Karena Mas cukup aktif di situ, jadi kami sudah kenal beberapa anggota. Saling sapa, dan kenalan dengan beberapa anggota yang belum kenal. ;)

Pagi itu yang memanfaatkan CFD lumayan banyak. Sebagian besar naik sepeda, dari berbagai komunitas sepeda. Ada juga yang main sepatu roda. Lari (saya pengen juga jogging di jogging track sekitar stadion). Kumpul-kumpul antarkomunitas. Main bulu tangkis atau bola. Dan tak lupaaaa... makan-makan jajanan yang "bertaburan" di sepanjang jalan. :D
Robek (Rombongan Bekasi)

Pehobi sepatu roda
Calon Stadion Bekasi
Sebenarnya saya pengen ikut zumba. Tapi semua sepatu olahraga ditinggal di loker kantor. Hikz! Karena aspal di tempat zumba itu enggak mulus (kerasa banget waktu ngajarin Kira main sepatu roda), saya mending nunggu hingga bawa sepatu deh. :p
Akhirnya saya ngajarin Kira main sepatu roda, sementara Mas dan Nikki sepedaan.
Bosen main sepatu roda, Kira minta jalan-jalan. Saya dan Kira kemudian melintasi Jembatan Summarecon, jalan-jalan di sepanjang jembatan. Untuk ukuran anak TK seperti Kira, ini jaraknya lumayan jauh. Alhasil saya beberapa kali istirahat duduk-duduk di trotoar karena Kira capek. ^_^


Kelar jalan-jalan, Kira minta mampir ke Mobil Baca yang diparkir di sekitar kantor Wali Kota. Pilih-pilih buku dan main puzzle. Gak lama, kami gabung lagi sama yang lain di tempat kumpul anak-anak Robek.
Yang memilih sarapan burger
Bumi Pramuka
Pagi itu anak-anak dari komunitas BCC (Bekasi Coldlooded Community) juga membawa beberapa ekor hewan peliharaan. Nikki dan Kira heboh ngeliatin hewan-hewan yang melata atau nangkring di pundak yang punya. Hebat ya anak-anak BCC ini. Bisa merawat hewan-hewan macam itu.

Selesai sarapan, Kira minta main di seberang, yang berarti di seputaran stadion. Stadion Bekasi yang sedang dibangun ini nantinya cukup besar dan bertaraf internasional. Desainnya sih, ada yang bilang mirip San Siro di Italia, ada pula yang bilang mirip Wembley di Inggris.
Kalo liat sepintas sih, kayaknya cenderung mirip Wembley. :)
Mobil baca
Jalanan yang lengang... Luv it!
Akhirnya Kira main di tempat permainan dekat stadion. Cukup bayar Rp 10.000 dan bisa main sepuasnya. Sayangnya hari menjelang siang, dan mobil Patwal mulai berkeliling, mengimbau para pengguna jalan untuk mulai hanya memanfaatkan lajur kiri karena CFD akan segera berakhir. Kok rasanya cepet banget yak. Coba ya, Pemkot Bekasi memperpanjang CFD. Rasanya baru sebentar kok sudah berakhir.

Akhirnya kami pulang deh. Hari itu cukup puas. Gak perlu jauh-jauh untuk memanfaatkan hari Minggu bareng keluarga. Dengan datang ke CFD hari itu kami pun bisa tahu ada beberapa komunitas di Bekasi yang bagi kami masih "asing". Juga tempat-tempat yang meski sering kami lintasi tapi enggak begitu paham, semacam Bumi Pramuka. Baru tahu kalau ada Bumi Pramuka di situ. Padahal hampir setiap hari saya melintasi jalan itu menuju stasiun. *malu*
Jembatan Summarecon, Bekasi
Zumba! beneran saya pengen ikut, sayang gak bawa sepatu.


Tentang Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan) di Bekasi:
  • CFD di Bekasi biasanya dilaksanakan pada minggu kedua dan minggu keempat setiap bulannya
  • CFD dimulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 (kurang lama. Ayo, Pemkot Bekasi, ditambah lagi dunk jamnya)
  • Dilaksanakan hanya di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Mulai depan Bekasi Cyber Park hingga seberang Jembatan Summarecon Bekasi (terlalu pendek).
  • Kalau mau parkir mobil, bisa belok kanan di lampu merah BCP, lalu belok kiri dan menyusuri jalanan, kemudian bisa cari parkir dekat jalan utama.
  • Menjelang pukul 09.00 mobil Patwal akan berkeliling untuk memberikan pengumuman bahwa CFD sudah berakhir (plz... diperpanjang. Setidaknya sampai jam 10.00 dulu deh).

Friday, August 23, 2013

Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi

Ini tulisan yang sangat tertunda karena kami pergi ke Kebun Raya Bogor sebelum puasa, dan sekarang Lebaran sudah berlalu. :p
Istana Bogor.... Cantek ya? :)
Meski kami sering lewat Bogor karena kami termasuk sering "mudik" ke Ciawi, kami belum pernah sekalipun masuk ke Kebun Raya Bogor. Kebangetan? Sangat. Padahal kami juga kadang kala ke Pasar Bogor yang notabene cuma di seberang Kebun Raya. Kalau ke Pasar Bogor kami biasanya makan di Mi Atas. Ini tempat makan yang sudah "melegenda" di keluarga Mas karena sejak kecil mereka suka diajak orangtua makan di warung itu. 

Rusa di Kebun Raya? Oh, kami cuma sempat "bertatap muka" sewaktu menginap di Hotel Salak karena tinggal nyebrang doang. Pokoknya dilihat dari sisi mana pun, termasuk kebangetan lah, belum pernah ke Kebun Raya. ^_^
Hijau...
Jadi hari itu, kami memutuskan pergi ke Kebun Raya. Karena saat itu musim liburan, walhasil yang ke Kebun Raya Bogor bejibun. Tapi kami masih bisa menikmati sih karena kami jalan kaki (mobil diparkir di pasar) dan berusaha mengelingi kebun raya tersebut, yang ternyata mustahil dilakukan dalam waktu setengah hari! :p

Kira yang sedang suka maen sepatu roda belajar sama Mas di jalanan beraspal yang membentang di tengah Kebun Raya. Sementara saya dan Nikki berusaha membaca papan petunjuk ataupun informasi yang ada di seputaran setiap pohon dan bangunan.
Giant Lotus
Nikki serius membaca tentang pohon canon ball
Nikki cukup terkagum-kagum sewaktu membaca soal pohon Canon ball (Couroupita guianensis), tumbuhan asal Amerika Selatan. Tentu saja, karena dia berpikir itu semacam water cannon atau canon di games Starcraft. LOL. Padahal nama canon ball cuma karena buahnya yang mirip bola meriam.

Kami maen dan istirahat di seberang Istana Bogor. Danau yang dipenuhi bunga teratai raksasa (giant lotus) benar-benar menyegarkan mata. Well, kalau hari itu teduh dan panasnya gak menyengat, kayaknya asyik banget gelaran tikar di situ dan tidur...

Tujuan berikutnya adalah ke Museum Zoologi. Jujur saja, selama ini kami belum pernah mengajak anak-anak ke museum karena khawatir anak-anak bosan dan gak bersemangat. Nyatanya, begitu masuk halaman museum, mereka seneng banget.

Di depan museum yang juga terletak di dalam kawasan Kebun Raya Bogor ini kami sudah disuguhi kerangka paus biru (Balaenoptera musculus). Biasanya paus biru panjangnya bisa mencapai 33 meter dan dipercaya sebagai hewan terbesar. Jadi anak-anak cukup melongo ketika disuruh memosisikan diri di dekat kerangka paus. Dan saya mengingatkan mereka bagaimana Pinokio ditelan paus saat berusaha mencari Pak Gepetto. :)
Museum Zoologi Bogor
Kerangka Paus Biru
Di dalam Museum Zoologi yang berasa sumpek karena pencahayaan yang kurang dan banyaknya orang (mungkin karena pas liburan), Nikki dan Kira seneng banget ngeliat binatang-binatang yang sudah diawetkan. Beberapa binatang bisa mereka kenali, tapi terkadang mereka masih bingung jika menemukan binatang yang sama sekali belum mereka kenal dan lihat, misalnya burung Kuau. Kuau yang di Indonesia persebarannya di Sumatera dan Kalimantan ini mirip merak. Tapi kayaknya mereka jauh lebih berisik dibanding merak. :D

Anak-anak heboh saat menemukan berbagai jenis dan ukuran semut, belalang, juga kupu-kupu. Dan mereka gak pernah menyangka bahwa ukuran banteng bisa sebegitu besar. Lucu juga mendengar celotehan mereka.

Museum Zoologi ini awalnya adalah Laboratorium Zoologi Pertanian yang merupakan bagian dari Land's Plantetuin pada 1894 (sekarang Kebun Raya Bogor). Laboratorium itu kemudian berkambang menjadi unit sendiri yang khusus bertugas menginventarisasi jenis-jenis fauna yang ada di Indonesia. Dibangun pada 1901, museum tersebut sampai sekarang tidak mengalami perubahan dan menjadi gedung cagar budaya di Kota Bogor.

Museum Zoologi sebenarnya asyik banget buat anak-anak. Sayangnya, luas museum terkesan sangat kurang. Jadi para hewan yang sudah diawetkan itu berasa terlalu berdesakan di ruang kaca, tembok, bahkan yang digantung. Semoga museum ini bisa diperluas ya...
Burung Kuau
Yang lagi asyik ngamatin serangga
Puas menyusuri museum, kami beristirahat dan tiduran di rumput karena kecapekan. Lama sekali kami beristirahat sampai menjelang pukul 4 sore, saatnya Kebun Raya ditutup. Dan saat menuju pintu keluar, kami melihat papan petunjuk "Bunga Bangkai" dan baru sadar: oh, iyaaaaaa.... kenapa kita gak ke situ? :( 


Tentang Kebun Raya Bogor:
  • Tiket masuk:
    - Domestik: Rp 14.000
    - Wisman: Rp 25.000
    - Kendaraan keliling roda empat: Rp 30.000
    - Parkir Kendaraan roda dua: Rp 5.000
    - Karcis sepeda: Rp 5.000
  • Tiket tersebut sudah termasuk ke Museum Zoologi.
    Waktu operasional museum: pukul 08.00-16.00 WIB
    Ada kantin di samping museum. Tapi kalau mau beli-beli, tanya dulu harganya ya. ;)


    sumber: asosiasi museum