Monday, January 07, 2013

Bali (5): Geger Beach dan Krisna

Perasaan nulis soal jalan-jalan ke Bali kemarin kok gak kelar-kelar yak. :) Ehm, karena kemarin-kemarin kami banyak mengandalkan Google, maka dengan ini saya pun berterima kasih kepada Google dengan ngasih banyak-banyak info. Mana tahu ada yang butuh seperti kami kemarin. ;) *sok rajin*
---------------------------------------
Pagi ini kami benar-benar merasa capek. Keinginan untuk mengeksplor Bali sudah agak berkurang. Apalagi Kira, yang notabene anggota terkecil "tim" kami, sudah benar-benar kecapekan. Jadi, setiap kali ditanya apakah mau keluar jalan-jalan, dia selalu menjawab: "Tidak. Maunya di hotel saja." :( Padahal kalau malam kami pengennya bisa jalan-jalan di Sunset Road atau ke Ground Zero.
Geger Beach, Nusa Dua
Akhirnya, selesai sarapan, anak-anak cuma main di kolam renang. Saya dan Mas pergi untuk satu keperluan sambil ngambil cucian di laundry kiloan. Hurray! Akhirnya stok pakaian ada lagi. Maklum, karena kami keseringan main basah-basahan, rasanya itu pakaian cepat habis. Hari kelima di BSD (Banyuwangi Sonoan Dikit), kami bisa tidur siang, dong. Tapi cuma sebentar sih, karena cuaca lagi enak, sayang banget kalau dilewatkan.

Setelah makan siang, kami bersiap-siap ke pantai lagi. Kali ini sih memanfaatkan shuttle yang ada di hotel. Seperti saya bilang sebelumnya, di dua hotel yang kami tempati selalu disediakan shuttle untuk ke pantai terdekat. Karena masih agak lama, kami akhirnya menunggu shuttle siap sambil duduk-duduk di lobi. Tak lama, shuttle sudah oke dan kami bersiap menuju Geger Beach.
Suasana yang "sendu" karena mendung
"Ladang" rumput laut
Sampai di Geger Beach, anak-anak langsung berebutan nyebur ke laut. Di sini airnya tenangggggg... banget, nyaris tidak ada ombak. Jadi emaknya ini bisa leyeh-leyeh di kursi pantai tanpa khawatir. *devilish*. Dan makin kebangetan saat emak-emak ini tertidur pulas untuk beberapa saat kena semilir angin pantai dan cuaca yang agak mendung.

Pantai Geger ini pantai dengan pasir putih dan terletak tepat di belakang Hotel The Mulia yang sedang dibangun. Banyak kursi pantai yang disewakan, jadi kita bisa duduk-duduk bahkan tiduran di sini. Sore itu ombaknya nyaris tidak ada karena di bagian tengah ada semacam karang yang menghalangi. Tapi saya tetep bingung kenapa ada beberapa surfer di sini. Apa yang dicari? Kalo menurut saya sih, untuk yang mau berselancar mending ke Padang-padang atau Suluban

"Anak-anak Pantai"
Ada yang mau naik kano?
Sore itu di Geger, sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara. Arghhhh... saya sebenarnya agak-agak gimana gitu ngajak anak-anak ke sini karena banyak pasangan turis yang, ya... gitu deh. 

Ada kafe kecil di sekitar pantai, tapi kami masih kenyang, jadi kami puas-puasin main dan santai saja. Tapi, pas saya sedang leyeh-leyeh dengan asyiknya, salah seorang ibu tukang pijat yang banyak di pantai itu mendekati saya menawarkan jasa. Herannya, dia tanya pake bahasa Inggris! Dan terakhir-terakhir dia tanya: Are you from India? Haaaaaaah.... ibu, apakah butuh bantuan ke rumah sakit untuk memeriksakan mata? :D


Akhirnya saya ngikut anak-anak nyemplung ke laut. Tadinya rencana mau nyari kerang, tapi ternyata jarang banget, jadi gak seru. Yang ada cuma rumput laut! Yup, di Geger Beach ini banyak petani rumput laut wira-wiri memakai rakit. Mereka membudidayakan rumput laut di sini. Sambil leyeh-leyeh, saya suka ngliatin kesibukan para petani rumput laut itu.
"Memanen" rumput laut...
Hasil panen hari ini
Ini loh hasilnya
Gak terasa, kami sudah 2 jam di Geger Beach! Whaaaaat? Kok rasanya baru bentar yak. Padahal tadinya saya bilang ke petugas hotel minta dijemput satu jam dari waktu berangkat. Untung Mas bilang 2 jam. :D Lah, 2 jam aja ternyata gak kerasa. Jalan ke sana-sini, lari ke sana-sini, ngeliatin para petani, ngeliatin para surfer, ngeliatin para turis, tidur... ternyata 2 jam terlewat begitu saja.
Pulang...
Pura (lagi)
Gak lama nunggu, shuttle dari hotel datang. Mobilnya jenis mobil bak yang sudah dimodif, jadi kita gak merasa bersalah buat naik meski badan penuh pasir laut. Cuman ya... hm, brasa kena "garuk" Satpol PP gituh. :p Sampai hotel langsung mandi, makan, dan sholat magrib. Dan karena besok sudah pulang, akhirnya kami keluar juga untuk nyari oleh-oleh.

Tentang Geger Beach
  • Terletak di kawasan Nusa Dua, tepatnya di belakang Hotel The Mulia
  • Tiket masuk: gratis
  • Untuk parkir saya tidak tahu karena kami menggunakan shuttle dari hotel
  • Disediakan kursi-kursi pantai, dengan tarif Rp 50.000 (dua kursi dan payung besar). Harga ini masih bisa ditawar loh ya.

Krisna, Pusat Oleh-oleh
Setelah bingung mau nyari oleh-oleh ke mana, kami akhirnya memutuskan ke Krisna. Yah, namanya orang Indonesia. Tiba-tiba keinget tetangga yang dititipin rumah, satpam yang juga dititipin rumah, tetangga yang dititipin hewan peliharaan, teman, dan seterusnya.... :D

Tujuan kami adalah Krisna di Sunset Road. Ugh... sebenarnya males karena harus lewat Simpang Siur yang muacet. Tapi setelah sampe, acara bermacet-macet terbayar dan tiba-tiba gak berasa tuh. Kami masuk dan masing-masing nyari di lorong yang disenangi. Mas di bagian makanan, sementara saya di pernak-pernik dan berbagai lulur Bali. :p
Salah satu outlet Krisna
Ish... pengunjungnya banyak yak
Sayangnya, kami kemaleman, jadi toko sudah mau tutup. *nangis di pojokan* Tapi tunggu dulu, dengan sisa-sisa tenaga, kami akhirnya menuju toko Krisna yang lain, yang buka 24 jam, tidak jauh dari bandara. Sampai sana, walah... rame bener. Mobil dan bus pariwisata berderet-deret. Menurut saya sih, masih enakan yang di Sunset Road. Yang di sekitar bandara terlalu rame. Setelah belanja-belanji, kami pun balik ke hotel, tepar beneran. Rasanya, besok gak akan ke mana-mana sampai nunggu waktu check out. 

Tentang Krisna, Pusat Oleh-oleh
  • Terdapat 4 outlet, yaitu 2 di Denpasar, 1 di Sunset Road, dan 1 di sekitar bandara (buka 24 jam)
  • Menjual berbagai macam makanan khas: pia bali, brem, pia susu, kacang bali, berbagai macam lulur Bali, body butter, tas, tempelan kulkas, pernak-pernik, sampai kaus. Tapi tetep, jangan berharap menemukan pia Legong di sini yak. :)
  • Harga: Menurut saya oke buat oleh-oleh. Tapi menurut saya yang di sekitar bandara lebih mahal dikit, mungkin karena buka 24 jam. Yang saya ingat cuma harga kalung, Rp 6.000-Rp 7.000-an. Pernak-pernik yang lain sekitar segitu juga. Kalau gak sempat ke Pasar Sukawati, boleh lah buat alternatif.

5 comments:

Bibi Titi Teliti said...

whoaaa...
liburan ke ke Bali...
Seru sekali kelihatannya yaaaa :)
Geger Beach itu di kawasan Nusa Dua yah?
Aku baru denger juga sih...
tau nya cuman Kuta doang..hihihi...

myra anastasia said...

pantainya kayaknya masih bersih ya.. Airnya keliatan bening :)

Della said...

BSD nya kok, hihihi..
So, you are from India ya, Ma? *masih ngikik*

Pinisi Edutainment Park said...

Hai mba, kami dari Pinisi Edutainment Park. Boleh minta alamat emailnya mba? kami ingin mengirim undangan.
Terimakasih

retma-haripahargio said...

Halo, terima kasih sudah mampir ya. Sila kirim email ke retma.79@gmail.com. Terima kasiiiih. :)