Monday, January 14, 2013

Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual

Beberapa hari terakhir membaca berita soal kekerasan seksual yang menimpa anak-anak membuat saya merinding dan kelu. Bahkan, tahun 2013 ini ditetapkan sebagai Tahun Darurat Kekerasan Seksual pada Anak oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Ah, kita sebenarnya hidup di negeri seperti apa? :(
Buku panduan
Dan saya pun ingat saya belum posting beberapa hal yang saya dapat dari seminar-seminar bulan lalu. Karena itu, saya mau sharing (bukan menggurui loh yak) beberapa hal untuk melindungi anak-anak kita. Saya tidak bisa sharing semuanya karena terlalu panjang, jadi saya tulis beberapa saja yang menurut saya penting dan harus diketahui semua orangtua.

1. Kenalkan kepada anak macam-macam sentuhan
Menjelaskan hal ini ke anak-anak enggak mudah, tapi mau tidak mau, dengan kondisi seperti sekarang, kita harus melakukannya. Dan ya, saya sudah melakukan itu ke anak-anak.
  • Sentuhan yang boleh, yaitu sentuhan yang dilakukan seseorang karena kasih sayang. Misalnya: mengusap, membelai kepala, dan membedaki badan
  • Sentuhan yang membingungkan, yaitu sentuhan yang dilakukan antara menunjukkan kasih sayang dan nafsu. Misalnya mula-mula mengelus kepala, memeluk-meluk, lalu tangannya meraba bagian tubuh anak dari bawah bahu sampai atas dengkul. Sebelumnya ajarkan kepada anak-anak bahwa bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain adalah bahu ke atas dan dengkul ke bawah.
  • Sentuhan yang jelek, yaitu kalau seseorang meraba paha, dada, atau bagian yang dekat dengan kemaluan
 2. Yakinkan anak untuk bisa berbagi rahasia dengan kita
Karena kekerasan seksual dan perkosaan selalu dilakukan dengan bujukan dan ancaman, hal ini harus dijelaskan juga kepada anak. Kita juga meyakinkan bahwa kita sebagai orangtua adalah tempat dengan siapa anak bisa berbagi.

Di salah satu seminar, Bu Elly sempat bercerita sesuatu yang menarik terkait pengalaman anaknya sewaktu masih TK dan mereka tinggal di luar negeri. 

Suatu hari di TK, tinggal Mimi dan Jessica (anggap saja namanya begitu yak) di dalam kelas. Jes biasa dijemput oleh mama atau papanya. Namun siang itu, Jes lama sekali belum dijemput. Akhirnya Miss Brown mendekati Jes dan bilang: "Jes, ada seseorang di depan yang mau menjemput kamu. Menurut dia, dia disuruh oleh papa kamu. Apakah kamu melihat orangnya dulu?"

"Ya, aku mau lihat,"  kata Jes.

Dan mereka bertiga, Mimi, Jes, dan Miss Brown mendatangi orang itu di gerbang sekolah. 

Miss Brown: "Apakah kamu kenal orang ini Jes?" Dan Jes pun menggeleng. Saat itu tangannya yang menggandeng Mimi semakin menggenggam tangan Mimi dengan erat.

Orang tersebut bilang, "Hai Jes. Aku disuruh papa kamu untuk menjemput kamu. Papa tidak bisa menjemput karena sedang sibuk dan ada keperluan di kantor, jadi dia menyuruhku untuk menjemput."

(Dan, apa kata Jes? Yaaaaaak... ibu-ibu coba bayangkan kalau anaknya ketemu kejadian kayak gini, seharusnya mereka gimana? *devilish*)

Jes pun bilang, "Oke. Kamu disuruh papa menjemputku. Apa password-nya?"

Orang itu pun bingung. Password, password apa? Dia memandang anak itu dan Miss Brown dengan bingung. Dan Jes pun menarik tangan Mimi sambil bilang: "Ayo Mimi, aku mau pipis dulu. Kita ke toilet." Dan mereka pun lari ke dalam sekolah.

Sampai di dalam Mimi bertanya kepada Jes kenapa dia panik. Dan Jes pun menjawab: "Mimi... dia tidak punya password. Dia tidak punya password." Mimi pun bingung dan bertanya ke Jes, apa maksudnya.

Dan Jes pun cerita: "Mama dan Papa bilang, siapa pun yang menjemput aku harus punya password. Kita sepakat bahwa hari ini passwordnya rocking chair. Dan orang itu tidak punya password, Mimi."


Jadi, apakah anak-anak kita telah dibekali password? ;) Atau apakah ada trik lain agar anak tidak langsung begitu saja ikut orang dan termakan bujukan?

Catatan: dalam kejadian itu, apakah Jessica benar-benar pengen pipis? Tidak. Apakah anak boleh berbohong? Hanya jika dia terdesak dalam situasi yang membahayakan dirinya, ya. Dia boleh bohong.


3. Kenalkan pada anak bedanya: orang asing, kenalan, teman, sahabat, dan kerabat
Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar. Pasti sudah pada tahu kan ya... jadi jelaskan itu ke anak-anak.

4. Nyatakan kepada anak bahwa orangtua dan keluarga selalu melindungi dan menjaga mereka
Pernyataan seperti ini akan sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman dan kekuatan dalam diri anak.

5. Genapkan ikhtiar dengan doa
Biar bagaimana pun, selalu ada saat di mana kita lengah atau tidak mampu, bukan? Saya pun selalu mengalaminya saat mengantar anak-anak sekolah, misalnya. Begitu masuk gerbang sekolah, mereka sendiri dan harus bertahan sendiri.
Jadi, setelah semua ikhtiar, selanjutnya adalah berdoa dan pasrah, semoga Alloh selalu melindungi anak dan keturunan kita dari bencana. 

Yang lain-lain masih banyak. Tapi saya tidak bisa menjembrengkan semua di sini. Kalau mau, silakan pesan buku panduan seperti di atas itu ke Yayasan Kita dan Buah Hati. Satu paket isi buku-buku itu Rp 100.000 dan 15% dari harga buku itu disumbangkan untuk pelatihan parenting para guru. *sungguh, ini bukan promosi, hanya ngasih tahu saja kalo minat :p*

Untuk anak kelas 4 SD ke atas, sila cek: Pendidikan Seks untuk Anak-anak.

 

8 comments:

retma-haripahargio said...

Untuk konsultasi terkait anak dan remaja mengenai seks, kekerasan seksual, bullying, dan kecanduan games, silakan hubungi:

Yayasan Kita dan Buah Hati
Jl Gudang Peluru Barat Blok V No 526
Kebon Baru, Jakarta Selatan
Telp: 021-83705335 dan 021-83790765
Fax: 021-83790765
email: kitadanbuahhati@yahoo.com
Facebook: Kita dan Buah Hati
Web: http://kitadanbuahhati.or.id

myra anastasia said...

ngeri dan miris juga ya ttg kekerasan seksual ini.. apalagi py anak perempuan, bawaannya khawatir

masrafa.com said...

cakeb tuh bukunya.... beli dan baca aaahh

retma-haripahargio said...

Yoi. Beli gih... jadi gak usah seret2 gue buat nerangin ke Rafa. Terangin sendiri ye. Gutlak! *pukpuk tukang solder*

chici said...

Iya ya mbak, sekarang anak-anak juga sering jadi sasaran kekerasan seksual, miris :(

Huaaa kayaknya susah ya mbak jadi orang tuaaa...
*pentung kepala sendiri

Bibi Titi Teliti said...

Whoaaaa...
makasih ilmunya yaaaaa...

itu tentang password ide yang bagus juga yah...
zaman sekarang emang agak ngeri sih :(
Mudah2an anak2 kita selalu dilindungi deh :)

Lidya - Mama Cal-Vin said...

bukunya boleh juga mbak buat nambah ilmu ya

Della said...

Makasih infonya, Ma :)
Emang ketar-ketir banget bawaannya punya anak zaman sekarang.. miris..
Orang tua mesti selalu waspada..