Tuesday, January 29, 2013

Pinisi: Play, Learn, and Explore

Saat pertama kali ada kunjungan dan komentar dari Pinisi Edutainment Park di blog ini, saya sungguh penasaran. "Pinisi?" Saat itu di kepala muncul gambaran kapal asal Bugis dengan layar-layar lebarnya. Maklum, akhir-akhir ini saya banyak baca tentang I La Galigo dan pementasan La Galigo yang ramai diperbincangkan (selain Matah Ati). Meski saya tidak bisa nonton La Galigo dan menatap Sawerigading, pembuat Pinisi pertama, setidaknya saya, Mas, dan anak-anak bisa main ke Pinisi Edutainment Park. :)
Kapal Pinisi itu...
Jadi, Sabtu kemarin, dengan mengantongi undangan gratis dari Pinisi Edutainment Park, kami menuju Pasaraya Blok M. Sudah lama sekali kami tidak "beredar" di daerah sini. Ternyata di Pasaraya sudah banyak perubahan. Salah satunya ya, Pinisi Edutainment Park yang terletak di lantai 9 dan 10 Pasaraya Blok M, dan baru dibuka pada November tahun lalu. Sebelumnya saya bilang ke anak-anak bahwa kita akan main ke Pinisi Edutainment Park dan saya terangkan seperti apa Pinisi itu. Nikki, yang sudah pernah ikut Wisata Kapal Perang TNI, langsung bertanya macam-macam soal kapalnya. Dipikirnya kita akan naik kapal. :D


Asyik main Kiss Car
Sampai di Pasaraya sudah jam 10.30 dan mikirnya: telat nih, telat nih. Saat masuk ke area pertokoan, sempat bingung juga, lewat mana yak. Untung ada banner Pinisi, jadi kami langsung tahu harus ke mana. Masuk lift kaca, yang membuat anak-anak seneng karena bisa melihat setiap lantai di area pertokoan, akhirnya kami tiba di lantai 9. Begitu lift terbuka, anak-anak lari keluar lift dan saat menengok ke kanan langsung heboh dengan teriakan-teriakan: Aku mau naik itu, aku mau nyobain itu. Oh, oke... tunggu dulu yak. Kita daftar dulu ke petugasnya.

Setelah daftar ke petugas, masing-masing diberi cap di tangan. Dan tidak lupa, karena kami ke Pinisi Edutainment Park dengan undangan, kami dapat goodie bag dong. Ternyata acara utama, workshop penulisan untuk para blogger, belum dimulai. Alhamdulillah ya, sesuatu! Kirain sudah telat. Akhirnya kami melihat-lihat dulu. Ke area utama, kami langsung disuguhi tampilan kapal Pinisi yang ceritanya sedang bersandar di pelabuhan. Saya bilang sedang bersandar di pelabuhan karena kan enggak ada layarnya. Hahaha. Tapi konsepnya bagus sih. Di sekeliling kapal ada Kiss Car, permainan semacam boom boom car, yang membuat seolah-olah kapal-kapal kecil sedang wira-wiri di sekitar Pinisi dan berada di pelabuhan yang sibuk. Dan tali-tali yang biasa terlihat saat kapal sandar dimanfaatkan untuk flying fox. Berasa Kapten Jack Sparrow gak sih? :p
Berasa putri naik kuda... :)
Ada yang mau jadi nakhoda?
Nikki di salah satu sudut kapal
Mau ke mana kita?
Selesai main Kiss Car, anak-anak ke komidi putar. Belum lama melihat anak-anak main, sudah ada pemberitahuan bahwa kami, para blogger, diharap masuk istana ke teater karena acara segera dimulai. Saat berjalan masuk ke tempat acara itulah saya melihat banyak blogger yang sudah beberapa kali ketemu, yang belum pernah ketemu tapi tahu nama dan wajah, juga blogger lain yang enggak kenal sama sekali. Woah... ini bener-bener kayak reunian para blogger yak.

Saya duduk bareng Indah dan Vera. Sebenarnya sih bukan karena kami anggota klub Bekasi, tapi Indah, yang akhir-akhir ini kondang sebagai detektif Conan, ingin bertanya-tanya soal sekolah. Maklum ya, nama pun emak-emak. Acara apa pun, tetap manfaatkan untuk ngobrol segala hal terkait anak dan keluarga. Dan acara pun dibuka dengan pembicara Direktur Pinisi Ari Kartika dan Editor In Chief majalah Good Housekeeping Asteria Elanda.
Pasang pengaman dulu yak
Dan Kira pun "panjat tebing"
Yang kesenangan nyoba wall climbing
Dari penuturan Mbak Ari Kartika, saya bisa menyimpulkan beberapa hal yang membedakan Pinisi dengan taman bermain lain:
  • Mengusung tema Play, Learn, and Explore, Pinisi bukan hanya sekedar taman pintar atau taman bermain. Selain wahana permainan, di Pinisi Edutainment Park juga ada kelas-kelas yang mengenalkan berbagai macam kesenian dan kebudayaan Indonesia. Kelas itu di antaranya: kelas tari, gamelan, pedalangan, dan batik. Tadinya saya pikir karena "play", maka ada permainan tradisional semacam egrang, tapi ternyata enggak ada. :))
  • Pinisi bekerja sama dengan Kak Seto Centre. Jadi, kalau datang ke Pinisi, kita nantinya bisa juga dapat keterangan misalnya anak ini kayak gimana. Apakah dia tipe visual, audio, atau kinestetik.
  • Di Pinisi ada pementasan drama dengan cerita yang diambil dari hikayat atau cerita Nusantara. Love it! Sungguh, saya suka banget dengan yang satu ini. Karena setiap saya libur anak-anak selalu minta didongengi, jadi begitu lihat drama (kemarin berjudul Lutung Kasarung), mereka langsung maju dan nongkrong di depan panggung.
  • Ke depan, Pinisi akan memperluas satu lantai, yaitu di lantai 8, untuk Science Centre sehingga luas total menjadi 6.000 meter persegi. Jadi, enggak usah jauh-jauh ke Singapura, begitu semangatnya. :D
Mbak Ari Kartika (kiri) dan Mbak Asteria Elanda
Sementara dari Mbak Asteria Elanda, saya juga mendapat banyak hal baru soal menulis. Yeah, saya ini susah untuk menulis berpanjang-panjang. Saya jauh lebih familiar dengan yang namanya hardnews. Soal ini pun saya pernah curcol ke Mbak Indah Juli. :D Jadi, begitu ada lomba penulisan dengan waktu 15 menit, DOENG....! Yang lain sudah asyik nulis, saya masih bingung mau nulis apa. Hahaha. Mending saya disuruh nulis berita deh. *ketok kepala pake palu*

Tapi yang paling membekas dari pemaparan Mbak Asteria Elanda adalah soal haters. Saat itu saya langsung ingat beberapa postingan saya di blog ini dan blog satunya. Mungkin, saat posting, semangat kita adalah berbagi. Tapi nyatanya, memang tidak semua orang bisa menerima hal-hal yang kita paparkan. Saya ingat saya pernah dicaci orang karena saya dianggap copas tulisan orang. Padahal tulisan yang dimaksud adalah tulisan saya sendiri yang saya posting jauh sebelum orang itu posting. *geli sendiri*
Toddler area
Cyber games
Akira dan Nikki seru-seruan main Cyber Games
"Lutung Kasarung"
Setelah wokshop untuk para blogger selesai, dilanjutkan makan siang di area tempat makan yang ada di lantai 10. Tapi ternyata Mas dan anak-anak sedang turun ke bawah, ke area pertokoan. Mereka beli baju ganti Kira dan kaos kaki karena anak-anak minta main di playground. Sementara nungguin Mas dan anak-anak naik ke atas, saya ngobrol dengan cowok ganteng: Keke! :D Ditunggu lama, Mas belum balik juga. Akhirnya saya ngider ngeliat anak-anak dari satu TK yang sedang bermain di Pinisi. Dan tiba-tiba seorang anak yang lewat teriak sambil nunjuk-nunjuk ke satu kelas: "Ariiiiiiif, lihat, lihat. Mamamu sedang belajar nari." Dan bareng anak-anak TK itu, saya melongok ke dalam kelas tari. Heh? Ternyata para ibu enggak mau ketinggalan. Mereka sedang belajar nari jaipong di kelas tari! *ngikik*
Para ibu gak mau kalah, ikut kelas tari...
Kelas batik
Begitu Mas dan anak-anak kembali, kami naik ke lantai 10, dan saya mulai antre. Menurut petugasnya sih, kalau pesanan sudah selesai bakal dipanggil. Tapi sudah ngobrol sana-sini bareng teman ini-itu, kok tetap gak dipanggil ya? Setelah dengan perjuangan yang cukup lumayan, akhirnya bisa makan juga. Sambil makan Nikki dan Kira cerita wahana dan kelas apa saja yang sudah mereka coba. Selain nyoba Kiss Car dan komidi putar, ternyata mereka juga menghias layang-layang, mencoba wall climbing, naik Choo Choo Train, dan banyak lagi.
Menghias layang-layang
Serius menghias layang-layang
Kelar makan kami menuju ke teater untuk melihat pementasan drama Lutung Kasarung. Tapi sebelumnya diumumkan dulu pemenang lomba penulisan 15 menit.
Saat drama dimulai, Nikki dan Kira langsung nongkrong di depan panggung. Untuk pementasan drama, selain para pegawai Pinisi, anak-anak yang berkunjung dan mencoba kelas drama juga diikutsertakan. Lucu-lucu jadinya. Ada yang kaget, ada juga yang ketakutan karena tentu saja mereka tidak latihan dan tidak tahu plotnya. Tapi saya dan Mas ketawa-ketawa karena ngeliat Azka yang ketawanya heboh. :)

Begitu drama selesai, Nikki dan Kira langsung keluar melanjutkan permainan. Saya dan Mas pun mau tidak mau langsung ngikutin mereka. Jadinya saya ketinggalan, enggak ikut foto-foto dengan para blogger karena berbagi tugas dengan Mas. Saya nungguin Nikki, sementara Mas sama Kira yang langsung main di playground. Sebelumnya Kira pengen main di sini, tapi enggak bawa kaos kaki.

Mandi bola, salah satu permainan favorit Kira
Sambil nunggu Kira dan Nikki, saya ngobrol dengan De, Mbak Indah Juli, Meyrinda, Santi Maulizal, dan juga ketemu banyak teman lain, meski enggak bisa nggosip, setidaknya soal Nam Goong Min, ya kan Erry? What a lovely day! Ketemu banyak teman, yang biasanya cuma bersapa ria di dunia maya. Sayangnya, saya harus terdampar di kantor, jadi langsung cabut. Padahal saya belum nonton simulator 4D, padahal anak-anak belum mau pulang. :(
Tapi hari itu, saya sungguh berterima kasih ke Pinisi Edutainment Park yang sudah mengundang saya dan keluarga, juga mempertemukan dengan teman-teman. :D Jalesveva Jayamahe.

Tentang Pinisi Edutainment Park:
  • Terletak di Pasaraya Blok M lantai 9 dan 10 (rencananya ditambah lantai 8 untuk Science Centre), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Tiket masuk:
    • Toddler (1-3 tahun) : Rp 50.000 (6 jam/8 jam)
    • Anak-anak (4-16 tahun) : Rp 100.000 (6 jam), Rp 115.000 (8 jam)
    • Dewasa (di atas 16 tahun) : Rp 50.000
    • 0-1 tahun dan 65 tahun ke atas: GRATIS!
  • Tiket masuk Wiken dan Hari Libur Nasional (5 jam):
    • Toddler: Rp 50.000
    • Anak-anak: Rp 100.000
    • Dewasa: Rp 50.000
  • Waktu operasional:
    • Hari biasa: pukul 09.00-15.00 (6 jam); pukul 11.00-17.00 (6 jam); pukul 09.00-17.00 (9 jam)
    • Wiken dan hari libur: Pukul 09.00-14.00 dan pukul 15.00-20.00 (5 jam)
Choo-choo Train
Nikki di atas Choo-choo Train

Tips ke Pinisi Edutainment Park:
  • Bawa kaos kaki kalau mau main di playground
  • Bawa minum yang cukup. Kemarin di area tempat makan (lt 10), agak berantakan koordinasinya. Entah karena kami rombongan dalam jumlah besar atau kenapa. Tapi  karena undangan, seharusnya sudah disiapkan ya. Jadi lebih baik siapkan minuman yang cukup untuk anak-anak. Terlepas dari keruwetan di area makan, petugasnya ramah kok.
  • Toiletnya bersih, tapi sayang airnya minim. Saat tanya ke petugas, ternyata airnya tidak "jalan". Bahkan si petugas meminta saya agar tidak memakai toilet karena khawatir tidak ada airnya. Sebenarnya ada, tapi alirannya keciiiiiiil banget. Jadi siapkan tisu basah dan air mineral saja. Enggak tahu kalau nanti-nanti ya.
  • Di lantai 10 tidak ada toilet untuk umum, hanya untuk petugas. 
  • Tidak ada mushola. Tapi bisa memanfaatkan area di sekitar teater. Meski kecil, lumayan lah.
  • Saat ini Pinisi Edutainment Park masih dalam tahap pengembangan dan baru 3 bulan dibuka. Mungkin nanti-nanti bakal lebih baik dalam fasilitas. 

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

kita sama-sama kesana tapi ngehnya pas mau pulang ya mbak :)

borescope said...

serruuu banget ya bermainnya

timbangan said...

bener-bener seru ya permainannya

PLC said...

mau dong diajak main sama kakanya

ei said...

hmmm, sepertinya menarik buat dikunjungi ya, tapi bawa 3 krucils mesti berhitung nih xixixi

retma-haripahargio said...

@Lidya: iyaaaa. Ayo, kapan kita hang out di seputaran Bekasi. :D

@borescope: Yay! Emang

@timbangan: mau coba? ;)

@PCL: Wiiiiih, saya aja dapet gratisan. :p

@Ei: Iya ei. Alhamdulillah kemaren dpt gratisan. :D

keluarga Qudsy said...

hai Retma, seneng deh rasanya ketemu kemarin :)
Eh kayanya kita seumuran deh, kuliah di Jogja ya dulu? *salah fokus* hahaha