Friday, May 31, 2013

Bahagia Itu Sederhana

Setelah bertahun-tahun saya lupa password, mencoba berbagai hal, akhirnya hari ini saya bisa login ke salah satu email saya. Yay....!!! *nari jumpalitan*

Yang membuat saya terharu, bahagiaaaaaa... banget karena email itu akses saya ke blog yang tidak pernah saya posting lagi sejak tahun 2007! Terakhir saya posting itu pun dengan susah payah karena tiba-tiba saya tidak bisa menulis apa pun di situ. :(

Dan saat saya buka: Jreng-jreng... masih banyak yang komen di situ. Alhamdulillah. Ada yang bertanya, ada yang konsultasi, ada yang mengajak untuk ngisi salah satu kolom di media (maaaf, telat banget ya, kalo ngerespons sekarang? hehehe), ada yang manggil "bang", ada yang menghujat, tiba-tiba ada puluhan followers, ada yang minta foto profil diganti, dan seterusnya.

Di blog itu saya "mati suri". Tidak pernah posting apa pun sejak tahun 2007, lupa kapan terakhir kali buka blog itu, tapi sungguh... saya senang ternyata banyak yang baca dan berguna. Tiba-tiba teringat ungkapan Pramoedya Ananta Toer: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Jangan tanya apakah saya akan nulis lagi di situ.... ^_^

Saturday, May 25, 2013

Harus Memilih...

Beberapa hari terakhir saya "bergulat" dengan banyak hal. Karena saking banyaknya, terkadang saya punya rasa iri dengan teman-teman yang aktif ngeblog. Bisa posting secara reguler, teratur, ikut kegiatan ini dan itu, dan seterusnya.

Tapi kemudian ada banyak hal yang menyadarkan saya bahwa terkadang hidup itu memang harus memilih. Saya akan lebih memilih menghabiskan waktu dengan anak-anak setelah malamnya "terjebak" di ruang rapat, misalnya.

Dan hidup itu ternyata lebih nyaman dan mudah saat kita menikmati setiap momen, meski itu hanya sederhana. Seorang teman pernah berkata dia merasa "terintimidasi" dengan salah satu kegiatan saya. Tapi hidup bukan hanya tentang itu. Bukan tentang bersaing. Bukan tentang merasa yang "paling". Hidup itu simpel saat kita bisa merasakan dan menikmati setiap detik dan setiap kegiatan yang kita lakukan.

Saya terharu saat pertama kali lihat Holstee manifesto itu. Apalagi lihat iklannya. Semua hal yang kelihatannya sangat sederhana, pada satu titik, dia ternyata menjadi satu momen yang tidak akan terlupakan.

Happy weekend, everyone. ^_^

Tuesday, May 14, 2013

Camping di Mandalawangi

Terakhir kali kami ke taman nasional itu sekitar 4 tahun lalu, yaitu ke Taman Nasional Gunung Salak-Halimun. Jadi ketika suami saya mengajak jalan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, manalah dengan embel-embel camping dan hiking, saya langsung mengiyakan. :)
Anak-anak yang bergembira naik gunung... ^_^ (trims fotonya om!)
Kali ini kami tidak berangkat sendiri, tetapi bareng teman-teman Robek. Saya baru pertama kali ketemu sama mereka. Kalau suami saya sih, karena dia yang ikut komunitas itu, sudah sering dan pernah camping juga bareng mereka.

Sebenarnya Kemping Keluarga (KEKAR) Robek ini berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu. Tapi yah, namanya masih pekerja, jadi kebanyakan baru bisa dateng pada hari Sabtu. Termasuk kami. Manalah malam sebelumnya saya kan ngantor. Yang artinya, tidurnya cuman sebentar banget. Enggak ada 3 jam kali. Tahu-tahu harus bangun karena subuh kami sudah harus berangkat. Packing sudah nyicil sehari sebelumnya, jadi tinggal ngecek dan bawa yang belum sempat dimasukin ke mobil.
Area camping ground


Pemandangan di depan tenda kami
Area camping
Sabtu
Begitu adzan subuh kami langsung sholat, dan ngacir, takut kena macet di jalan tol. Perjalanan menuju TNG Gede Pangrango bukannya tanpa hambatan. Saat masuk tol ternyata sudah mulai macet, padahal hari masih agak gelap. Tapi untungnya yang macet ke arah Sukabumi, sementara arah ke Puncak lancar. Hurray! Sepanjang jalan anak-anak hanya melihat pemandangan sekitar: pintu masuk Taman Safari, Puncak Pass, kebun teh, dan seterusnya. Perjanjiannya adalah: selama camping, NO GADGET! :D

Begitu masuk kawasan TNG Gede Pangrango ternyata sudah rame. Para pendaki hilir mudik dengan bawaan yang khas: tas dan perlengkapan pendakian. Sementara pengunjung laen, yang rata-rata anak remaja, pun sudah berderet memarkir motornya. Karena dari rumah kami belum sarapan, akhirnya kami nongkrong dulu di warung yang ada di sekitar area parkir sambil nunggu teman yang laen.
Mendirikan tenda....
our tent
Pada hari libur kawasan ini sudah bisa dipastikan rame karena selain ke TNG Gede Pangrango, orang-orang juga bisa mengunjungi Kebun Raya Cibodas dan camping (seperti kami) di Mandalawangi Camping Ground.

Mandalawangi Camping Ground, tujuan utama kami, BUKAN tempat camping yang so-so, "yang cuma begitu doang". Untuk mencapai area itu diperlukan usaha karena jalan yang naik turun, melewati sungai dengan jembatan bambu, dan jalan yang penuh batu.Tapi semua itu bakal terbayar kok, begitu kita sampai di lokasi. Lokasinya asyik banget! Dan lokasi tenda kami tepat di pinggir danau. Jadi begitu buka tenda kami bisa langsung melihat danau.
Bermain di kali
Nikki di depan kantor TNG Gede Pangrango
Saat hendak menyeberang melewati jembatan bambu di atas sungai yang berbatu, Kira awalnya enggak mau! Katanya: takut. Tapi yah, namanya anak-anak. Begitu sekali nyoba dan bisa, malah keasyikan. Jadi setiap kali melewati itu jembatan dia gak mau digandeng.

Yang namanya camping bareng anak-anak, maka bisa dipastikan bawaannya seabrek. Dan tentu saja, dengan bawaan yang sudah mirip-mirip kayak mau pulang kampung itu, kami enggak bisa bawa sendiri jalan naik turun dan melewati sungai. Jadi ya, untuk membawa barang-barang kami memanfaatkan para porter yang ada di situ. ^_^

Setelah sampai di camping ground dan mendirikan tenda, bertemu dan menyapa para om dan tante (di komunitas itu panggilannya om dan tante), kami sibuk masing-masing. Anak-anak maen bola, ibu-ibu masak buat makan siang, bapak-bapak sibuk foto sana-sini, beberapa ngumpul maen gitar dan nyanyi dipimpin Om TJ (so... 80-an), ada yang maen flying fox, ada yang mendayung di danau, dan seterusnya. Makin siang, emaknya Nikki dan Kira ini makin pusing dan matanya makin sakit. Itu artinya: saya butuh tidur! Tidur yang kurang emang sering bikin mata sakit kalau kena sinar matahari. Berasa kayak keluarga Cullen gak sih? :p
Mendung dan kabut....
Mau ke sana?
Hujan, makan siang yang terlambat, berakibat pada acara hiking yang telat juga. Eniwei, cuaca selama kami di sana tidak pernah cerah! Matahari selalu malu-malu. Kalau enggak mendung, ya... turun kabut! Haishhhh.... gimana mau keluyuran ke mana-mana kalau begini? :( Akhirnya, setelah sholat dzuhur (wudunya di kali), kami berombongan berangkat hiking menuju TNG Gede Pangrango, dengan tujuan: Air Terjun Cibeureum. Cibeureum berasal dari kata cai beureum, yang berarti air merah. Itu karena di sekitar air terjun terdapat lumut merah.

Anak-anak semangat menaiki tanjakan. Di beberapa tempat kami bertemu dengan para pendaki gunung yang baru turun. Salah seorang dari mereka, yang sepertinya berasal dari Indonesia timur, bilang ke Kira: "Mau ke air terjun ya? Nanti di atas ada air terjun yang gede banget looooh. Bagus looooh." :D
Mari bakar sosis dan marshmallow
Tapi.... kenyataan tidak sesuai harapan! Begitu sampai di pos, di mana banyak pendaki beristirahat, kami tidak diperbolehkan naik ke atas lagi. Cuaca yang tidak mendukung dan membawa anak-anak, berakibat kami disarankan untuk balik. Beberapa orang dewasa dengan tujuan ke air terjun masih diperbolehkan naik, tapi kami yang membawa anak-anak disarankan untuk turun. Akhirnya kami dengan "terpaksa" turun kembali, dengan janji: besok pagi, kalau cuaca cerah, kita akan naik lagi! Namun nyatanya, cuaca setelah itu makin buruk.

Sampai di bawah, beberapa orang dan anak-anak meneruskan perjalanan ke sekitar kawasan Mandalawangi atau Kebun Raya Cibodas. Sementara kami, karena mendung makin gelap dan mulai gerimis, memutuskan balik ke tenda. Akhirnya malam itu kami semua hanya berada di tenda masing-masing karena dingin yang menggigit dan hujan lebat yang berlangsung sepanjang malam. Dan, kami melakukan kesalahan fatal: Meski punya 2 tenda di rumah, hanya satu tenda yang kami bawa. Walhasil, itu tenda terlalu sempit buat tidur kami berempat. :(
Hiking... dimulai! ^_^
Bermain bola
Ini pertama kalinya Kira merasakan camping. Sementara Nikki sudah beberapa kali karena kalau liburan sekolah dia ikut Jambore Si Bolang.


Minggu
Minggu pagi. Meski hari sudah beranjak siang, di kawasan ini sepertinya hari berjalan lambat. Kalau tidak ada jam, kami susah membedakan apakah itu pagi, siang, atau sore karena cuaca yang selalu suram antara mendung dan kabut.

Setelah semalaman diguyur hujan, kami disambut pagi yang dingin menggigit. Akhirnya bapak-bapak membuat api unggun, yang sedianya mau diadakan pada malam hari. Setelah api unggun menyala, anak-anak, termasuk Nikki dan Kira, ribut mau bakar ini-itu. Jadilah pagi itu anak-anak membakar sosis dan marshmallow.
Makan siang rame-rame
Sarapan rame-rame
Anak-anak remaja: Keisha, Glenn, Anjas
Setelah itu anak-anak jalan sama Mas dan saya menyiapkan sarapan. Sarapan yang cuma terdiri dari: sosis, abon, dan telur dadar. ^_^  Namanya camping, gak bisa bikin yang aneh-aneh. Eh, tapiiiii... ternyata disiapkan pula sarapan rame-rame. Sarapan yang lagi-lagi kesiangan untuk ukuran anak-anak. Kalau buat orang dewasa oke lah, tapi menurut saya buat anak-anak terlalu siang. Sebenarnya, camping kali ini saya minder sama bawaan ibu-ibu yang laen karena mereka benar-benar serius bawanya. Sementara saya benar-benar "standar" ala pramuka. *nangis di pojokan*

Kelar sarapan, mandi, waktunya bongkar tenda dan pulang. Saat kelar membongkar tenda, Kira sudah rikwes untuk camping lagi kapan-kapan. Sementara Nikki, saat ditanya: "Gimana, Kak, rasanya sehari tanpa TV, tanpa gadget?" Jawabnya: biasa aja tuh. Gak kenapa-kenapa. ;)
Semangat menuju air terjun
Menunggu keputusan: lanjut atau turun?
Baiklah. Sepertinya liburan sekolah mendatang kami akan camping lagi. Lagian masih banyak area yang belum kami datangi akibat cuaca yang tidak bersahabat. Ada yang mau join?

Tentang TNG Gede Pangrango
Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980.
Alamat: Jalan Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Tiket masuk:
- Rp 3.000 per orang
- Rp 8.000 untuk mobil
Jika menggunakan mobil dari arah Jakarta, masuk jalan tol Jagorawi, kemudian pilih yang ke arah Puncak. Nanti di sebelah kanan ada papan petunjuk TNG Gede Pangrango.

Mandalawangi Camping Ground
- Camping ground-nya asyik. Kami mengambil blok yang dekat danau. Ada flying fox dan bisa naik perahu mengelilingi danau.
- Fasilitas MCK oke. Meski camping ground, toiletnya bersih!!
- Tidak ada sinyal Hp 
- Untuk camping di Mandalawangi, sila tengok di sini terkait harga.
- Harga makanan di area camping lebih mahal daripada di area parkir. Jadi mending turun ke area parkir kalau mau beli-beli. Harganya rasional, kok.
- Pagi-pagi, petugas TNG Gede Pangrango berseragam polisi hutan dengan tulisan WWF akan berkeliling mengecek tenda dan sekitarnya. Ingat ya:  Take nothing but photographs, Leave nothing but footprints.

Update: kami kembali lagi ke tempat camping ini dan memilih blok bukaan baru, di pinggir sungai. Menemukan orang yang tepat untuk memesan tempat, jadi kami bisa parkir tidak jauh dari area camping, gak perlu repot bawa barang-barang.

Alternatif camping:
- Ranca Upas, Bandung, Jawa Barat



Friday, May 03, 2013

Lomba Bina Prestasi

Tanggal 25 April sudah saya tandai dari jauh-jauh hari. Sudah mengajukan cuti jauh-jauh hari demi sesuap nasi mengantar Kira ke Ancol untuk ikut Lomba Bina Prestasi TK se-Jabotabek. Tapi dasarnya emaknya Kira, baru bisa posting hari ini. :D

Jadi, hari Kamis itu, begitu azan subuh berkumandang, saya sudah bangun. Total tidur hari itu: 3 jam! Lumayan lah, daripada enggak tidur semacam Tony Stark, apalagi saya gak bisa bikin robot, mau ngapain kalo gak tidur? *mulai ngelantur*
Karena pukul 6 pagi sudah harus sampe di sekolah, pagi itu segala aktivitas dimulai sejak subuh. Untunglah, sewaktu mbangunin Kira, begitu dibilang: "Kira, bangun, nak. Hari ini kan mau lomba di Ancol..." Kira langsung membuka mata dan senyum! Ini hari yang ditunggu-tunggu dia.

Pemberitahuan dari sekolah: untuk yang ikut lomba tari, anak-anak sudah harus di-make up dari rumah. Bermodalkan ikut pelatihan salah satu brand kosmetik kapan itu, terus mantengin Youtube tentang make up untuk anak-anak yang mau pentas, akhirnya emaknya Kira ini bisa juga mengaplikasikan berbagai macam make up ke muka anaknya. *bangga gak perlu ke salon*

Pagi itu Mas belum berangkat ke kantor, jadi bisa nganter kami ke sekolah Kira. Dan akhirnya, dengan bus, pagi itu kami menuju ke Ancol, tempat lomba berlangsung. Begitu masuk tol kami sudah harus berhadapan dengan kemacetan, jadi berasa lama. Akhirnya di bus beberapa kali terdengar anak-anak bertanya ke para guru: "Bu, masih lama gak sih? Nyampenya kapan sih?"
Sampai Ancol... hadoh. Anak TK seabrek-abrek. Berbagai macam lomba sudah digelar. Dari lomba drum band, nyanyi, nari, karnaval, dan seterusnya. Dengan susah payah, melewati lautan manusia, akhirnya kami sampai juga di panggung tempat lomba nari digelar. Karena Kira minta ke toilet, akhirnya kabur dulu nyari toilet. Antrinya tentu saja gak ketulungan. Tapi berhubung ada ibu-ibu yang baik hati, melihat Kira sudah gak tahan pengen pipis, akhirnya kami dipersilakan lebih dulu. Alhamdulillah... makasih ya bu. :)

Sampai pinggir panggung ganti baju pentas, mbenerin make up lagi, dan makein pernak-pernik yang lain. Karena Kira belum sempat sarapan, cuma minum susu, rencananya mau nyuapin dulu. Belum jadi nyuapin, ternyata sudah ada panggilan akan segera lomba. Waks! Kasihan juga sih, belum sempat makan, tapi ya... mau bagaimana lagi. Akhirnya segera membawa Kira bergabung dengan teman-temannya.

Kira berada di atas panggung dan emaknya siaga dengan kamera di bawah panggung. Lucu banget deh kalau ngeliatin anak-anak tampil di panggung. Apa pun itu... sebagai orang tua, sangat bangga, melihat mereka berani, enggak malu, dan pede. Sempat terjadi insiden kecil di atas panggung karena teman Kira kesandung di atas panggung. Tapi its oke. Nama pun anak-anak ya.

Begitu turun panggung, emaknya Kira ini heboh mengapresiasi segala sesuatu di atas panggung tadi. Dan bilang ke Kira: "Kalau nanti enggak menang, kalau nanti enggak dapat piala, enggak apa-apa ya, Dek. Tadi Kira sudah hebat banget. Berani, enggak nangis, dan narinya pinter. ^_^ 

Setelah itu masih banyak lagi tim yang tampil. Kira dan teman-teman menunggu pengumuman di pinggir panggung. Mereka main, tapi emaknya yang waspada kayak burung elang. Di tengah bejibunnya manusia, kok ya... mereka lari-larian. :( Dan akhirnya... alhamdulillah, pas pengumuman, Kira dan teman-teman mendapat juara 3! Hurray. Kira seneng banget dapat piala.

Hari itu adalah hari bersejarah buat Kira. Dia bilang: "Mama, nanti pialanya ditaruh dekat piala Kakak, ya."  Oke, dek. Bukan hanya piala yang bikin mama dan papa bangga. Tapi Kira yang sudah berani dan mau tampil di hadapan begitu banyak orang, dengan pede, itu suatu prestasi sendiri. Love you, dek.

Make up:
Sekali-sekali bak beauty blogger. Hahaha. Untuk make up Kira, saya pake:
- Dasarnya pake skin care milik saya yang menurut beberapa review aman buat anak-anak.
- Agar nampol dan bedak tahan lama, saya pakein BB cream tipis-tipis (History of Whoo)
- Bedak: 3W Clinic
- Lipstik: Wardah dan Vanilla Frosting Lip Smacker
- Eye Shadow: Get Glowin' Lip Smacker 

Saya cuman tahu Lip Smacker doang buat anak-anak. Brand kosmetik Indonesia yang buat anak-anak ada enggak sih? Errr, kayaknya memang saya gak lulus untuk jadi beauty blogger. :D

Happy Birthday, Akira!

2 Mei 2013

Selamat Ulang Tahun, Akira...

Tahun ini Akira berumur 5 tahun. Sudah mulai gede ya dek... Semoga panjang umur, selalu sehat, makin pinter, dan semoga selalu dalam lindungan Alloh SWT.

Akira yang sekarang itu makin ceriwis. Kalau ikut mama nganterin kakak sekolah, sepanjang jalan Kira mendominasi percakapan. Sepanjang jalan dari berangkat sampai pulang Kira selalu cerita dan tanya apa pun sampai kadang-kadang kakak protes karena susah mau ngomong. :D
Akira suka segala cerita dan dongeng. Cerita favoritnya adalah dongeng dari mama dengan tokoh utama: Kira. Seorang perempuan pelaut yang menemukan pulau ajaib dan goa rahasia. Emaknya tentu saja ngarang.... Jadi kalau lupa jalan ceritanya suka diprotes sama Kira. Nama pun ngarang nak, jadi maafkan kalo lupa-lupa. :D

Suatu hari Kira bilang ke mama: "Mama, rapot-nya bisa dibawa ke rumah aja enggak?" Hahhhhh...? Mama dan kakak kebingungan. Rapot apaan, perasaan mama di kantor enggak ada rapot. Beberapa hari kemudian Kira berbisik ke mama: "Mama, maksudnya Kira itu, kemarin itu rapat, bukan rapot. Bisa enggak rapatnya di rumah saja?" ^_^
Chef Kira... ada yang mau pesan ayam panggang?
Karena hari libur mama berarti hari dongeng sedunia, Kira biasanya mendominasi pengen diceritain apa. Hal itu artinya bakalan ada pertengkaran dengan Nikki karena sama-sama enggak mau ngalah. 


Akira mau mencoba berbagai hal dengan gigih, kecuali: sepeda. Jadi sampai sekarang dia belum bisa naik sepeda roda dua karena lebih sering nyerah. :p Semoga tahun ini bisa naik sepeda roda dua ya dek....

Penuh cinta, penuh doa
Mama, Papa, Kakak   

"Hang Out"

Akhir-akhir ini, tepatnya sejak bulan lalu, saya banyak "hang out" bareng teman-teman laen bagian. Kami biasanya "hang out" 7 sampe 8 jam sehari!!! Sayangnya sih, bukan di kafe atau gerai kopi terkenal atau bahkan di bioskop. Hang out yang kami lakukan biasanya diisi dengan Youtube, proyektor, berbagai gambar, berbagai angka, berbagai kata. :D Sesungguhnya... akhir-akhir ini saya sering "terjebak" di ruang rapat selama berjam-jam.

Rekor yang saya pecahkan adalah... saya baru keluar dari ruang rapat pukul 00.30 dini hari. Berasa kayak anggota Dewan, kan ya? Jadiiii... orang-orang yang duduk di Senayan sana gak usah sombong kalo rapat sampe dini hari karena saya pun begitu. Hahaha. *tertawa getir*

Meski berjam-jam di ruang rapat, saya merasakan sesuatu yang baru bersama teman-teman yang saya anggap kreatif itu. Sebenarnya, yang dibahas jauh dari pekerjaan saya sehari-hari. Tapi untungnya ya... terkait apa yang saya pelajari sewaktu kuliah. Cuman kadang di tengah rapat saya akan berteriak (yang tentunya cuman di kepala): buku kuliah, mana buku kuliah?

Malangnya, catatan dan buku-buku kuliah ada di kampung. Walhasil, kerjaan saya akhir-akhir ini Googling atau mantengin Youtube. Jadi, maafkanlah kalau saya belum bisa wira-wiri ngunjungin blog teman-teman. Apalagi ikutan berbagai event para blogger. Aiiiih... setidaknya sampe bulan Juni nanti kayaknya susah.

Kalau ada yang tanya bagaimana dengan tekad saya untuk hidup sehat? Jawabnya: akhir-akhir ini saya suka mengunjungi tempat ini:

Pusat kebugaran? Segitunya bertekad sampe ke pusat kebugaran? Enggak tuh. Itu masih bagian lain dari kantor saya. Kan saya sudah bilang kalau kantor saya itu lagi bersemangat membuat karyawannya rajin olahraga. Jadi selaen lapangan olahraga, jogging track, dan kegiatan semacam yoga atau beladiri, ada pula tempat begitu. Modalnya cuman: kemauan. Kayaknya kurang kolam renang sama tempat spa nih... *ngelunjak*

Jadi ya, karena kadang saya terburu-buru, saya cuman sempat olahraga di tempat itu. Sebenarnya masih pengen jalan atau lari di jogging track sih. Semoga segera terlaksana kembali.