Tuesday, May 14, 2013

Camping di Mandalawangi

Terakhir kali kami ke taman nasional itu sekitar 4 tahun lalu, yaitu ke Taman Nasional Gunung Salak-Halimun. Jadi ketika suami saya mengajak jalan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, manalah dengan embel-embel camping dan hiking, saya langsung mengiyakan. :)
Anak-anak yang bergembira naik gunung... ^_^ (trims fotonya om!)
Kali ini kami tidak berangkat sendiri, tetapi bareng teman-teman Robek. Saya baru pertama kali ketemu sama mereka. Kalau suami saya sih, karena dia yang ikut komunitas itu, sudah sering dan pernah camping juga bareng mereka.

Sebenarnya Kemping Keluarga (KEKAR) Robek ini berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu. Tapi yah, namanya masih pekerja, jadi kebanyakan baru bisa dateng pada hari Sabtu. Termasuk kami. Manalah malam sebelumnya saya kan ngantor. Yang artinya, tidurnya cuman sebentar banget. Enggak ada 3 jam kali. Tahu-tahu harus bangun karena subuh kami sudah harus berangkat. Packing sudah nyicil sehari sebelumnya, jadi tinggal ngecek dan bawa yang belum sempat dimasukin ke mobil.
Area camping ground


Pemandangan di depan tenda kami
Area camping
Sabtu
Begitu adzan subuh kami langsung sholat, dan ngacir, takut kena macet di jalan tol. Perjalanan menuju TNG Gede Pangrango bukannya tanpa hambatan. Saat masuk tol ternyata sudah mulai macet, padahal hari masih agak gelap. Tapi untungnya yang macet ke arah Sukabumi, sementara arah ke Puncak lancar. Hurray! Sepanjang jalan anak-anak hanya melihat pemandangan sekitar: pintu masuk Taman Safari, Puncak Pass, kebun teh, dan seterusnya. Perjanjiannya adalah: selama camping, NO GADGET! :D

Begitu masuk kawasan TNG Gede Pangrango ternyata sudah rame. Para pendaki hilir mudik dengan bawaan yang khas: tas dan perlengkapan pendakian. Sementara pengunjung laen, yang rata-rata anak remaja, pun sudah berderet memarkir motornya. Karena dari rumah kami belum sarapan, akhirnya kami nongkrong dulu di warung yang ada di sekitar area parkir sambil nunggu teman yang laen.
Mendirikan tenda....
our tent
Pada hari libur kawasan ini sudah bisa dipastikan rame karena selain ke TNG Gede Pangrango, orang-orang juga bisa mengunjungi Kebun Raya Cibodas dan camping (seperti kami) di Mandalawangi Camping Ground.

Mandalawangi Camping Ground, tujuan utama kami, BUKAN tempat camping yang so-so, "yang cuma begitu doang". Untuk mencapai area itu diperlukan usaha karena jalan yang naik turun, melewati sungai dengan jembatan bambu, dan jalan yang penuh batu.Tapi semua itu bakal terbayar kok, begitu kita sampai di lokasi. Lokasinya asyik banget! Dan lokasi tenda kami tepat di pinggir danau. Jadi begitu buka tenda kami bisa langsung melihat danau.
Bermain di kali
Nikki di depan kantor TNG Gede Pangrango
Saat hendak menyeberang melewati jembatan bambu di atas sungai yang berbatu, Kira awalnya enggak mau! Katanya: takut. Tapi yah, namanya anak-anak. Begitu sekali nyoba dan bisa, malah keasyikan. Jadi setiap kali melewati itu jembatan dia gak mau digandeng.

Yang namanya camping bareng anak-anak, maka bisa dipastikan bawaannya seabrek. Dan tentu saja, dengan bawaan yang sudah mirip-mirip kayak mau pulang kampung itu, kami enggak bisa bawa sendiri jalan naik turun dan melewati sungai. Jadi ya, untuk membawa barang-barang kami memanfaatkan para porter yang ada di situ. ^_^

Setelah sampai di camping ground dan mendirikan tenda, bertemu dan menyapa para om dan tante (di komunitas itu panggilannya om dan tante), kami sibuk masing-masing. Anak-anak maen bola, ibu-ibu masak buat makan siang, bapak-bapak sibuk foto sana-sini, beberapa ngumpul maen gitar dan nyanyi dipimpin Om TJ (so... 80-an), ada yang maen flying fox, ada yang mendayung di danau, dan seterusnya. Makin siang, emaknya Nikki dan Kira ini makin pusing dan matanya makin sakit. Itu artinya: saya butuh tidur! Tidur yang kurang emang sering bikin mata sakit kalau kena sinar matahari. Berasa kayak keluarga Cullen gak sih? :p
Mendung dan kabut....
Mau ke sana?
Hujan, makan siang yang terlambat, berakibat pada acara hiking yang telat juga. Eniwei, cuaca selama kami di sana tidak pernah cerah! Matahari selalu malu-malu. Kalau enggak mendung, ya... turun kabut! Haishhhh.... gimana mau keluyuran ke mana-mana kalau begini? :( Akhirnya, setelah sholat dzuhur (wudunya di kali), kami berombongan berangkat hiking menuju TNG Gede Pangrango, dengan tujuan: Air Terjun Cibeureum. Cibeureum berasal dari kata cai beureum, yang berarti air merah. Itu karena di sekitar air terjun terdapat lumut merah.

Anak-anak semangat menaiki tanjakan. Di beberapa tempat kami bertemu dengan para pendaki gunung yang baru turun. Salah seorang dari mereka, yang sepertinya berasal dari Indonesia timur, bilang ke Kira: "Mau ke air terjun ya? Nanti di atas ada air terjun yang gede banget looooh. Bagus looooh." :D
Mari bakar sosis dan marshmallow
Tapi.... kenyataan tidak sesuai harapan! Begitu sampai di pos, di mana banyak pendaki beristirahat, kami tidak diperbolehkan naik ke atas lagi. Cuaca yang tidak mendukung dan membawa anak-anak, berakibat kami disarankan untuk balik. Beberapa orang dewasa dengan tujuan ke air terjun masih diperbolehkan naik, tapi kami yang membawa anak-anak disarankan untuk turun. Akhirnya kami dengan "terpaksa" turun kembali, dengan janji: besok pagi, kalau cuaca cerah, kita akan naik lagi! Namun nyatanya, cuaca setelah itu makin buruk.

Sampai di bawah, beberapa orang dan anak-anak meneruskan perjalanan ke sekitar kawasan Mandalawangi atau Kebun Raya Cibodas. Sementara kami, karena mendung makin gelap dan mulai gerimis, memutuskan balik ke tenda. Akhirnya malam itu kami semua hanya berada di tenda masing-masing karena dingin yang menggigit dan hujan lebat yang berlangsung sepanjang malam. Dan, kami melakukan kesalahan fatal: Meski punya 2 tenda di rumah, hanya satu tenda yang kami bawa. Walhasil, itu tenda terlalu sempit buat tidur kami berempat. :(
Hiking... dimulai! ^_^
Bermain bola
Ini pertama kalinya Kira merasakan camping. Sementara Nikki sudah beberapa kali karena kalau liburan sekolah dia ikut Jambore Si Bolang.


Minggu
Minggu pagi. Meski hari sudah beranjak siang, di kawasan ini sepertinya hari berjalan lambat. Kalau tidak ada jam, kami susah membedakan apakah itu pagi, siang, atau sore karena cuaca yang selalu suram antara mendung dan kabut.

Setelah semalaman diguyur hujan, kami disambut pagi yang dingin menggigit. Akhirnya bapak-bapak membuat api unggun, yang sedianya mau diadakan pada malam hari. Setelah api unggun menyala, anak-anak, termasuk Nikki dan Kira, ribut mau bakar ini-itu. Jadilah pagi itu anak-anak membakar sosis dan marshmallow.
Makan siang rame-rame
Sarapan rame-rame
Anak-anak remaja: Keisha, Glenn, Anjas
Setelah itu anak-anak jalan sama Mas dan saya menyiapkan sarapan. Sarapan yang cuma terdiri dari: sosis, abon, dan telur dadar. ^_^  Namanya camping, gak bisa bikin yang aneh-aneh. Eh, tapiiiii... ternyata disiapkan pula sarapan rame-rame. Sarapan yang lagi-lagi kesiangan untuk ukuran anak-anak. Kalau buat orang dewasa oke lah, tapi menurut saya buat anak-anak terlalu siang. Sebenarnya, camping kali ini saya minder sama bawaan ibu-ibu yang laen karena mereka benar-benar serius bawanya. Sementara saya benar-benar "standar" ala pramuka. *nangis di pojokan*

Kelar sarapan, mandi, waktunya bongkar tenda dan pulang. Saat kelar membongkar tenda, Kira sudah rikwes untuk camping lagi kapan-kapan. Sementara Nikki, saat ditanya: "Gimana, Kak, rasanya sehari tanpa TV, tanpa gadget?" Jawabnya: biasa aja tuh. Gak kenapa-kenapa. ;)
Semangat menuju air terjun
Menunggu keputusan: lanjut atau turun?
Baiklah. Sepertinya liburan sekolah mendatang kami akan camping lagi. Lagian masih banyak area yang belum kami datangi akibat cuaca yang tidak bersahabat. Ada yang mau join?

Tentang TNG Gede Pangrango
Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980.
Alamat: Jalan Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Tiket masuk:
- Rp 3.000 per orang
- Rp 8.000 untuk mobil
Jika menggunakan mobil dari arah Jakarta, masuk jalan tol Jagorawi, kemudian pilih yang ke arah Puncak. Nanti di sebelah kanan ada papan petunjuk TNG Gede Pangrango.

Mandalawangi Camping Ground
- Camping ground-nya asyik. Kami mengambil blok yang dekat danau. Ada flying fox dan bisa naik perahu mengelilingi danau.
- Fasilitas MCK oke. Meski camping ground, toiletnya bersih!!
- Tidak ada sinyal Hp 
- Untuk camping di Mandalawangi, sila tengok di sini terkait harga.
- Harga makanan di area camping lebih mahal daripada di area parkir. Jadi mending turun ke area parkir kalau mau beli-beli. Harganya rasional, kok.
- Pagi-pagi, petugas TNG Gede Pangrango berseragam polisi hutan dengan tulisan WWF akan berkeliling mengecek tenda dan sekitarnya. Ingat ya:  Take nothing but photographs, Leave nothing but footprints.

Update: kami kembali lagi ke tempat camping ini dan memilih blok bukaan baru, di pinggir sungai. Menemukan orang yang tepat untuk memesan tempat, jadi kami bisa parkir tidak jauh dari area camping, gak perlu repot bawa barang-barang.

Alternatif camping:
- Ranca Upas, Bandung, Jawa Barat



15 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

nah kalau kemping keluarga begini seru ya mbak, aturannya gak kaku kaya jaman sekolah dulu oops :)

retma-haripahargio said...

@Lidya: Jaman sekolah malah gak bisa menikmati kempingnya karena kebanyakan kegiatan dan aturan. :p

fitri anita said...

wah asiknya...kebersamaan pasti lebih berasa kalo kemping gini ya.

Novia Wahyudi said...

belum pernah ngerasain kemping...tapi jualan perlengkapan kemping *lho

haha

retma-haripahargio said...

@fitri: Yup. Masak bareng, makan bareng. :)
@Novia: Asyiiiiiik, kalo perlu apa2, boleh diskon dong? *emak2*

Ummu El Nurien said...

rame sekali ya mba.. melihat pun ikutan ceria.. ^-^

Della said...

Yaampun Mak, dan waktu baca TL lu, gue kirain lu camping sama temen2 doang. Ternyata bawa anak. Ramah juga ya tempat hikingnya. Mau ah kalo Si Bungsu udah kuat jalan jauh. Males gw gendongnya :p *emak apa*

Bunda Kanaya said...

huhuhuhu.... merindukan sangat suasana seperti ini.....

keke naima said...

seru campingnya, kebersamaannya keliatan bgt :)

Bunny Cat said...

seru banget. anak2 pasti seneng banget ya

Rizki Maulaya said...

Mba Retma, mau tanya..
1. Itu blog yg mencantumkan harga kan postingan tahun 2011, apa sekarang harganya masih sama mba?
2. Pintu masuk camping ground nya yang jalur pendakian Gn. Gede-Pangrango ya?

Makasih sebelumnya. :)

Rizki.

retma-haripahargio said...

@Rizki:
1. Maaf, kalau itu saya tidak tahu karena waktu kemping kemaren yang ngurusin dari Robek Bekasi, jadi kami udunan gitu. Totalnya berapa saya kurang tahu. Lebih baik telpon ke sana dulu kali ya.

2. Saya masuk lewat gerbang masuk yang ke Kebun Raya Cibodas. Kalau enggak salah jalur pendakian ada beberapa rute, tapi saya lewat gerbang yg taman nasional dan kebun raya, yang biasa dilewati bus-bus pariwisata.

gede pangrango said...

Blognya adem mbak,... :)
salam lestari,...! di tunggu kunjungan baliknya ya!

untuk keperluan reservasi, booking, survey, dan lainnya tentang Mandalawangi Cibodas, silahkan berkunjung ke http://info-gedepangrango.blogspot.com/, kita bantu.

retma-haripahargio said...

Terima kasih sudah mampir... :D

pesuy said...

Terima kasih kembali. Kami tunggu camping berikutnya di Mandalawangi Cibodas ... Salam Lestari! :)