Friday, August 23, 2013

Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi

Ini tulisan yang sangat tertunda karena kami pergi ke Kebun Raya Bogor sebelum puasa, dan sekarang Lebaran sudah berlalu. :p
Istana Bogor.... Cantek ya? :)
Meski kami sering lewat Bogor karena kami termasuk sering "mudik" ke Ciawi, kami belum pernah sekalipun masuk ke Kebun Raya Bogor. Kebangetan? Sangat. Padahal kami juga kadang kala ke Pasar Bogor yang notabene cuma di seberang Kebun Raya. Kalau ke Pasar Bogor kami biasanya makan di Mi Atas. Ini tempat makan yang sudah "melegenda" di keluarga Mas karena sejak kecil mereka suka diajak orangtua makan di warung itu. 

Rusa di Kebun Raya? Oh, kami cuma sempat "bertatap muka" sewaktu menginap di Hotel Salak karena tinggal nyebrang doang. Pokoknya dilihat dari sisi mana pun, termasuk kebangetan lah, belum pernah ke Kebun Raya. ^_^
Hijau...
Jadi hari itu, kami memutuskan pergi ke Kebun Raya. Karena saat itu musim liburan, walhasil yang ke Kebun Raya Bogor bejibun. Tapi kami masih bisa menikmati sih karena kami jalan kaki (mobil diparkir di pasar) dan berusaha mengelingi kebun raya tersebut, yang ternyata mustahil dilakukan dalam waktu setengah hari! :p

Kira yang sedang suka maen sepatu roda belajar sama Mas di jalanan beraspal yang membentang di tengah Kebun Raya. Sementara saya dan Nikki berusaha membaca papan petunjuk ataupun informasi yang ada di seputaran setiap pohon dan bangunan.
Giant Lotus
Nikki serius membaca tentang pohon canon ball
Nikki cukup terkagum-kagum sewaktu membaca soal pohon Canon ball (Couroupita guianensis), tumbuhan asal Amerika Selatan. Tentu saja, karena dia berpikir itu semacam water cannon atau canon di games Starcraft. LOL. Padahal nama canon ball cuma karena buahnya yang mirip bola meriam.

Kami maen dan istirahat di seberang Istana Bogor. Danau yang dipenuhi bunga teratai raksasa (giant lotus) benar-benar menyegarkan mata. Well, kalau hari itu teduh dan panasnya gak menyengat, kayaknya asyik banget gelaran tikar di situ dan tidur...

Tujuan berikutnya adalah ke Museum Zoologi. Jujur saja, selama ini kami belum pernah mengajak anak-anak ke museum karena khawatir anak-anak bosan dan gak bersemangat. Nyatanya, begitu masuk halaman museum, mereka seneng banget.

Di depan museum yang juga terletak di dalam kawasan Kebun Raya Bogor ini kami sudah disuguhi kerangka paus biru (Balaenoptera musculus). Biasanya paus biru panjangnya bisa mencapai 33 meter dan dipercaya sebagai hewan terbesar. Jadi anak-anak cukup melongo ketika disuruh memosisikan diri di dekat kerangka paus. Dan saya mengingatkan mereka bagaimana Pinokio ditelan paus saat berusaha mencari Pak Gepetto. :)
Museum Zoologi Bogor
Kerangka Paus Biru
Di dalam Museum Zoologi yang berasa sumpek karena pencahayaan yang kurang dan banyaknya orang (mungkin karena pas liburan), Nikki dan Kira seneng banget ngeliat binatang-binatang yang sudah diawetkan. Beberapa binatang bisa mereka kenali, tapi terkadang mereka masih bingung jika menemukan binatang yang sama sekali belum mereka kenal dan lihat, misalnya burung Kuau. Kuau yang di Indonesia persebarannya di Sumatera dan Kalimantan ini mirip merak. Tapi kayaknya mereka jauh lebih berisik dibanding merak. :D

Anak-anak heboh saat menemukan berbagai jenis dan ukuran semut, belalang, juga kupu-kupu. Dan mereka gak pernah menyangka bahwa ukuran banteng bisa sebegitu besar. Lucu juga mendengar celotehan mereka.

Museum Zoologi ini awalnya adalah Laboratorium Zoologi Pertanian yang merupakan bagian dari Land's Plantetuin pada 1894 (sekarang Kebun Raya Bogor). Laboratorium itu kemudian berkambang menjadi unit sendiri yang khusus bertugas menginventarisasi jenis-jenis fauna yang ada di Indonesia. Dibangun pada 1901, museum tersebut sampai sekarang tidak mengalami perubahan dan menjadi gedung cagar budaya di Kota Bogor.

Museum Zoologi sebenarnya asyik banget buat anak-anak. Sayangnya, luas museum terkesan sangat kurang. Jadi para hewan yang sudah diawetkan itu berasa terlalu berdesakan di ruang kaca, tembok, bahkan yang digantung. Semoga museum ini bisa diperluas ya...
Burung Kuau
Yang lagi asyik ngamatin serangga
Puas menyusuri museum, kami beristirahat dan tiduran di rumput karena kecapekan. Lama sekali kami beristirahat sampai menjelang pukul 4 sore, saatnya Kebun Raya ditutup. Dan saat menuju pintu keluar, kami melihat papan petunjuk "Bunga Bangkai" dan baru sadar: oh, iyaaaaaa.... kenapa kita gak ke situ? :( 


Tentang Kebun Raya Bogor:
  • Tiket masuk:
    - Domestik: Rp 14.000
    - Wisman: Rp 25.000
    - Kendaraan keliling roda empat: Rp 30.000
    - Parkir Kendaraan roda dua: Rp 5.000
    - Karcis sepeda: Rp 5.000
  • Tiket tersebut sudah termasuk ke Museum Zoologi.
    Waktu operasional museum: pukul 08.00-16.00 WIB
    Ada kantin di samping museum. Tapi kalau mau beli-beli, tanya dulu harganya ya. ;)


    sumber: asosiasi museum

Tanah Abang

One Day, 
Saya dan tiga teman kantor mengadakan tour de pasar Tanah Abang. Saya yang dari Bekasi ini pun jadi berangkat jauh lebih awal dari biasanya. *niat kalo terkait belanja*

Dan hari itu kami beneran menyusuri blok di Tanah Abang. Terakhir kali saya ke Tanah Abang itu sewaktu saya masih kos dan belum merit. Jadi bayangkan sendiri itu sudah berapa tahun! :p Padahal kalo dari kantor saya cuma sekali naik angkot atau metro mini.
Terakhir kali ke sana saya kapok karena ruwetnya gak ketulungan. Padahal waktu itu saya gak beli apa-apa dan cuma menemani teman kuliah yang kebetulan ke Jakarta. Wiiih, kaki sudah berasa mau copot. Jadi tahun ini ke Tanah Abang itu sudah seperti menapak tilas perjalanan zaman perjuangan. #apasih

Sayangnya, saya ke sana sebelum rame-rame terkait pemindahan PKL ke Blok G. Jadi jalanan masih ruwet dan kumuh. Jadi ketika kami kelaparan, antara bingung mau makan di situ atau menahan lapar dan makan di kantin kantor. Kami sempat masuk ke salah satu rumah makan padang di sekitar situ. Dan, astaga! Kami terpaksa langsung balik badan melihat tisu makan bertebaran dan kumuh gak keruan.

Apa kepuasan belanja di Tanah Abang saat itu? Berhasil nawar barang yang diinginkan! ^_^ Suatu prestasi kalo kita bisa menawar barang. Rasanya puas dan senang karena berhasil memenangi "pertarungan" dengan penjual. Ini mengistilahkannya keterlaluan. Mosok belanja di Tanah Abang berasa jadi Xena the Warrior Princess seh? *Gak usah bayangin Xena dengan kostum kebesarannya bawa tas kresek dr Tenabang loh ya*

Well, saat ini saya menunggu penataan Blok G yang katanya sudah sekitar 90%. Begitu jadi, saya dan teman kantor berencana "piknik" lagi ke sana. Sambil menikmati hiburan di Blok G, mungkin? Yang katanya setiap hari bakalan ada pertunjukan di sana.  

Happy Birthday, Nikki

3 Agustus 2013
Happy Birthday, Nikki.... 



Sekarang sudah 9 tahun ya, Kak. Semoga panjang umur, selalu sehat, dilimpahi banyak keberkahan, selalu dilindungi Alloh SWT, dan semoga semua cita-cita Kakak tercapai.

Dulu-dulu memang Mama suka mencatat semua perkembangan Nikki di sini. Tapi Nikki beranjak gede, semakin susah Mama nulisnya. :)

Sembilan tahun itu sudah gede ya, Kak. Semua kesukaan Nikki mulai bergeser. Dari film, musik, sampai hobi. Kalau dulu mungkin film favorit Nikki itu Nemo, sampe semua hal berbau Nemo. Tapi sekarang yang ada Ben 10, Spiderman, Iron Man, dan semua superhero itu. Kalau dulu Nikki suka Wonderpets atau hi-5 di Nick, sekarang Nikki lebih suka FUN atau Coldplay. Dan.... kalo dulu hobinya suka corat-coret tembok, sekarang ke lapangan bola. 


Apa pun itu, semoga di tahun ini selalu banyak keberkahan, banyak hal yang baik, dan kesuksesan buat Kakak.

Banyak Cinta dan Doa
Mama, Papa, Kira