Sunday, December 22, 2013

KRL, Oh... KRL

Seperti diketahui, sekarang... hampir setiap hari saya naik kereta untuk menuju kantor. Hal itu karena saya kapok akibat terakhir kali saya naik bus, setelah sterilisasi busway, saya terjebak macet dan baru sampai di kantor setelah 5 jam perjalanan! Sia-sia sekali hidup ini hanya dihabiskan di jalan. *keluh*
Stasiun Bekasi
Apakah setelah kecelakaan kereta saya kapok naik kereta? Tentu tidak. Karena dengan kereta, saya cuma butuh waktu sekitar 1 jam antara Stasiun Bekasi sampai Stasiun Palmerah di dekat kantor.

Di kereta pun makin banyak cerita orang-orang yang mengaku baru pertama kali naik kereta. Dan saat ini saya sudah pede kalo ditanya orang terkait kereta. :D Maksudnya, untuk menuju ke satu tempat, mereka harus berpindah di mana, dan lebih efektif di mana. Misalnya, untuk menuju Bogor, jauh lebih efektif naik kereta ke Bogor lewat Manggarai daripada di Jatinegara.
Kereta Commuter Line Bekasi-Kota
Sebagai pengguna kereta hampir setiap hari, jadwal kereta yang kadang telat atau posisi kereta ada di mana jadi penting. Apalagi kalo ada pembatalan kereta. Saat ini saya lumayan terbantu dengan aplikasi yang saya download di playstore. Untuk jadwal kereta ini saya mendownload dua aplikasi: Info KRL dan KRL Mania.

Di dua aplikasi itu kita bisa tahu posisi kereta yang akan kita naiki ada di mana, berapa tiket yang harus kita bayar untuk menuju satu stasiun, atau berapa stasiun yang akan kita lintasi. Untuk orang luar kota yang gak hafal stasiun, dan kebetulan tidak ada pengumuman di kereta sampai mana, aplikasi ini sangat-sangat membantu.
App: Info KRL
App: KRL Mania
Apakah efektif? Yup. Saya sudah membuktikan bahwa posisi kereta yang ditunjukkan oleh aplikasi ini sama dengan yang diumumkan di suatu stasiun. Jadi kita gak perlu buru-buru ke stasiun kalau ternyata kereta yang kita tunggu masih jauh. :p


Naik kereta Commuter Line enak? Iya. Satu hal yang sangat disayangkan adalah petugasnya. Menurut saya, masih jauh lebih ramah dan lebih membantu para petugas di bus transjakarta dibandingkan di KRL.

Nyalon

Sudah lama Kira pengen punya poni. Saya gak tahu apakah poni sedang ngehits di kalangan anak TK atau bagaimana. Yang pasti, setiap hari anak TK di rumah pengen punya poni. :))

Saya mengakui saya bukan emak-emak multitalenta yang bisa masak, menyulam, memotong rambut sendiri, dan lain-lain. Oke, dua di awal itu saya bisa. Tapi kalo mencukur rambut saya nyerah. Saya gak bisa membayangkan kalau saya salah memotong rambut dan berakibat jadi kayak Upin Ipin.
Yang baru pertama kali ke salon ;)
Karena emaknya yang sok sibuk, jadilah kegiatan salon-menyalon menjadi urutan kesekian ribu. Dan saat emaknya libur di hari Senin, kami akhirnya pergi nyari salon. Niatnya sih begitu. Tapi ternyata, karena sangat jarang nyalon... kami tidak tahu bahwa sebagian besar salon di kawasan tempat tinggal kami libur di hari Senin! Manalah Kira sudah telanjur bolos sekolah. :(
Creambath...
Tapi ya, buat seorang anak TK, bolos sekolah untuk nyalon itu sesuatu yang membanggakan. Paling enggak buat Kira. Mungkin bagi dia, hm... setara kayak nonton konsernya Maroon 5. Buktinya, waktu ditanya gurunya kenapa kemarin gak masuk, dengan polosnya dia bilang: "Kira nyari salon. Tapi salonnya tutup semua."  *emaknya ngikik*
Yang di salon gak bisa diem
Dan akhirnya, dua hari berikutnya kami bisa sukses nyalon. Ini pertama kalinya Kira masuk ke salon. Jadi dia baru pertama kali merasakan cuci rambut, potong rambut, dan creambath di salon. Setelah bolak-balik ganti mau creambath "rasa" apa, dia akhirnya memutuskan stroberi. Tapi saya kasihan sama mbak yang ngurus Kira karena ikut jalan wira-wiri sambil megangin kepala Kira yang gak bisa diem.

Before...
After....
Akhirnya hari itu, urusan salon-menyalon pun kelar. Poni pun sudah terpasang, eh... terbentuk di rambut Kira. Sampe di rumah dia pamer ke Nikki kalo sudah punya poni!! Perasaan kok ya, punya poni aja bangganya kayak punya mobil Ferrari. Komentar Mas waktu tahu anaknya berponi: "Kayak anak alim ajah..." 
Wadezing. Emangnya selama ini anaknya kayak apa? Kalo di rumah sih, sama Nikki sudah semacam Tom and Jerry atau Oggy dan para kecoa.  

Satu Hari Libur

Kadang-kadang, saya pengen punya libur yang ideal. Jalan bareng anak-anak, atau setidaknya tidur siang dengan cantik dan lama di rumah. Tapi apa mau dikata, hal itu sesuatu yang sangat jarang bisa terjadi.

Emak-emak ini, yang dalam sehari tidur 6 jam pun sudah bersyukur minta ampun, hampir selalu punya cita-cita kalau libur pengen tidur. Keinginan dan cita-cita yang sederhana ya. :D

Minggu lalu, saya dan keluarga punya agenda sendiri-sendiri. Kalau mau menjalani bareng-bareng, enggak mungkin banget. Saya harus ke Tangerang Selatan yang bisa dibilang dari ujung ke ujung jika dihitung dari Bekasi. Sementara Mas sudah janji ke anak-anak mau berenang. Akhirnya saya jalan sendiri ke Tangsel dengan naik kereta. Mas dan anak-anak mencoba kolam renang baru di Bekasi, Sirkus Waterplay.

Karena saya enggak ikut mereka, saya cuma tahu kalau kolam renang itu menyenangkan berdasarkan cerita anak-anak dan Mas. Ini kolam renang indoor. Yang tinggal di Bekasi, kolam renang ini bisa buat alternatif loooh, kalau sudah bosen sama yang di deket-deket rumah. :D

Kata Mas, anak-anak gak mau naik dari kolam renang. Mempertemukan anak-anak dengan air itu mirip sama memasukkan mereka ke pabrik cokelat-nya Willy Wonka. Yang ada, sepertinya harus menyeret mereka untuk udahan sebelum kedinginan. Baru tengah hari mereka mau naik dari kolam.

Saat saya pulang, yang penuh perjuangan karena kereta telat dan tol pun macet, saya menemukan mereka sudah tepar... tidur di kamar dengan tenang. :D Padahal rencananya sore itu kami mau nonton Frozen. Karena masih pada capek, akhirnya kami menggeser jam nonton sehabis magrib.


Menjelang magrib kami pun pergi ke 21, beli tiket, sholat dulu... baru nonton Frozen (yang sudah agak telat karena sudah tayang dari entah kapan). Pulangnya kami makan malam, dan berakhir di pool Damri, menjemput ibu yang dari bandara karena kami nyerah kalau harus menembus kemacetan dan menjemput ke bandara. :D

Satu hari libur yang sibuk dan menyenangkan. Selamat berlibur.

Tentang Sirkus Waterplay:
  • Alamat: Jl Wibawa Mukti II No 36, Jatiasih, Bekasi
  • Jam operasional:
    - Weekday: 09.00-17.00
    - Weekend: 09.00-17.30
  • Tiket masuk:
    - Weekday: Rp 30.000
    - Weekend: Rp 35.000 

Big Family

Akhir tahun sudah menjelang. Dan saya pun punya banyak PR nulis di blog karena saking banyaknya cerita yang belon ditulis. Penting? Kalo buat keluarga saya sih penting ya... nama pun blog keluarga. :p
Demi keluarga, berangkat sejak subuh :)
Tapi, nulis di blog itu kalau masih banyak gangguan emang susah. Untuk yang satu ini saya benar-benar menyalahkan Kim Woo Bin! Siapa suruh dia jadi cowok keren dan bad boy gitu, hah?! Yang ada saya suka salah fokus. Apalagi kalau dia akhirnya single, kan jadi lebih kepikiran gitu. >,< Oke, cukup ngelanturnya.
Big Family, Happy Family... :p
Well, keluarga besar kami terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Ya, semacam Bhinneka Tunggal Ika gitu, deh. Karena enggak semuanya tinggal di Indonesia, jadi kalau ada yang pulang ke Indo, sudah dipastikan bakal ada acara kumpul-kumpul.

Akhir-akhir ini saya baru menyadari bahwa sebagian dari mereka suka aktivitas outdoor. Dan saya pun baru sadar, kalau dipikir-pikir, kalau jalan bareng anak-anak saya jarang banget ke tempat wisata yang berbau mal dan semacamnya (mal itu masuk kriteria tempat wisata bukan?). Yang ada, kalau enggak ke gunung ya ke pantai. :D
Yang memilih naik Gunung Gede
Yang memilih sepedaan...
Dan kemarin, saat di US sono liburan Thanksgiving, beberapa saudara pulang ke Indonesia. Itu artinya, acara kumpul-kumpul lagi. Karena sebagian dari kami masih bekerja, jadi mereka biasanya jalan bareng saudara yang bisa menemani. Dan kegiatan mereka selama di Indo berakhir dengan menginap bareng di Pacet. Karena kebetulan kantor saya itu punya wisma di sono, jadi sebagai karyawan, bisa dapet diskon 50%. Kalo dipake hampir seminggu itu artinya bisa irit banget lah hai... :p *ambil kalkulator*

Seperti saya bilang, banyak anggota keluarga yang suka aktivitas outdoor. Jadilah hari itu kami terbagi-bagi. Sebagian naik ke Gunung Gede. Sebagian naik sepeda. Saya? Karena masih punya anak-anak kecil, gak ikut semuanya... Meski saya sebenarnya pengen naik gunung juga sih.
Iain, anggota keluarga paling kecil... :p
Saya dan... errrrr, my grandson!! :))
Malamnya, saat semua sudah berkumpul kembali, kami makan malam bareng dengan membakar sosis, ayam, dan seterusnya. Seru? Banget. Karena rame dan banyak anak kecil berceloteh. Tidur pun  kami bareng-bareng dengan satu kamar bisa terisi sampe enam orang!

Mempunyai keluarga besar itu enak, apalagi pas acara ngumpul bareng. Banyak cerita, banyak tertawa. Kadang sharing juga... ^_^ Bagaimana dengan keluarga kalian?
The krucils
*Ditulis di tengah penantian dan harap-harap cemas, apakah bos akhirnya mau ngasih libur karena saya mau camping*

Foto: thx buat mbak wati & Neil 

Friday, December 13, 2013

Tragedi yang Menyisakan....

Tabrakan kereta dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisakan "trauma" di sebagian penumpang.

Saya, yang setiap hari ke kantor naik kereta, otomatis "sok" ikut mengamati perilaku para penumpang. Contohnya, sehari setelah kecelakaan, begitu saya tiba di Stasiun Tanah Abang, saya agak bengong dengan jajaran penumpang yang menunggu kereta datang.

Kereta menuju Serpong yang biasanya ada di jalur 6, hari itu dipindah ke jalur 5. Bukan sesuatu yang istimewa karena saya pun beberapa kali mengalami hal itu. Yang membuat pemandangan agak aneh adalah sepinya penumpang yang mengantri di kereta wanita bagian depan, tepat di belakang kabin masinis.

Karena saya ini orangnya suka efektif, yang artinya selama di jalan bisa tidur, saya tidur...ya, saya milih yang kosong. Dan saat saya sudah duduk di kereta wanita itulah saya baru sadar bahwa banyak orang masih shocked dengan kejadian sehari sebelumnya.

Beberapa ibu yang melintas di kereta wanita yang kosong berujar, "Jangan di sini, ini gerbong paling depan, ke belakang saja deh." Kalimat ini sesuatu yang ajaib karena biasanya kereta wanita banyak peminatnya. Tidak lama, masuk seorang ibu dan bertanya ke saya, "Mbak, ini gerbong nomer satu ya?" Yang saya jawab dengan, "Iya, bu." Dan ibu itu pun berlalu....

Dan tadi sore
Kereta Tanah Abang menuju Parung Panjang sudah mulai masuk ke stasiun Tanah Abang. Seorang bapak yang sudah tua, yang awalnya tanya-tanya soal kereta ke saya dan beberapa perempuan yang menunggu kereta, mulai "ngoceh".
Bapak tua: Ini kereta yang kemarin tabrakan?
Ibu-ibu: Ah, kalau itu kan musibah, Pak. Musibah bisa di mana saja....
Bapak tua: Saya seharusnya kemarin naik itu juga. Kalo naik, mungkin saya ikut jadi korban
Saya dan ibu-ibu: Alhamdulillah... gak ikut naik kereta itu ya, Pak (normalnya orang begini kan ya?)
Bapak tua: Saya sebenernya sudah siap mati, kok. Saya capek, sudah 80 tahun lebih. Kalo saya ikut kereta itu juga gak apa-apa.
Semua orang: *krik-krik-krik* Bingung mau ngomong apa

Saturday, December 07, 2013

Kangen...

Akhir-akhir ini saya kangen dengan media sosial yang bisa untuk berdiskusi semacam mailing list.

Karena akhir-akhir ini yang booming adalah Facebook, Twitter, BBM, blog, dan seterusnya, rasanya...masa-masa indah berdiskusi dengan haha-hihi dan mengukur sejauh mana kemampuan kita akan satu hal menjadi sesuatu yang saya rindukan.

Belakangan ini saya "lari" ke forum. Yup! Kalo mungkin saya jarang apdet blog, jarang apdet status, bukan berarti saya terlalu sibuk dengan urusan di rumah. Meski... kadang kenyataannya memang begitu! Saya ibu pekerja, gak ada ART, dan sekarang anak mau UAS. Oke, cukup curcolnya. :D

Saya mengikuti beberapa trit di beberapa forum. Sumpah, saya merasakan suasana yang menyenangkan daripada facebook dan twitter. Saya tahu, mungkin orang di facebook atau twitter mengunggah foto atau status tanpa pretensi apa pun. Tapi, kadang saya males liatnya kalo isinya begitu-begitu terus. Oke, kalo sekali-dua. Atau juga dalam jeda yang lumayan. Tapi isinya kadang malesin. Bagi saya loh ya... ;) Apalagi kalo sampe ada yang bertengkar di wall.

Di forum saya belajar banyak hal. Yang pasti soal kehidupan, parenting, psikologi, dan lainnya. Saya tertantang bagaimana menanggapi komen seseorang dengan berusaha mencari data, mengukur kemampuan saya, membaca, atau menonton. Saat saya bisa mengungkapkan fakta, yang kadang-kadang berasa sebagai hasil dari suatu investigasi, rasanya puas, menyenangkan!

Bagi saya itu lebih menyenangkan dan lebih bikin saya waras. Karena di situ saya selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Well, ini hanya pandangan seseorang yang sedang senang nongkrong dan berdiskusi di forum, di tengah sepinya kantor saat wiken.

Have a nice weekend, everyone! :)

Monday, December 02, 2013

Maaf...

Maaf ya nak, terhitung mulai hari ini harus dititipkan ke orang lain.
Maaf ya nak, mama dan papa terpaksa harus melakukan ini...
Baik-baik di tempat penitipan ya...
Jadi anak yang selalu menjadi bintang dalam keluarga

Mau gak mau, akhirnya saat itu datang juga. Kami terpaksa harus menitipkan anak-anak saat kami bekerja. Sedih? Banget.... Dari pukul 2 siang hingga paling telat 7 malam anak-anak harus berada di tempat yang baru pertama kali mereka datangi.

Berbagai macam usaha sudah kami jalani. Tapi akhirnya, kami memilih ini. Semoga ini gak berlangsung lama, ya nak. Sekali lagi, maafkan mama dan papa ya.... Love you.