Friday, December 13, 2013

Tragedi yang Menyisakan....

Tabrakan kereta dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisakan "trauma" di sebagian penumpang.

Saya, yang setiap hari ke kantor naik kereta, otomatis "sok" ikut mengamati perilaku para penumpang. Contohnya, sehari setelah kecelakaan, begitu saya tiba di Stasiun Tanah Abang, saya agak bengong dengan jajaran penumpang yang menunggu kereta datang.

Kereta menuju Serpong yang biasanya ada di jalur 6, hari itu dipindah ke jalur 5. Bukan sesuatu yang istimewa karena saya pun beberapa kali mengalami hal itu. Yang membuat pemandangan agak aneh adalah sepinya penumpang yang mengantri di kereta wanita bagian depan, tepat di belakang kabin masinis.

Karena saya ini orangnya suka efektif, yang artinya selama di jalan bisa tidur, saya tidur...ya, saya milih yang kosong. Dan saat saya sudah duduk di kereta wanita itulah saya baru sadar bahwa banyak orang masih shocked dengan kejadian sehari sebelumnya.

Beberapa ibu yang melintas di kereta wanita yang kosong berujar, "Jangan di sini, ini gerbong paling depan, ke belakang saja deh." Kalimat ini sesuatu yang ajaib karena biasanya kereta wanita banyak peminatnya. Tidak lama, masuk seorang ibu dan bertanya ke saya, "Mbak, ini gerbong nomer satu ya?" Yang saya jawab dengan, "Iya, bu." Dan ibu itu pun berlalu....

Dan tadi sore
Kereta Tanah Abang menuju Parung Panjang sudah mulai masuk ke stasiun Tanah Abang. Seorang bapak yang sudah tua, yang awalnya tanya-tanya soal kereta ke saya dan beberapa perempuan yang menunggu kereta, mulai "ngoceh".
Bapak tua: Ini kereta yang kemarin tabrakan?
Ibu-ibu: Ah, kalau itu kan musibah, Pak. Musibah bisa di mana saja....
Bapak tua: Saya seharusnya kemarin naik itu juga. Kalo naik, mungkin saya ikut jadi korban
Saya dan ibu-ibu: Alhamdulillah... gak ikut naik kereta itu ya, Pak (normalnya orang begini kan ya?)
Bapak tua: Saya sebenernya sudah siap mati, kok. Saya capek, sudah 80 tahun lebih. Kalo saya ikut kereta itu juga gak apa-apa.
Semua orang: *krik-krik-krik* Bingung mau ngomong apa

4 comments:

Della said...

Hadeeeehhh.. ya udah paling tepat emang diem aja ya, Ma :D
Tapi emang traumatis banget itu kecelakaan, mudah-mudahan ada perbaikan deh dari semua instansi berwenang :'(

Lidya - Mama Cal-Vin said...

bingung pasti yang dengar omongan si bapak itu ya

Indah Kurniawaty said...

Kalo aku juga pasti speechless lah denger omongan bapak tadi.
Lah dirimu sendirian kah jadinya di gerbong kosong tadi ?

fitri anita said...

pernah juga tuh ngobrol kayak gitu juga ujung2nya ..bingung jawabnya apa lagi ya jeng...