Thursday, January 02, 2014

Camping di Mandalawangi (Lagi)

Sabtu lalu saya kembali lagi ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kawasan Cibodas. Berhubung keluarga saya lagi demam aktivitas outdoor, terutama camping, enggak usah heran kalau nanti-nanti isi blog ini berkisar pada tenda, pantai, dan gunung. :D
Berangkatlah sejak subuh sebelum kena macet... :)
Kalau beberapa bulan lalu kami camping bersama teman, kali ini kami balik lagi ke Mandalawangi Camping Ground bersama keluarga besar. Dan yang lebih seru, kali ini kami mendapat lokasi di blok bukaan baru, yaitu di dekat sungai. Bersama keluarga, dengan beberapa tenda yang kami sewa, berasa punya area privat, deh. Karena sudah berpengalaman pada camping sebelumnya, kali ini bawaan saya sudah mirip kayak orang pulang kampung, bukan lagi standar anak pramuka. Tapiiiii, mungkin ini hanya sementara karena kami mulai mengincar perlengkapan naik gunung biar lebih praktis.


Gunung Gede dan Gunung Pangrango
Menempati area camping bukaan baru, dengan batu gede di sana-sini, kalau siang lumayan enak. Teduh dan bisa buat duduk-duduk. Anak-anak pun bisa bermain dengan suka ria dan berlarian ke sana-sini atau main di sungai. Ditambah cuaca hari itu yang, alhamdulillah lumayan cerah. Tapi kalau malam, batu-batu ini buat anak-anak cukup mengganggu. Awalnya kami mengincar area blok dekat danau seperti sebelumnya. Tapi karena fully booked, ditambah bawa anak-anak kecil... akhirnya kami memilih lokasi baru ini.
Lokasi camping di blok bukaan baru, dekat sungai
Kali ini saya membawa dua tenda. Satu tenda cukup besar sehingga bisa buat sholat dan satu tenda ukuran sedang. Ternyata tenda yang besar sangat membantu karena sekaligus bisa kami jadikan mushala. Jadi enggak perlu bolak-balik nyari tempat sholat. Wudu pun bisa langsung dari sungai. Dan, sepertinya kali ini kami pesan ke orang yang tepat karena kami enggak perlu porter buat mengangkut barang-barang karena bisa parkir dekat area camping. Yay! happy.... :)

Siang itu, karena cuaca cerah, akhirnya sebagian dari kami bisa trekking menuju Air Terjun Cibeureum. Saya sih, karena tadi malem masih ngantor dan baru tidur sekitar 2 jam, memilih tidur di tenda karena yakin fisik saya akan kelelahan kalau terlalu dipaksa naik. Manalah kami berangkat saat subuh.
Air Terjun Cibeureum
Sebagian yang trekking
Jalan Menuju Air Terjun
Setelah merasa cukup tidur dan sholat, saya duduk-duduk bersama kakak dan ngobrol sambil menyiapkan makan siang buat yang mengikuti trekking. Sementara keluarga yang belum sampai di lokasi karena masih kerja, mulai "terbakar" akibat foto-foto yang kami kirim. :p


Lagi asyik nyantai, tiba-tiba hp suami berbunyi. Dan, terjadi percakapan aneh dengan petugas bank (PB) yang promosi produk.
Saya: Halo
PB: Ya, halo. Bisa bicara dengan bapak?
Saya: Oh, sedang keluar, Mas... Ini dari mana?
PB: Saya dari Bank xx. Mau menawarkan program XX. Bapak lagi keluar rumah ya Bu? Kira-kira berapa menit lagi baliknya?
Saya: Ehm, Mas, mas... kami sedang camping. Dan suami saya lagi ke atas, naik gunung, tuh.
PB: Huahahahaha (ketawa ngakak). Maaaf kalo begitu, Bu. Hati-hati ya.


Sore menjelang. Anggota rombongan yang trekking ke Air Terjun Cibeureum sudah sampai lagi di kawasan camping dan langsung menyerbu makanan. Yang anak-anak, termasuk Kira, ajaibnya... masih bisa lari-larian, muterin danau dengan perahu, dan berakhir dengan mandi dan main di sungai. Saya cukup takjub karena Kira, yang masih TK itu, bisa jalan sampai ke air terjun. Meski sesudah itu kalo ditanya jawabnya: capek banget. :D
Yang semangat mau ke air terjun
Sekarang mau ke mana kita?
Kira dan Pakde Pujo
Malam menjelang. Saya sangat bersyukur hari itu cuaca cerah. Beda sekali dengan camping sebelumnya yang diguyur hujan seharian dan semalaman. Bintang-bintang mulai kelihatan dan kunang-kunang (iyaaaaa... kunang-kunang) mulai muncul di sekitar sungai. Sehabis magrib kami mulai menyiapkan makan malam. Keluarga yang menyusul pun sudah bergabung.


Oke, camping macam apa kami ini.... Karena makanan kami terdiri dari: sosis bakar, french fries, dan indomi komplet (telur dan bakso). *ketawa guling-guling berasa lagi di restoran fast food dan warteg* Untung kornet dan sawi gak ada.
Sungguh, saya suka area ini... kayak di film2 Korea! :D
Yang akhirnya naik perahu di danau
Malam itu saya masuk tenda lebih dulu dibandingkan yang lain karena nemenin Kira. Dan ya ampuuun, malam itu benar-benar berasa di sekeliling salju. Semua perlengkapan yang kami bawa: selimut, jaket, kaos kaki, sleeping bag, bed cover (iya, buat anak-anak) gak mampu mengusir dinginnya malam itu. Berkali-kali kami bangun karena dingin yang kebangetan. 


Paginya? jangan ditanya. Sudah berasa kayak berbalok-balok es di sekeliling kami. Apalagi harus ke kamar mandi. Brrrrr.... Pagi itu aktivitas kami tidak banyak. Hanya sarapan, beres-beres tenda, dan mandi (hanya bagi yang mau).


Sepertinya camping berikutnya kami harus mulai menyisir taman nasional satu lagi, yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Bunga Randa Tapak (Dandelion) yang bertebaran di sana-sini. Canteeek...
Karena terkait area camping sudah saya tulis di postingan sebelumnya, sekarang saya nulis tips dan info tambahan saja deh:
  • Toilet memang bersih. Tapi kalau musim liburan panjang kayak kemarin dan hampir semua blok penuh, toilet agak jorok. Jadi, bisa dipastikan, hal itu karena pengunjung yang enggak menjaga kebersihan. Kalo ke tempat umum, jaga kebersihan, please.
  • Sinyal handphone, untuk beberapa provider hidup-mati, lemah, bahkan ada yang gak dapat sinyal sama sekali.
  • Lengkapi diri dengan perlengkapan yang komplet karena kalau musim hujan dinginnya minta ampun. 
  • Naik perahu di danau Rp 20.000 per jam

Tempat Camping lainnya:

12 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

justru petualangan yang seperti ini yang harus dikenalkan sama anak-anak ya mbak. Biasa ya soal toilet kalau antri masalahnya jadi kotor. Harusnya masing2 saling menjaga kebersihan ya.

keke naima said...

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango itu memang dinginnya minta ampun hihi

Dee Ayu said...

wah seru sekali campingnya mba.. benar kata mba Lidya, aktifitas dan pengalaman seperti ini seharusnya diperkenalkan ke anak-anak yah. tapi gimana kalau mamanya justru takut untuk camping-camping seperti ini.hihihi... salam kenal juga mba :)

Della said...

Wah iya bener, kalo emang bakal sering-sering, mesti investasi perlengkapan camping, Ma :)
Kalo Zaidan gede nanti, tulang gue masih kuat gk ya ngedaki gunung? Hehehe..

Bunda Kanaya said...

bagus banget pemandangannya... udah lama pulak ga kemping, jadi kepengen ih...

isnuansa said...

Aaakkk, Kakak Kira hebat bisa jalan sendiri sampai air terjun...

Nggak sabar ngajak Diana kemping. :D

Hana said...

uwaaaaaaaaaaaaaaa,,,,aku pingin ke parngpo mbk,penasarannn bangettt ^^

duniaely said...

wow ... Foto fotonya cantik seklai mbak, jadi pengen ke sana nih, kebayang pasti lupa waktu ya mbak :)

tuteh said...

Ini seru sekali, kakak, camping ramai-ramai dengan keluarga besar. Kapan lagi bisa ngumpulin semua anggota keluarga (besar) dan berkegiatan bersama seperti ini? Keren, keren. Tempat campingnya juga keren. Soal tenda besar yang juga buat mushola, bisa jadi informasi berharga untuk kami kalau nanti mau camping hihihi...

Anggie...mamAthar said...

Kereeen... Pemandangannya asik juga mb...

NamNamStory said...

Kereeen.... Mba mau tanya kalau di groundnya utk wc ok nga ya? Anak ku masih 4 tahun. Kemarin udah ke ranca upas, minta nambah camping lagi :) Lagi nyari tempat lain nih....

Salam kenal ya mba

retma w said...

WC oke, say. Di Mandalawangi kamar mandinya bersih, oke. Rekomen, kalo aku bilang sih. Cuman ya, airnya dingin ya. ;) Soal bersih ini tidak berlaku di musim puncak, saat banyak anak sekolah camping. :p