Tuesday, July 22, 2014

Suatu Pagi di Ancol...

Minggu ini, selama wiken, Sabtu dan Minggu, setiap kali selesai sholat subuh kami langsung ngacir ke Ancol. Dipikir-pikir, sudah lama juga kami enggak ke Ancol, sejak datang di waktu yang salah, pagi hari sesudah perayaan Tahun Baru. Walhasil yang kami lihat tumpukan sampah di mana-mana.
Kegiatan favorit di pantai: main pasir
Kemarin memang kami niatkan untuk ke Ancol karena mau "berburu" udara pagi di pantai. Hal ini karena Kira sudah agak lama batuk tapi belum sembuh-sembuh juga. Dulu, waktu Nikki kecil kami juga melakukan hal ini. Dan Alhamdulillah agak meringankan.

Waktu masih tinggal di Jakarta, kami rutin ke pantai pagi-pagi. Demi mendapatkan udara segar untuk anak-anak. Selain bisa berolahraga dan main pasir juga. Kadang kala sembari menunggui anak-anak main, saya menyewa tikar dan tidur di pinggir pantai. Harap maklum, kemungkinan jam segitu paling-paling saya baru tidur dua-tiga jam.
Semburat matahari pagi
Hening
Minggu pagi kemarin, cuaca cerah pagi hari menyambut kami. Alhamdulillah, kami bisa berburu sunrise, meski ternyata awal-awal muncul matahari ternyata ada gumpalan mendung di cakrawala. Namun akhirnya kami pun bisa menyaksikan pemandangan yang menakjubkan, siluet berlatar belakang sunrise.
Saatnya berlabuh...
Halo, Pagi...
Kami berjalan-jalan menyusuri dermaga yang membentang di seputaran pantai. Nongkrong di pagar pembatas sambil melihat kapal-kapal nelayan yang pulang melaut dan menuju tepian untuk menggelar dagangan. Yup! Di sepanjang tepian dermaga, kita bisa berkeliling melihat dagangan para nelayan ini. Hasil tangkapan yang masih fresh, berbagai macam bentuk ikan. Anak-anak happy banget melihat bentuk-bentuk ikan yang kadang "ajaib".
Tangkapan hari ini
Ikan pari, udang, gurita, dan lain-lain
Menyusuri bagian lain pantai, anak-anak sempat bermain bola. Di satu bagian, memang ada tempat untuk voli pantai dan main bola, lengkap dengan gawangnya. Setelah itu mereka main pasir, kegiatan yang mereka tunggu-tunggu. Meski tidak membawa mainan khusus untuk bermain di pasir, anak-anak tetap bergembira. Membuat menara, gunung, dan seterusnya.
Dermaga Hati; Biarkan aku berlabuh di Dermaga Hatimu... :p
Kalau di Korea ada N Seoul Tower di Namsan Park yang punya gembok cinta dan jadi salah satu tempat romantis. Sementara di Paris, Perancis, ada Love Lock Bridge yang juga terkenal dengan gembok cinta-nya. Di Indonesia? Ada.... di Ancol! Namanya Dermaga Hati. Gemboknya masih sedikit dan sebenarnya enggak yakin juga ini bakalan berfungsi seperti N Seoul Tower atau Love Lock Bridge. Tapi mengingat posisinya yang juga di jembatan dermaga, kayaknya sih sama saja.

Hari beranjak siang dan pantai mulai ramai. Orang-orang jalan pagi, jogging, lari, belanja ikan, atau sekadar berburu sunrise. Di beberapa tempat kami bertemu dengan orang-orang yang membawa jalan anjing-anjing mereka. Cantik dan lucu-lucu. Karena makin ramai, itu berarti saatnya kami pulang. Udara segar yang dibutuhkan, terutama untuk anak-anak, dirasa cukup. Kami harus segera pulang sebelum mulai terjebak macet.

Wednesday, July 02, 2014

Field Trip: Kidzania

Pada suatu waktu.
Hari ini sekolah Nikki mengadakan field trip ke Kidzania. Karena sudah SD, jadi enggak didampingi orangtua, meski ada satu-dua teman Nikki yang masih bersama orangtuanya.

Menurut surat edaran, Nikki harus ngumpul di tempat bus-bus parkir, yaitu di pom bensin. Cuma yang jadi masalah: emaknya ini saat itu masih dalam kondisi yang enggak fit karena baru sembuh dari sakit (belum sembuh bener deng!). Dan papanya tentu saja sudah ke kantor.
Akhirnya dengan kekuatan separuh, emak-emak ini nganter Nikki pakai motor meski badan agak menggigil. What a day! Tapi alhamdulillah, akhirnya sampai di tempat ngumpul dengan aman sejahtera.

Nungguin Nikki naik ke bus dan ngapalin nomernya untuk njemput sore nanti. Sambil ngobrol sama ibu-ibu lain, lebih tepatnya nitipin Nikki ke ibu-ibu lain yang ikut jalan. 
Siang harinya, mulai dapat foto-foto dari seorang ibu di kelas Nikki yang kebetulan ikut. Alhamdulillah, meski enggak ikut masih bisa liat foto-fotonya.
Sore harinya, saya dan Kira menjemput Nikki ke tempat bus-bus tadi pagi. Hujan yang sempat turun saat kami menunggu mengharuskan kami melipir ke tempat cucian mobil. Kami cukup lama menunggu karena ternyata anak-anak terjebak macet.
Dan, akhirnya... menjelang magrib, sampai juga. 


Nikki senang sekali begitu sampai rumah. Dia menunjukkan SIM Kidzania atas nama dia dan kartu ATM. Dan langsung dimasukin di dompetnya, sampe sekarang!