Monday, August 04, 2014

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Baru

Tahun ini Akira duduk di kelas 1 SD. Ya, tidak terasa 6 tahun lebih sudah terlewati. Dan, tahun ini Kira memasuki babak baru sebagai seorang murid sekolah dasar.
Upacara hari pertama dan penyambutan murid baru
Sebagai orangtua, seperti biasa, kami menginginkan sekolah terbaik (versi kami) untuk anak-anak. Baik menurut kami, belum tentu baik menurut orang lain karena bisa jadi latar belakang, pengalaman, tujuan pengajaran, dan seterusnya setiap orangtua berbeda satu sama lain.

Tahun ini, untuk Kira, kami membidik sekolah swasta berbasis agama Islam. Kenapa tidak sekolah negeri seperti Nikki? Alasannya simpel: sekolah negeri jam belajarnya Senin-Sabtu. Sebagai orangtua pekerja, anak-anak masuk sekolah pada hari Sabtu menjadi sesuatu yang berat bagi kami. Apalagi saya yang liburnya tidak pasti dan cuma satu hari. Kalau saya libur hari Sabtu, misalnya, bisa dipastikan hari libur saya tidak banyak bermanfaat karena Nikki masih sekolah. Pun kalau ada acara keluarga yang jatuh pada hari Sabtu, dengan terpaksa kami harus meninggalkan Nikk karena dia masih sekolah. 

Kelas baru!
Dengan pertimbangan itulah akhirnya kami mengincar sekolah-sekolah yang libur pada hari Sabtu. Akhirnya kami survei ke sana-sini. Beberapa sekolah yang sempat kami survei: Sekolah Alam Bambu Item (Sabit), Sekolah Alam Natur Islam, SDIT Darussalam (Pondok Pekayon Indah), SDIT Darussalam (unggulan, Cikunir), Al Azhar Syifa Budi Jatibening, dan Al Azhar 9 Kemang Pratama.

Sekolah alam berada dalam daftar pertama karena kami sangat berharap bisa memasukkan Kira ke sekolah alam. Tentu juga dengan pertimbangan: Kira sangat menyukai aktivitas outdoor dan segala yang berhubungan dengan alam. Saat survei ke Sabit kami membawa Kira dan dia sangat antusias berada di sekolah itu. Lari ke sana-sini, menengok saung di sana-sini, dan seterusnya. Kendala terbesar adalah: jarak. Kami mencoba rasional. Dengan jarak yang cukup jauh dari rumah, bisa dipastikan banyak waktu dan tenaga yang terbuang. Akhirnya dengan berat hati kami mencoret sekolah ini.
Anak-anak kelas 1 mulai "istirahat"
Setiap anak baru disambut dan disalami satu per satu
Perjalanan survei ke sana-sini tidak gampang. Kami sampai harus membuat tabel untuk membandingkan plus minus masing-masing sekolah. Padahal kalau mengingat dulu, saya sekolah ya tujuannya biasanya cuma 1 sekolah. Tapi seperti dibilang anak-anak zaman sekarang: jangan banding-bandingkan dulu dan sekarang karena kondisinya lain.

Akhirnya, setelah tanya sana-sini, membuat tabel perbandingan, survei, dan seterusnya... kami mendaftarkan Kira ke SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama. Karena tadinya bukan pilihan pertama, saya mendaftarkan Kira sudah di hari-hari terakhir gelombang II. Setelah menjalani tes, akhirnya Kira dinyatakan diterima sebagai murid baru di sekolah itu.

Alhamdulillah tesnya tidak seseram yang saya bayangkan. Saat keluar dari ruangan tes, saya tanya ke Kira tesnya apa saja dan dia jawab: Kira disuruh nyoba naliin sepatu, lompat-lompat, olahraga dan seterusnya. Good! Masih seperti dalam bayangan saya bahwa transisi anak TK-SD tidak dibebani dengan calistung. Selesai tes pun anak-anak dikasih semacam goodie bag yang terdiri dari snack dan alat tulis.

Hari pertama masuk sekolah, saya memaksa Mas cuti. Seperti tradisi selama ini dalam keluarga, setiap anak-anak menjalani hari pertama masuk sekolah, kami sebagai orangtua harus ada dan mengantar mereka. Saya berpikir ini adalah salah satu tahapan penting dalam kehidupan mereka dan kami sebagai orangtua harus hadir.
Terbangkan balonmu setinggi mungkin, setinggi cita-citamu...!
Tahun ini, ajaran baru dimulai di tengah-tengah bulan Ramadhan. Walhasil, saat upacara penyambutan murid baru di lapangan, anak-anak keleleran. Ada yang duduk-duduk di lantai atau jongkok. Alhamdulillah para guru memahami sehingga anak-anak kelas 1, yang sebagian besar baru mulai belajar puasa, termasuk Kira, diperbolehkan "istirahat", duduk atau jongkok.

Lucu? Pasti. Di saat musik yang menggebu dari Europe, The Final Countdown, menggema dengan penuh semangat, anak-anak loyo. Balon berwarna-warni dilepaskan ke udara. Sambutan, jabat tangan, dan tepukan tangan menyambut murid baru serta tahun ajaran baru sudah usai. Saatnya hari-hari sekolah dimulai....

Selamat menjadi murid SD, Akira! Semoga betah di sekolah baru. Semoga selama 6 tahun ke depan Kira bisa menikmati hari-hari sebagai murid SD. xoxo.

1 comment:

vimax said...

semoga kelak menjadi anak yang pintar