Saturday, February 28, 2015

Lost in Manado (Day 3): Pulang...

Cita-cita saya sih, ingin menulis secara reguler, kontinu, berurut. Tapi apa daya, sepertinya tahun ini hampir semua postingan saya akan bertagar #throwback ala-ala Instagram. Mungkin bisa jadi postingan setengah tahun lalu bakal muncul karena saking banyaknya yang belum saya tulis. 

-----------------

Hari ketiga di Manado. Malam sebelumnya kami habiskan waktu untuk berkeliling kota. Saat itu Kota Manado mulai menyambut Natal, sehingga hiasan Natal mulai bertebaran di banyak tempat. Sebenarnya saya ingin memfoto semua pemandangan yang unik di sini. Tapi karena di sini saya bukan dalam rangka wisata dan pergi dengan teman-teman yang agaknya juga enggak suka foto-foto, akhirnya terpaksa saya mengerem keinginan saya itu.
Pohon Natal terbesar
Pohon Natal di depan Kantor Wali Kota
Yang unik, misalnya, wreath of holly yang mulai dijajakan di pinggir jalan. Semuanya khas. Bunga plastik yang besar-besar dan pita dengan warna mencolok. Yang unik lainnya adalah papan ucapan selamat. Di Jawa, papan ucapan akan dirangkai dari kumpulan bunga-bunga segar. Sementara di sini, semuanya terbuat dari plastik dengan warna-warna mencolok. Kami berkeliling dari seputaran pantai, kemudian kembali ke kawasan pusat kota. Malam ini kami lalui dengan tenang karena sudah ada kepastian besok siang kami akan pulang, dan alhamdulillah akhirnya ada seat di Garuda untuk kami bertiga.

Pagi. Ini hari kepulangan kami. Antara senang dan sedih. Senang, karena paling tidak akhirnya ada kepastian dan sudah pasti bakal pulang ke rumah. Sedih karena mengecewakan banyak pihak. Tapi ya, manusia berencana, Tuhan juga yang akhirnya menentukan toh?
Yeaaaah... mari kita pulang!
Sarapan pagi itu di hotel diwarnai insiden. Seorang anak balita tiba-tiba terjatuh dari kursi dan kemudian tidak sadarkan diri. What a day! Saya cuma bisa berharap dan berdoa semoga anak itu tidak apa-apa dan sehat kembal.

Perjalanan menuju bandara tidak banyak kendala. Kami bahkan masih punya banyak waktu untuk nongkrong di bandara, hilir mudik ke sana-kemari. Barang-barang kami yang seabrek sudah kami titipkan ke Bang Zal sehingga praktis kami hanya membawa barang-barang kami.
Selalu suka pemandangan dari jendela pesawat
Begitu naik pesawat, tiba-tiba saya merasa capek dan mengantuk sehingga sebagian besar waktu saya habiskan untuk tidur. Seorang teman saya juga tidur sepanjang perjalanan, sementara seorang lagi asyik menonton film.

Capek tidur, main games, makan, foto-foto, akhirnya saya memutuskan nonton juga. Hah... sebenarnya saya ingin protes kenapa maskapai-maskapai ini tidak ngasih K-drama sebagai alternatif tontonan sih? *ngarep*
Dekorasi Natal di bandara
Sampai di bandara, urus-urus bawaan, kami akhirnya berpisah. Dua teman saya menumpang taksi untuk pulang, sementara saya berjalan menuju halte bus khusus bandara. Setelah ditimbang-timbang, karena itu siang hari, saya memutuskan untuk naik DAMRI ke Bekasi. Nongkrong cukup lama di halte yang panas dan hiruk-pikuk, akhirnya bus menuju Bekasi pun datang. Menikmati kembali jalanan Jakarta yang macet....

No comments: