Tuesday, November 03, 2015

Dewi Kwan Im dan Dewa Empat Muka: Tak Perlu Jauh-jauh ke Bangkok...

Saat saya memamerkan foto-foto saya di depan patung Dewi Kwan Im dan Dewa Empat Muka ke salah seorang teman, dia otomatis berujar, "Kamu habis liburan ke Bangkok?". Itsh... memangnya hanya Bangkok yang punya patung-patung raksasa semacam itu?  Tak perlu lah jauh-jauh ke Bangkok untuk mengunjungi patung raksasa Dewi Kwan Im dan Dewa Empat Muka. Indonesia pun punya, tepatnya di Surabaya!
Patung Dewi Kwan Im di Pantai Ria Kenjeran
Siang yang membakar. Saya dan teman saya masih menyusuri jalanan Surabaya dengan taksi. Dan lebih nekat lagi, di tengah matahari yang hari itu menggelar "diskon gila-gilaan" sehingga panasnya menyengat, tujuan kami berikutnya adalah: pantai! PANTAI RIA KENJERAN atau KENJERAN PARK (KENPARK) adalah salah satu tempat wisata yang malam sebelumnya kami masukkan ke dalam list "Tempat Wajib Dikunjungi".

Terletak sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Surabaya, Pantai Ria Kenjeran punya pesona yang khas. Bahkan, bukan laut yang menjadi tujuan utama kami hari itu, tetapi patung raksasa DEWI KWAN IM dan DEWA EMPAT MUKA.
Pintu Gerbang Kenjeran Park
Fantasi dimulai dari sini!
Taksi yang kami tumpangi menyusuri jalanan menuju kawasan pantai yang siang itu lengang. Lagian, siapa juga yang mau wisata pada hari Senin yang terik? :D Setelah perjalanan yang lumayan lama karena beberapa kali berhenti di pusat oleh-oleh, akhirnya kami memasuki gerbang Kenjeran Park. Saat melihatnya pertama kali, entah mengapa saya langsung terbayang Taman Mini Indonesia Indah dengan Istana Anak-anak-nya.

PATUNG DEWI KWAN IM
Taksi kami berhenti di depan sebuah kelenteng. Saat keluar dari taksi saya sebenarnya agak bingung karena di depan saya "hanya" ada sebuah kelenteng. Sementara di belakang saya ada sebuah patung besar keemasan. Saya ingin langsung berbalik menuju patung keemasan tersebut, tapi teman saya "menyeret" saya ke dalam kelenteng.
Kelenteng Sanggar Agung
Gapura Bali
Kami memasuki pelataran Kelenteng Sanggar Agung atau Hong San Tang. Tempat ibadah umat Tridharma itu siang tersebut sepi. Saya mengedarkan pandangan beberapa kali, takjub dengan perpaduan budaya yang terlihat di kelenteng itu. Gapura Bali di pintu gerbang, kolam "bunga teratai" di depan gedung, dan bangunan kelenteng yang lebih mirip pendapa Jawa. Kelenteng Sanggar Agung, selain sebagai tempat ibadah, juga salah satu destinasi wisata di Kota Surabaya yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama saat Imlek.

Saya ragu memasuki kelenteng karena ternyata beberapa umat sedang berdoa dengan khusyuk di dalam. Tetapi, petugas yang saya datangi dengan ramah mempersilakan kami masuk. Kata dia, "Masuklah ke dalam, tidak apa-apa. Patung Dewi Kwan Im ada di belakang." 
Pemujaan
Buddha
Khusyuk Berdoa
Dengan tidak enak hati saya masuk ke dalam kelenteng lewat pintu samping. Seorang laki-laki setengah baya tengah khusyuk berdoa. Bau hio menyergap. Beberapa perempuan tengah membersihkan tempat ibadah tersebut, menata bunga, menyalakan lilin, dan hio. Suasana yang syahdu. Karena saya kebingungan antara sungkan melewati tempat ibadah dan penasaran, seorang petugas mendatangi saya dan meyakinkan saya bahwa tidak apa-apa untuk terus ke bagian belakang kelenteng.

Dan akhirnya, begitu melewati pintu belakang... Oh, My God! Di depan saya terpampang pemandangan yang keren banget! Patung raksasa Dewi Kwan Im dengan latar belakang laut lepas. Patung setinggi sekitar 20 meter (pernyataan resmi menyebutkan 18 meter) itu berdiri kokoh membelakangi laut. Sinar matahari yang siang itu cukup terik memantulkan setiap warna yang ada di patung tersebut. Dewi Kwan Im di tengah, diapit dua penjaganya, Sha Nan dan Tong Nu. Agak di bawahnya, 4 Maharaja Langit pelindung empat penjuru dunia. Dan terakhir, dua patung naga setinggi 6 meter.


Saya mengenal sosok Dewi Kwan Im lewat film-film Tiongkok yang pernah diputar di televisi semacam Kera Sakti dan Ular Putih (hahaha. Era kapan itu?). Selain itu, saya dulu juga penggemar komik karya Tony Wong.

Kelenteng Sanggar Agung ternyata memang dipersembahkan untuk Nan Hai Guan Shi Yin Pu Sa atau Bodhisatwa Kwan Im Laut Selatan. Patung Dewi Kwan Im dibangun dengan keyakinan sosok Dewi Kwan Im pernah memperlihatkan diri di sekitar area tersebut. Kelenteng secara resmi dibuka pada tahun 1999. 

Siang itu, saya menjumpai beberapa orang berusia lanjut tengah bersantai di halaman belakang kelenteng. Beberapa berdoa, beberapa duduk santai di kursi panjang, bahkan ada yang duduk di pinggir laut. Serombongan anak balita tiba. Mereka melepas burung-burung kecil ke alam dengan gembira. Ah, suasana yang amat "menyejukkan" di tengah teriknya Kota Surabaya.

Saya keluar dari kelenteng dengan masih terkagum-kagum. Kami sempat berpapasan dengan beberapa orang yang "berniat" mengambil foto di area tersebut, menilik dari perlengkapan yang mereka bawa. Ah, pantas saja banyak orang ingin mengunjungi tempat ini. Kalaupun saya tidak menerangkan kepada teman saya bahwa foto yang saya perlihatkan berlokasi di Surabaya, pantas saja dia berasumsi saya sedang berlibur ke Bangkok.

Keluar dari pintu gerbang kelenteng, kami menyeberang jalan. Tujuan kami berikutnya berada tepat di seberang jalan. Ketika saya sampai di seberang, saya bertemu dengan beberapa anak berseragam sekolah yang kebingungan. Mereka mencari patung Dewi Kwan Im, tapi tidak tahu di mana karena di sekitar area tersebut tidak ada papan petunjuk. Ketika saya mengarahkan mereka untuk masuk ke kelenteng, mereka menampakkan muka bimbang. Saya meyakinkan mereka bahwa di sana ada pemandangan yang keren dan akhirnya mereka bergegas memasuki Kelenteng Sanggar Agung.

DEWA EMPAT MUKA (Four Faces Buddha)
Saya sebenarnya tidak yakin dengan istilah yang akan saya pakai. Beberapa pihak menyebutkan Dewa Empat Muka, tetapi ada pula yang menyebutnya Buddha Empat Muka atau Buddha Empat Wajah. Tapi melihat penampilannya, saya lebih suka menyebutnya sebagai Dewa Empat Muka, mengacu pada perbedaan keyakinan agama Buddha dan Hindu serta penampilan patung tersebut.
Dewa Empat Muka (Muka 1)

Di Bangkok, Thailand, salah satu destinasi wisata terkenal adalah Four Faces Buddha. Banyak orang mendatangi patung tersebut untuk berdoa, utamanya untuk mencari jodoh. Tapi jujur saja, kalau kita sering melihat gambaran dewa-dewa umat Hindu di India, kemudian membandingkannya dengan gambaran Buddha, saya lebih suka menyebut patung itu Dewa, bukan Buddha. Namun, catatan lain menyebutkan, dalam agama Buddha sosok ini dikenal sebagai Catur Brahma Vihara, lambang empat sifat luhur yang harus dimiliki oleh seorang penganut agama Buddha.

Dewa Empat Muka di Pantai Kenjeran ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai patung Four Faces Buddha terbesar di Indonesia. Tinggi Dewa Empat Muka atau Se Mien Fo sekitar 9 meter. Apabila diukur dengan kuilnya, maka tingginya mencapai sekitar 36 meter. Kompleks patung berwarna keemasan itu konon menghabiskan dana sekitar Rp 4 miliar.
Muka 2

Muka 3

Muka 4
Diresmikan pada 9 November 2004, Dewa Empat Muka ini representasi dari sifat positif yang harus dibina umat manusia, terutama pengikut Buddha, yaitu welas asih, murah hati, adil, dan meditasi. Setiap muka,yang menghadap ke empat penjuru mata angin, memperlihatkan posisi tertentu dan membawa simbol tertentu. 

Di sebelah kanan Dewa Empat Muka, saya menjumpai sebuah kuil yang lebih kecil. Di tengahnya ada patung Ganesha, Dewa Ilmu Pengetahuan dalam mitologi Hindu.
Ganesha
Panas makin menyengat karena saat itu tengah hari. Udara terasa kering. Tapi entah mengapa saya suka berada di kawasan ini. Bangunan-bangunan yang besar dan patung-patung raksasa berbagai ikon seperti membawa saya ke antah berantah, jauh dari kawasan sebenarnya, Surabaya!

Jadi, berencana ke Thailand untuk mengunjungi Dewa Empat Muka? Coba pikirkan lagi. Tak perlu jauh-jauh ke sana. Cobalah mengunjungi Surabaya dan kemudian sambangi kawasan Kenjeran. 

If You Think Adventure is Dangerous, Try Routine. It is Lethal (Paulo Coelho)
Jepang? Tiongkok? Ooooh... ternyata Surabaya!
Dragons!
Tentang Patung Raksasa Dewi Kwan Im dan Dewa Empat Muka:
1. Terletak di kawasan Pantai Ria Kenjeran  atau Kenjeran Park (Kenpark)
2. Berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Surabaya
3. Karena tidak ada papan petunjuk, begitu masuk kawasan Kenjeran Park, langsung arahkan kendaraan menuju Kelenteng Sanggar Agung. Patung Dewi Kwan Im terletak di bagian belakang kelenteng, sementara Four Faces Buddha terletak persis di seberang kelenteng.

Tulisan terkait wisata Surabaya:
- Masjid Cheng Hoo dan Taman Bungkul
- House of Sampoerna: Antara Benci dan Cinta