Tuesday, February 02, 2016

Museum Surabaya: Saat Kota Bercerita tentang Dirinya...

Ketika berkunjung ke "Kota Pahlawan", salah satu museum yang saya kunjungi adalah MUSEUM SURABAYA. Museum ini terbilang baru, diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Mei 2015. Saya dan seorang teman datang ke tempat ini tidak dengan harapan muluk-muluk karena untuk sekelas museum yang baru saja diresmikan pasti koleksinya belum lengkap.
Museum Surabaya
Baju daerah
Sopir taksi yang membawa kami pun awalnya bingung ketika kami menyebutkan tujuan: Museum Surabaya. Dia berpikir bahwa sebenarnya yang kami maksud adalah Monumen Tugu Pahlawan. Setelah kami yakinkan bahwa benar ada Museum Surabaya yang baru saja dibuka, akhirnya dia membawa kami ke daerah Tunjungan.

Sampai di tempat tujuan dan keluar dari taksi, saya berdiri kebingungan. Di gedung yang berdiri di depan saya tidak ada satu pun papan petunjuk yang menyebutkan bahwa tempat itu sebuah museum. Teman saya meyakinkan bahwa gedung di depan kami, Gedung Siola, adalah benar lokasi Museum Surabaya.

Dengan ragu-ragu saya mengikuti langkah teman saya masuk ke dalam gedung tersebut. Di dalam, saya tambah melongo: "Hah? Ini kantor kecamatan? Atau kantor apa?"
Buku Register Pencatatan Perkawinan (tahun 1881, 1883, 1887)
Buku register pencatatan kelahiran (1851)
Beberapa warga antre di depan loket. Sebagian lainnya duduk menunggu. Beberapa petugas sibuk dengan pekerjaan mereka dan beberapa membawa map. Tunggu duluuuu.... Apakah saya harus bikin KTP di sini? :D Ternyata, setelah celingak-celinguk, saya baru tahu bahwa tempat itu juga merupakan salah satu tempat pelayanan satu atap.  Lah, pantesan saja banyak warga yang mengurus administrasi. Jadi, kami ke mana dong? *kebingungan*

Akhirnya kami bertanya kepada petugas yang ada di situ. Teman saya akhirnya nyerah juga berkeyakinan bahwa itu museum setelah melihat warga bawa map dan antre di loket. :p

Eh, tapi ternyata benar! Museum Surabaya ternyata memang terletak di Gedung Siola. Hanya saja lokasinya berada agak di dalam, melewati tempat pelayanan satu atap itu. Berdua kami melenggang ke dalam gedung, dan akhirnya mendapati semacam etalase dengan tulisan besar di dinding kaca: MUSEUM SURABAYA.
Cerita tentang Pemadam Kebakaran Zaman Dulu
Salah satu alat milik Dinas Kebakaran :D
Sampailah kami ke museum sebuah kota. Museum yang bercerita tentang sejarah kotanya. Banyak peninggalan bersejarah di sini. Tapi saat kami datang, seperti dugaan kami, koleksinya belum terlalu banyak.

Saya mendapati koleksi uang zaman Belanda. Yang menarik adalah catatan kependudukan berupa kelahiran dan pernikahan (tahun 1850-an). Tulisan dalam bahasa Belanda di atas kertas yang sudah menguning itu agak kabur, tapi beberapa masih bisa dibaca. Lucu juga membaca nama-nama yang di zaman modern sekarang terasa asing. 

Hal yang menarik lainnya adalah "cerita" soal pemadam kebakaran. Dari sejak zaman perlengkapannya menggunakan gentong sampai baju tahan api. :D Ada pula deretan foto Wali Kota Surabaya dari yang pertama (A Meyroos yang menjabat tahun 1916) hingga wali kota sekarang, Tri Rismaharini. 
Moda Kendaraan yang Pernah Beroperasi di Surabaya
Mata Uang RI Kuno
Mungkin karena masih baru dan ruangan terlalu luas, saya merasa koleksi di museum ini terlalu sedikit. Saya berharap, suatu saat ketika saya datang lagi, museum ini sudah makin lengkap. 

Saat meninggalkan museum, di luar gedung saya mendapati beberapa petugas sedang sibuk memasang lokomotif kereta kuno. Jadi, apa yang menarik di Museum Surabaya? Sejauh itu saya belum menemukan hal yang seru karena barang-barang yang ingin saya "gali" berada di kotak kaca. Karena itu saya berharap, suatu saat dokumen-dokumen yang ada ditransfer ke bentuk digital sehingga pengunjung bisa membaca atau setidaknya melihat sisi lain di luar halaman yang dibuka untuk dipajang. :p Begitu juga dengan uang kuno dan perlengkapan lainnya.


MUSEUM SURABAYA
  • Terletak di eks Gedung Siola, Jalan Tunjungan,Surabaya, Jawa Timur
  • Tiket: FREE
  • Jam buka: Pukul 09.00-21.00

Tulisan terkait:
- Wisata di Surabaya
- Wisata di Jawa Timur
- Museum

2 comments:

Lidya Fitrian said...

untungnya gakbawa map juga pas kesana ya mbak, nanti disangka mau pindah ktp dari bekasi ke surabaya :)

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)