Friday, February 12, 2016

Pulau Ayer: Cantik dan Sendu di Tengah Laut

Bulan lalu saya mengajukan proposal "me time" ke suami. Rencananya, saya pengen backpacker-an bersama teman. Tapi, ketika tahu tujuan saya, akhirnya proposal saya ditolak! :D

Saya suka laut. Dan selalu suka laut. Entah mengapa saya selalu gembira melihat ombak. Saya tidak bisa menyelam, snorkeling, dan seterusnya.... Tapi saya selalu memuja ombak, angin, dan pasir. Buat saya, setiap pasir di pantai punya cerita. Setiap pantai punya karakteristik pasir sendiri. Meski begitu, saya tidak "segila" teman saya yang mengoleksi hampir semua pasir pantai yang pernah dia datangi. :p
Cottage di Pulau Ayer
Proposal saya kemarin clue-nya adalah: kepulauan vulkanik di tengah laut, tidak berpenghuni, dan agak berbahaya. Terletak di... hm, suatu selat terkenal. Bisa menebak?

Suami saya, sebaliknya, lebih suka daerah pegunungan. Kalau kemudian di blog saya bercerita soal naik gunung, camping, hiking di pegunungan, itu biasanya ide dari dia. Menurut suami, dia tidak suka laut karena panas dan lengket. 

Memang sih, cuaca saat ini tidak karuan. Ombak besar sehingga untuk mengarungi laut pun harus benar-benar diperhitungkan. Tapi sepertinya... saya kangen laut! Dan saat melihat album foto di laptop, saya baru sadar saya belum pernah bercerita soal Pulau Ayer yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta.
Perjalanan Dimulai dari Sini!
Dermaga Marina
Jakarta, selain mempunyai beberapa kota pemerintahan, juga punya satu kabupaten, yaitu: Kepulauan Seribu. Banyak pulau di Kepulauan Seribu ini yang sudah saya incar untuk suatu saat saya datangi. Tinggal nunggu kapan waktu yang tepat. Beberapa kali, ibu teman Kira bahkan menawari keluarga kami untuk singgah ke rumahnya yang memang berada di salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Sayangnya, sampai saat ini saya belum bisa memenuhi permintaannya untuk berkunjung ke sana. :(

Pulau Ayer adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Berbeda dengan pulau-pulau kecil lainnya yang sekarang lagi ngehits, Pulau Ayer masuk dalam kategori resor sehingga memang harus berangkat dari Dermaga Marina, Ancol, dengan speedboat, dan harga yang juga tidak murah.
Laut, laut, dan laut...
Pulau Ayer, finally...
Saya datang ke pulau dalam rangka liburan? Nope! Salah banget. Saya ke sana dalam rangka rapat! Bayangkan... sudah jauh-jauh (eh, enggak begitu jauh sih), ke pulau resor, tapi hanya untuk rapat dan tidak menginap pulak. Ck-ck-ck... Meski begitu, ya, saya bersyukur juga sih, sudah menginjakkan kaki di pulau itu. :p

Hari itu saya berangkat pagi-pagi. Sayang, seharian mendung menggantung sehingga foto-foto saya akan terasa sendu. Meski demikian, karena ini pantai, pulau di tengah laut, tetap saja (seperti suami saya selalu bilang), gerah! :p
Cantik ya...
Dermaga Pulau Ayer
Perjalanan dari Marina menuju Pulau Ayer tidak terlalu lama. Mungkin sekitar 30-40 menit. Yang membuat lama adalah: sampah!!! Kok bisa sampah membuat lama perjalanan? Jadi ya, saat kami enak-enak naik speedboat sambil menikmati pemandangan laut lepas, burung laut yang hinggap di papan atau kayu kemudian seperti berselancar di atas ombak, beberapa kali kapal tiba-tiba berhenti. Kami diam di tengah laut. Penyebabnya tak lain adalah tumpukan sampah. Sampah yang berkumpul dan mengapung seperti pulau-pulau kecil ini menghadang di depan speedboat kami. Dan ini, tentu saja, berbahaya karena bisa masuk ke dalam baling-baling atau mesin kapal.

Begitulah. Ternyata sampah memang berefek sangat buruk untuk pelayaran. Bayangkan, lagi santai dan enak-enak menikmati pemandangan, ternyata rusak hanya gara-gara sampah. Huhuhuhu. Tolong lah, jangan buang sampah sembarangan lagi. Sungguh. Kalau mengalami seperti yang saya alami pagi itu pasti akan kesel deh.
Membayangkan bisa menikmati sunset di sini
Sendu, bukan? Cocok untuk menyepi...
Saya tidak akan banyak bercerita soal Pulau Ayer karena saya di sana, sekali lagi, dalam rangka rapat! Jadilah cuma bisa foto-foto kala datang, di sela istirahat siang, atau pulang. Tapi menurut saya sih, pulau ini oke banget buat berlibur.Kita bisa menginap di cottage-cottage yang berada di atas laut. Atau lebih memilih yang berada di darat? Ada kolam renangnya juga. Saat saya beristirahat untuk makan siang, kolam renang hiruk pikuk dengan teriakan anak-anak yang sedang berlibur di sini. Ah... enaknya. Tempat yang tenang dan cocok untuk menyepi sejenak dari hiruk-pikuk Metropolitan.
Sore Menuju Marina
Sore, saya kembali lagi ke Marina. Dengan harapan tentunya, suatu saat saya bisa berlibur ke pulau ini lagi. Kata berlibur sepertinya harus saya tekankan. Karena ya, datang ke pulau resor untuk rapat itu enggak enak. ;)

3 comments:

bersapedahan said...

pantainya pasir putih .. suka, jadi kepengen maen2 kesini
btw .. apakah sampah2nya juga sampai ke pantainya ... bener2 parah deh, budaya menyampah sembarangan :(

Widya Herma said...

Pemandangannya indah banget :D

Ezy said...

sebenernya bukan gerah sih tapi emang anginnya itu mengandung garam jadi buat lengket di kulit euy, sama kaya waktu saya main ke pulau ayer